Gereja di Manggarai Barat Dukung Konservasi Bambu dan Perlindungan Sumber Daya Alam

News1469 Views

Manggarai Barat. Multi Stakeholder Forum (MSF) untuk Sistem Pangan Bersama Keuskupan Labuan Bajo, Yayasan KEHATI, KRKP dan YAKINES melakukan penanaman bambu dan tanaman buah secara simbolis di kawasan Paroki Sok Rutung, Keuskupan Labuan Bajo, Selasa, 09 Oktober 2025.

Kegiatan penanaman simbolis ini dilakukan di halaman pastoran Gereja Sokrutung dihadiri oleh Pastor Paroki Kerahiman Ilahi Sok Rutung Rm.  Ferdinandus M. Mayus, Pr sebagai tuan rumah, peserta dari MSF, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari, KEHATI, KRKP, YAKINES, kepala desa,  kelompok tani, orang muda, dan umat di Paroki Sok Rutung.

Penanaman simbolis ini sebagai  bagian dari Program Pelestarian Keanekaragaman Hayati untuk konservasi air dengan tanaman bambu dan tanaman  lainnya di Kabupaten Manggarai Barat yang diinisiasi Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) dan didukung PT CIMB dan The Body Shop.

“Yayasan KEHATI, PT CIMB Niaga, dan The Body Shop akan menyiapkan sekitar 6.000 bibit bambu dan 1.500 tanaman buah yang akan ditanam di lima desa dalam tiga paroki dan berada di tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat. Kelima desa tersebut yakni Desa Golo Pongkor, Desa Wae Lolos, Desa Golo Desat, Desa Nampar Macing, dan Desa Semang,” jelas Puji Sumedi Hanggarawati, Program Manager Agroekosistem Yayasan KEHATI dalam acara Bincang-Bincang Tentang Bambu dalam kegiatan Kick Off Program Bambu di alun-alun pastoran Paroki Yesus Kerahiman Ilahi, Sokrutung.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan konservasi bambu ini dilakukan sebagai upaya untuk menambah tutupan lahan dan memperbaiki ekosistem serta menabung air. Sementara tanaman buah merupakan insentif yang  bermanfaat untuk ekonomi dan kesehatan.

“Dalam rangka mendukung pelaksanaan program bambu ini, pada Juni 2025, kami telah melakukan pelatihan pembibitan dan budidaya bambu yang diikuti 20 orang perwakilan dari kelima desa dan paroki. Selanjutnya, setiap peserta membuat pembibitan di masing-masing desa,” imbuh Puji.

Hadir sebagai pembicara dalam acara Bincang-Bincang Tentang Bambu antara lain Maria Margaretha Virula Tukan (perwakilan kelompok tani dari Desa Nampar Macing), Gervinus Toni (Kepala Desa Wae Lolos), Septi (Perwakilan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari), Ferdinandus Mau Manu (Koordinator Program YAKINES), Rm. Nando Mayus (Pastor Paroki Kerahiman Ilahi, Sokrutung), dan Mauritz Alviano Latubatara (Sekretaris Dinas Sosial sekaligus perwakilan Multi Stakeholder Forum/MSF).

Ferdinandus menjelaskan, bambu memiliki peran penting dan ganda. Secara ekologis, bambu dapat menjaga kualitas air dan serap emisi karbon. “Di bagian lain, bambu merupakan sumber daya berkelanjutan,” tegasnya.

Septi, perwakilan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), menjelaskan terkait bambu dari hulu hingga hilir. Di hulu, pengembangan bambu itu relatif mudah dan murah. Bambu dapat dikembangkan dengan ranting dan bijinya. Bambu juga sangat penting untuk mencegah terjadinya longsor dan menjaga kualitas air. “Sedangkan di hilir, bambu selain sebagai bahan bangunan yang ramah lingkungan, juga menjadi produk inovatif,” terang Septi.

Kepala Desa Wae Lolos Gervinus Toni mengucapkan terima kasih kepada KEHATI dan YAKINES yang telah memilih Desa Wae Lolos untuk sebagai salah satu desa dampingan untuk pengembangan program bambu ini. Ia bertekad akan memasukan kegiatan konservasi bambu ini ke dalam rencana kerja pemerintah Desa Wae Lolos.

Maria Margaretha Virula Tukan, perwakilan kelompok tani perempuan dampingan YAKINES dari Desa Nampar Macing, mengisahkan pengalaman pribadinya setelah mendapatkan pelatihan pengembangan tanaman bambu. “Saya bersama kaum ibu di Desa Nampar Macing yang kembangkan tanaman bambu walaupun tidak didukung oleh kaum bapak,” ungkapnya.

Rm. Nando Mayus, Pastor Paroki Kerahiman Ilahi, Sokrutung menjelaskan bahwa sampai saat ini sudah ada langkah konkret yang sudah dilakukan oleh pihak Gereja dalam upaya konservasi bambu dan perlindungan sumber daya alam. Salah satunya adalah membangun kerja sama dengan para pihak dengan melakukan penanaman anakan bambu.

Mewakili pemerintah daerah dan MSF, Mauritz Alviano Latubatara menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat pada prinsipnya sangat mendukung setiap upaya atau tindakan positif lainnya untuk mendukung pembangunan di Manggarai Barat.

Kegiatan kick off program bambu ini diakhiri dengan dengan penanaman bambu dan tanaman buah secara simbolis bersama di lahan paroki.

Vinsen Patno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *