Mengenal Komunitas Awam Katolik SMGM

Hidup Bakti498 Views

Sahabat Mgr. Gabriel Manek (SMGM) adalah sebuah organisasi religius awam yang berfokus pada pengabdian masyarakat, khususnya bagi mereka yang miskin, kecil, terpinggirkan, dan sakit. Kehadiran komunitas ini diilahmi oleh spirit hidup Mgr. Gabriel Manek, SVD semasa hidupnya. SMGM aktif memberikan bantuan moral, spiritual, dan material, dengan jangkauan ratusan komunitas di Indonesia hingga internasional (Timor-Leste dan Afrika).

SMGM juga dikenal sebagai komunitas awam dari Kongregasi Suster-Suster Putri Reinha Rosari (PRR). Hal ini karena kongregasi PRR yang memayungi kehadiran SMGM. Tujuannya adalah melayani sesama dengan sepenuh hati, terutama penderita penyakit, yatim piatu, serta janda/duda, dengan spirit yang menekankan kasih sayang dan pelayanan yang tulus. Saat ini SMGM telah berkembang pesat dengan 172 komunitas di Indonesia dan luar negeri yakni, Timor-Leste dan Afrika. Mereka bahkan berencana memperluas jangkauan hingga ke Eropa.

Foto MGr Gabriek Manek, SVD dalam buku Mgr. Gabriel Manek, SVD Uskup, Pendiri Tarekat Putri Reinha Rosari

Cikal Bakal Lahirnya SMGM

Pemimpin Umum SMGM, Fransiskus Loeky Tjoa pada Munas ke II SMG yang berlangsung di Larantuka, mengisahkan bahwa ide awal pendirian komunitas SMGM bermula dari sebuah proposal yang dikirim dari salah satu komunitas di Merauke pada tahun 2012, dan diterima seorang suster KYM di Surabaya. Proposal ini kemudian diinformasikan kepada dirinya, dan dari proposal tersebut, lahirlah ide membentuk komunitas awam KKYM.

Ide ini kemudian diceriterakan Loeky kepada Sr. Grasiana,PRR yang kebetulan berkenalan dekat dengan keluarnganya. Saat itu Sr. Grasiana masih menjabat sebagai Wakil Pemimpin Umum Kongregasi PRR. Cerita tentang pembentukan komunitas awam ditanggapi baik oleh Suster Grasiana. Loeky kemudian membentuk grup BBM untuk mengajak kaum awam bergabung. Jadilah beberapa orang diajak bergabung. Namun, karena kurangnya komunikasi dari suster pemimpin di Surabaya saat itu, maka satu demi satu anggota mengundurkan diri dan keluar dari grup BBM yang dibuat Loeky.

Pada tahun 2017, ketika Sr, Grasiana berkunjung kembali ke Surabaya, beliau menggagas kembali tentang komunitas awam PRR. Loeky kemudian setuju untuk
mencoba kembali. Berkat dukungan Sr. Kirana, PRR dan Sr. Yusticia,PRR yang kala itu baru selesai pendidikan S2 di Malang, dan berlibur ke Surabaya sebelum kembali ke Larantuka, Loeky seolah mendapatkan semangat baru. Ia mengajak beberpa awam katolik bertemu dan berhasil mendirikan Komunitas SMGM pada 25 April 2017.

Pada tahun pertama pembentukan SMGM, demikian Loeky, kegiatan kunjungan keluarga masih merupakan angan-angan. Kegiatan masih berfokus pada pertemuan konsolidasi untuk memperkuat komunitas. Pada tahun 2018, meski masih terbatas, namun komunitas ini sudah mulai dengan kegiatan nyata melakukan kunjungan dan menghibur para Lansia, juga menggelar perayaan Natal bersama dengan anak-anak Panti Asuhan milik Suter TMM. Kini SMG sudah mengadakan tiga kali Musyawarah Nasional dan Fransiskus Loeky Tjoa masih dipercaya menahkodai SMGM sebagai pemimpin umum.

Kegiatan SMGM

Memiliki slogan melayani dengan sepenuh hati, Komunitas SMGM mengenal dan menerapkan prinsip 5M yakni, menyapa, mendengarkan, menyentuh, mendoakan dan menghibur. Secara terjadawal semua Komunitas SMGM baik pusat maupun cabang yang tesebar di dalam negeri maupun luar negeri, memiliki program dan kegiatan seputuar kegiatan kunjungan rumah dan mendoakan Lansia, orang sakit, baik di rumah maupun dalam perwatan di rumah sakit. Terkadang mereka juga merasa solider dengan orang kecil dengan memberikan bantuan secara sukarela yang dananya bersumber dari para anggota komunitas yang secara sukarela memberi.

Di Larantuka terdapat beberapa cabang SMGM. Salah satunya adalah SMGM Cabang San Juan. Setiap hari Jumat mereka berkumpul dan berdoa di Kapela Mgr. Gabriel Manek. Mgr. Gabriel Manek sendiri adalah pendiri Kongregasi suster-suster PRR yang saat ini sedang dalam proses menuju beatifikasi. Selain berdoa bersama, mereka secara rutin mengunjungi dan menghibur orang sakit. Mereka juga mengambil bagian dalam tanggungan koor di gereja , dan terlibat dalam berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Beberapa anggota SMGM berpose bersama Suster PRR

Agar komunikasi antar anggota cabang, antar cabang dengan cabang dan antar cabang dengan SMGM pusat berjalan baik, mereka selalu mengadakan kegiatan pertemuan melalui aplikasi zoom. Melalui aplikasi yang sama mereka melakukan doa bersama pada setiap bulan Rosario dan bulan Maria. Pada moment-moment tertentu SMGM pusat mengadakan perlombaan antar cabang. Lomba yang pernah dilakukan adalah lomba paduan suara dengan menyanyikan mars dan hymne SMGM. Setiap cabang mengirim hasil rekaman melalui vidio dan dinilai oleh dewan juri yang ada di SMGM pusat untuk menentukan kejuaran dan mendapatkan hadiah.

 

Mansetus Balawala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *