Ziarah Rohani dalam Semangat Handarbeni, Peduli dan Berbagi

Feature328 Views

Lima tahun pasca covid-19 dampaknya masih terasa dalam kehidupan bersama umat beriman Gereja Wilayah St. Ignasius Ponggol, Paroki Santa Maria Assumpta Pakem. Geliat ekonomi rumah tangga terasa begitu berat di saat harga kebutuhan rumah tangga semakin melangit. Sementara orang harus bertarung dengan keberuntungan untuk mendapatkan pekerjaan. Menjaga jarak yang semula menjadi salah satu usaha menjaga kesehatan, berubah menjadi sikap anti sosial dan melemahnya sikap kepedulian terhadap sesama yang seharusnya terbangun semangat persaudaraan. Sesama yang seharusnya menjadi saudara tempat berbagi keluh dan kesah, menjelma menjadi sekedar tetangga sebelah. Situasi inilah yang melatarbelakangi ziarah tiga gua Maria yang dilakukan umat gereja katolik wilayah St. Ignasius Ponggol, Hargobinangun Pakem.

Minggu, 17 Mei 2026 sebanyak 150an Umat Gereja Katolik Wilayah St. Ignasius Ponggol berziarah di tiga destinasi ziarah rohani Katolik yang meliputi Taman Doa Gua Maria Sub Tutela Matris Ponggol, Taman Doa Bunda Maria Pereng Getasan, Ngablak  Magelang, dan Taman Doa Santa Rosa Mystica Mater Divinae Gratiae Salatiga.

Kegiatan yang diinisiasi oleh pengurus harian gereja wilayah St. Ignasius Ponggol. Ziarah ini bertujuan untuk meningkatkan iman, membangun semangat persaudaraan sekaligus menjadi sarana konsolidasi visi bersama. Visi kepengurusan Wilayah Santo Ignasius Ponggol kali ini adalah: “handarbeni, peduli dan berbagi melalui persaudaraan sejati di dalam Kristus dan visi ini juga digunakan dalam kaus seragam sebagai dresscode-nya.

 

Atanasia Lina Widiyastuti memberi arahan sebelum berangkat ziarah di Gua Maria Sub Tutela Matris Ponggol.

Rangkaian ziarah dimulai dari dari Gua Maria Sub Tutela Matris Ponggol. Peserta ziarah dengan khidmad mendaraskan doa rosario bersama dan novena mohon kehadiran Roh Kudus menyosong kedatangan Roh Kudus di hari raya Pentakosta. Hal ini menggambarkan bagaimana semangat umat yang berada di lereng Merapi ini menjalani iman mereka sehari-hari. Mereka belajar untuk senantiasa menjalani hidup dengan penuh ikhlas dan memohon perlindungan serta pertolongan Sang Bunda Maria. Hidupnya dipercayakan atas pengharapan dalam penyelenggaraan Roh Kudus. Gua Maria Sub Tutela Matris yang merupakan warisan Romo Fx. Tan Sue Li SJ ini menjadi mata air umat katolik Ponggol menimba kekuatan dalam ziarah iman mereka.

Pagi itu sebelum matahari bersinar panas peziarah umat dari Lingkungan Yohanes, Mateus, Markus, Lukas dan Theodurus mulai bergerak menuju Gua Maria Nazareth Pereng, Getasan, Ngablak Magelang, Jawa Tengah. Wajah-wajah sukacita terpancar diantara mereka. Alunan lagu Nderek Dewi Maria dan lagu-lagu rohani lainnya mengiringi sepanjangan perjalanan. Sekitar pukul Sembilan pagi rombongan pun tiba Taman Doa Bunda Maria Pereng. Mereka pun melepas lelah sejenak dan melanjutkan Doa Rosario bersama.

Romo Maradiyo, Pr memberkati anak-anak.

Ziarah kali ini terasa penuh berkat. Selain devosi secara pribadi kepada Bunda Maria para peziarah juga berkesempatan mengikuti Perayaan Ekaristi Novena IV Taman Doa Bunda Maria Nazareth. Ekaristi Novena ini dipimpin Romo Adrisnus Maradiyo, Pr, Vikaris Episcopal (Vikep) Yogyakarta Timur. Romo Maradiyo dalam homilinya menekankan pentinnya membangun komunitas kristiani sebagai persaudaraan sejati.

“Komunitas Kristiani bukan sekedar perkumpulan orang yang tidak saling mengenal. Komunitas Kristiani adalah persaudaraan sejati dan hendaknya dibangun atas dasar persekutuan (comunio) dengan Allah Tritunggal: Bapa, Putera, dan Roh Kudus yang merupakan persekutuan kasih yang sejati. Persekutuan Kristiani hanya mungkin diwujudkan jika ada keterlibatan (participatio) dari setiap anggotanya,” kata Romo Maradiyo.

Pesan Romo Maradiyo ini terasa begitu relevan dengan cita-cita umat di Wilayah Santo Ignatius Ponggol dengan semangatnya handarbeni (rasa memiliki), peduli dan berbagi. Keterlibatan setiap anggota tidak hanya menyuburkan komunitas yang ingin dibangun bersama, tapi juga menjadi kesaksian akan Allah yang menyelamatkan. Dengan demikian setiap anggota komunitas terdorong untuk ikut ambil bagian dalam tugas perutusan (missio) mewartakan karya keselamatan sebagai murid-murid Kristus di tengah-tengah masyarakat yang majemuk.

Pengalaman-pengalaman unik dan menarik di Taman Doa  Bunda Maria Nazaret terasa begitu sayang untuk dilupakan. Panitia secara kreatif meracik pengalaman-pengalaman unik menjadi quiz menarik sepanjang perjalanan menuju Taman Doa Bunda Maria Rosa Mistica Salatiga sebagai tujuan terakhir peziarahan. Hadiah-hadiah sederhana menambah suasana perjalanan semakin bahagia.

Taman Doa Santa Rosa Mystica Mater Divinae Gratiae yang terletak di Dusun Njelok, Banyu Urip, Tuntang, Semarang ini menjadi tujuan terakhir ziarah. Taman Doa ini terletak di ketinggian perbukitan Ungaran dan kaki Gunung Merbabu. Peserta ziarah ada yang berjalan kaki bahkan ada yang harus menyewa ojek kendaraan bermotor menuju taman doa ini. Setibanya di lokasi mereka pun disuguhi teh hangat, kacang dan pisang rebus yang disiapkan tim taman doa.

Peziarah pun menikmati suguhan ini dengan penuh syukur. Setelah mereka cukup melepas lelah dan dahaga peziarah melanjutkan doa rosario bersama. Dalam rangkain doa ini Ketua Wilayah Gereja Santo Ignatius Ponggol, Atanasia Lina Widiyastuti sekaligus koordinator ziarah ini mengajak peserta memaknai perjalanan.

Peserta ziarah dari Gereja Wilyah Santo Ignatius Ponggol berfoto bersama.

“Marilah kita merenungkan dan memaknai perjalanan yang cukup melelahkan ini dengan merenungkan Yesus yang menderita sengsara, memanggul salib-Nya menuju bukit Golgota demi menebus dosa umat manusia,” ajak Lina.

Selesai berziarah di Taman Doa Rasa Rosa Mystica Mater Divinae Gratiae peziarahan ini pun berlajut menuju Kampung Kopi Banaran. Mereka beristirahat dan makan siang di tempat ini. Keindahan sunset dengan panorama keindahan alam Rawa Pening menjadi tanda untuk mensyukuri keagungan Allah Sang Pencipta.

Di Kampung Kopi Banaran, para peziarah mengekspresikan sukacita mereka setelah mengalami perjumpaan dengan Tuhan melalui ziarah kepada Bunda Maria. Kegembiraan tampak begitu nyata. Suasana lucu, seru, dan penuh kebersamaan berpadu menjadi satu dalam kehangatan persaudaraan. Setiap lingkungan pun menampilkan kreativitas terbaiknya melalui lomba yel-yel yang meriah dan penuh semangat.

Iman, harapan, dan kasih diwujudkan dalam berbagai ekspresi yang apik dan menarik. Bahkan, para peziarah juga menerima berkat berupa rezeki pembinaan dari panitia, yang menambah sukacita dalam perjalanan ziarah kali ini. Tuhan senantiasa menyertai langkah dan kebersamaan umat Wilayah Santo Ignatius untuk terus membangun iman serta hidup dalam semangat handarbeni, peduli, dan berbagi.

Slamat Raharjo
Katekis Gereja Katolik Wilayah St. Ignasius Ponggol
Paroki Santa Maria Assumpta Pakem.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *