Aku senang mendengarkan radio. Stasiun radio favoritku yaitu Madu FM. Setiap siang ada acara yang selalu kunanti, yaitu Malaga, singkatan dari Madu Lagu Nostalgia.
Sesuai namanya, acara ini memutar lagu-lagu nostalgia untuk mengenangkan masa-masa remajaku dulu. Presenter Malaga bernama Ica. Ica bersuara empuk, ramai, ceria, dan ceriwis. Ia mampu membawakan program ini dengan sangat hidup dan menarik
Aku terkesan dengan kalimat yang sering diucapkan Ica. “Terima kasih untuk para pendengar Madu FM. Tanpa kalian, Ica bukan siapa-siapa. Tanpa kalian, Ica tidak akan dikenal orang.”
Kalimat ini membuatku merenungkan bahwa keberhasilan karya seseorang tak pernah lepas dari dukungan orang lain. Simaklah pidato para pemenang Piala Oscar, Piala Citra, dan ajang bergengsi lainnya. Semua pemenang mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang membantunya hingga berhasil meraih prestasi.
Perjalanan karyaku pun demikian. Guru SD mengenalkanku pada dunia membaca yang sangat mengasyikkan. Guru SMP melatihku menulis dan berkarya di majalah dinding sekolah.
Keseruan dan keasyikan mengarang cerita kutemukan pada masa SMA, karena guru bahasa Indonesia kami sangat rajin mengoreksi karangan murid-muridnya. Terima kasih untuk guru-guru hebat yang mengukir cinta dalam diri murid-muridnya.
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Tuhan menempatkan orang-orang dalam perjalanan hidup kita tentu ada maknanya. Tak dapat dimungkiri, terkadang aku menemui orang yang tidak kusukai dan mengecewakanku.
Namun, orang itu hanya sedikit dan bisa dihitung dengan jari. Lebih banyak aku bertemu dengan orang-orang baik yang menemani, mendukung, menghibur, dan meneguhkan hidupku.
Ada baiknya bila kita merenungkan dan mengingat orang-orang baik yang berkarya dengan tersembunyi. Mereka menyayangi dan mendukung kita dalam doa-doanya.
Seorang suster ADM sepuh pernah mengatakan, “Saya mendoakan yang terbaik bagimu.”
Ucapan itu menyegarkan jiwaku. Dicintai seseorang laksana merasakan tepukan tangan Tuhan di pundak. Pada-Nya kita boleh bersyukur, kita tak pernah dibiarkan-Nya sendirian.
Sudahkah kita berterima kasih pada orang-orang yang menghiasi jalan hidup kita dengan bunga-bunga cinta? Bila belum, saatnya mengingat mereka dalam doa-doa kita. Terima kasih untuk orang-orang baik yang telah memperindah hidupku.
Ivonne Suryanto














