Sleman-utusan.net. Menjadi seorang dokter tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik tetapi juga dibutuhkan berbagai keterampilan lain yang mendukung praktik medis. Calon mahasiswa kedokteran perlu memiliki kemampuan komunikasi, kecerdasan emosional, serta kemampuan bekerja sama dalam tim medis.
Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. dr. Lucia Kris Dinarti, Sp.PD, Sp.JP(K) dalam Talkshow dan Campus Tour bertema “Pendidikan Kedokteran di Era Gen Z yang diseleggarakan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Sabtu, 7 Maret 2026.
Acara ini berlangsung di Auditorium, Kampus II, Gedung St. Thomas Aquinas, UAJY ini juga menghadirkan dekan Fakultan Kedokteran UAJY Dr. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A.
Lebih lanjut dalam talkshow ini, Lucia juga menegaskan akan pentingnya empati dalam profesi, terlebih ketika seorang dokter harus berhadapan langsung dengan pasien dan keluarga pasien.
“Seorang dokter itu harus mempunyai kecerdasan emosional. Bagaimana cara kita menyampaikan berita buruk atau bad news dengan empati yang tinggi. Dokter harus punya kemampuan itu,” terang Lucia.

Sementara itu dekan Fakultan Kedokteran UAJY Dr. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A. dalam talkshow ini mengatakan akan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak yang ingin menempuh pendidikan kedokteran. Menurutnya, dukungan emosional diperlukan agar mahasiswa mampu menghadapi tantangan selama masa studi.
Dekan FK UAJY ini juga menegaskan bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses perjalanan pendidikan. Menurutnya, penting bagi orang tua untuk tidak langsung menghakimi anak ketika menghadapi kegagalan. Orang tua diharapkan bisa membantu mereka dalam menghadapi situasi tersebut.
“Ingatkan anak bahwa kegagalan atau ketidaklulusan itu bagian dari hidup, karena suatu ketika nanti hidup akan lebih baik,” harapnya.
Wakil Rektor I UAJY, Sushardjanti Felasari, S.T., M.Sc.CAED, Ph.D., juga hadir dalam acara ini. Dalam sambutannya ia menyampaikan kegiatan ini menjadi sarana bagi calon mahasiswa dan orang tua untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik dan proses pembelajaran di FK UAJY.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran dunia pendidikan kedokteran kepada calon mahasiswa serta orang tua, terutama di FK UAJY. Susharjanti menambahkan, para peserta yang hadir tidak hanya mendapatkan informasi mengenai proses pendidikan kedokteran. Mereka yang hadir juga dapat berdiskusi langsung dengan dosen, tenaga medis, bahkan mahasiswa mengenai tantangan dan lingkungan akademik FK UAJY.
UAJY berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan yang unggul, inklusif, humanis, dan berintegritas.
“Dan kami juga memastikan bahwa lulusan UAJY akan memiliki kompetensi yang dibutuhkan baik secara akademik maupun profesional dan menjadi lulusan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini oleh universitas, yaitu unggul, inklusif, humanis, dan berintegritas,” tegasnya.














