Sr. M. Alfonsin, FCh mengenyam pendidikan di Program Studi Bimbingan Konseling Universitas Sanata Dharma (BK USD) Yogyakarta. Tahun ini, masa pendidikannya menginjak semester enam.
Hidup dan jalan takdir dalam mendalami keagamaannya sama seperti umat Katolik pada umumnya. Namun, setelah tinggal bersama para suster di asrama, menjadi bagian inspirasi baginya.
Inspirasi terbesar yang Sr. Alfonsin dapatkan adalah pengalaman akan kasih Tuhan yang menjadikan dorongan niat untuk hidup yang dibaktikan. Ia pun termotivasi menjadi seorang pelayan dalam Gereja, membaktikan hidup dan mendapatkan kasih Allah.
“Saya merasa paling dekat dengan Tuhan ketika sedang menghadapi kesulitan dan tantangan,” ujar Sr. Alfonsin.
Ia yakin, Tuhan selalu hadir di dalam dirinya dan membimbing untuk dapat melewati segala hal.
Berkat kebulatan hati dan pikirannya, Sr. Alfonsin berjuang dalam nama Tuhan hingga membulatkan tekad untuk menjadi abdi Tuhan. Kehidupan sehari-hari yang dijalani menjadikan inspirasi untuk menemukan jawaban, “Ya, saya niat dan yakin akan menjadi seorang suster.”
Hingga kini, ia lebih taat dalam pelayanan dan kedekatan dengan Tuhan membuat jalan hidupnya lebih menginspirasi para umat. Ia pun mengintegrasikan ajaran agama dalam pelayanannya terhadap sesama melalui pembelajaran yang sudah dilakukan dan didapatkan, lantunan doa, serta bacaan Kitab Suci.
Pasalnya, di samping melayani Tuhan, Sr. Alfonsin tidak menjadikan kuliah sebagai beban bagi dirinya karena ia mampu memanajemen waktu antara tugas dan pelayanan yang dilakukan dengan seimbang. Mulai dari waktu doa, pelayanan, dan studi yang diprioritaskan sesuai panggilan dan tanggung jawab sebagai seorang suster sekaligus mahasiswi.
“Pada waktu tertentu saya gunakan untuk belajar dengan sungguh-sungguh, lalu dalam waktu lain saya gunakan untuk tugas pelayanan dan memberikan waktu sepenuhnya dalam tugas pelayanan itu,” pungkasnya.







