Setelah 40 Tahun Jadi Mimpi, Kapel St. Athanasius Agung UGM Diberkati

Misa Pemberkatan Kapel St. Athanasius Agung UGM

News3420 Views

Sleman. Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta telah memiliki fasilitas kerohanian sebagai sarana peribadatan yang lengkap untuk semua agama di Indonesia. Fasilitas kerohanian ini menjadi salah satu prioritas dan komitmen UGM dalam upaya membangun keberagaman dan toleransi.

Fasilitas kerohanian UGM telah diinisiasi sejak tahun 1980. Beragam dialog dan kajian pun dilakukan hingga peletakan batu pertama dilaksanakan pada 21 Mei 2022.

Terletak di Kompleks Perumahan Sekip Blok N, fasilitas kerohanian ini menjadi kebanggaan UGM dalam menjaga dan merawat nilai-nilai luhur Pancasila.

Kapel St. Athanasius Agung adalah satu dari sarana peribadatan yang berada dalam fasilitas kerohanian ini. Setelah fasilitas kerohanian diresmikan oleh Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG., Ph.D. dan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM Prof. Dr. Pratikno, M.Soc., Sc. pada Selasa, 19 Desember 2023, Kapel St. Athanasius Agung diberkati oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko pada Kamis, 22 Februari 2024.

Mgr. Rubi mengungkapkan, impian untuk memiliki gereja ini telah menyala selama 40 tahun, sejak masa imam muda. “Ketika Rektor memberi lampu hijau untuk proyek ini, semua merasa bersemangat dan penuh harapan,” ucapnya.

Dalam refleksi yang dilakukan bersama dosen dan komunitas, pentingnya memiliki gereja menjadi jelas. Gereja adalah lambang eksistensi komunitas, sebuah tempat yang mengakui keberadaan dan kontribusi setiap individu. Ini sesuai dengan semangat Pancasila yang dianut oleh UGM.

“Gereja adalah tempat untuk merasakan eksistensi bersama, di mana kita bergerak bersama sebagai satu komunitas. Gereja juga tempat untuk bertemu, baik dengan Tuhan maupun sesama. Meskipun kita bisa berdoa di mana saja, keberadaan gereja memberikan kepastian dan kesempatan untuk bertemu dengan Tuhan secara khusus melalui sakramen dan ibadat,” tutur Mgr. Rubi.

Ia lantas menekankan bahwa gereja ini akan menjadi pusat penggembalaan dan pembinaan iman bagi seluruh komunitas. Hal ini penting agar setiap individu dapat memperkuat iman dan mendapatkan mahkota keselamatan yang dijanjikan. Mgr. Rubi juga mengajak semua pihak untuk menggunakan gereja ini sebagai sarana untuk melayani dan berkontribusi kepada masyarakat.

Mgr. Rubi menyerahkan pengelolaan gereja kepada para pastor dan jemaat dengan harapan agar gereja ini menjadi tempat yang nyaman bagi semua umat. Ia juga mengingatkan pentingnya kerendahan hati dan kerelaan dalam berkontribusi untuk membangun gereja ini, baik melalui sumbangan maupun partisipasi aktif.

Kapel St. Athanasius Agung masuk wilayah Paroki Santo Antonius Padua, Kotabaru dengan Rm. Macarius Maharsono Probho, SJ sebagai Pastor Kepala Paroki. “Rm Mahar, kalau dimungkinkan Misa setiap Minggu, dipersilahkan,” pesan Mgr. Rubi disambut tepuk tangan umat yang hadir.

Sementara itu, Rm. Maradiyo menyatakan bahwa Rm. Daryanto bersama para romo di Yogyakarta siap untuk melayani. “Yogyakarta itu gudangnya romo. Maka, jangan khawatir. Kita tidak akan mengalami kesulitan untuk mencari romo. Jangan sampai keluarga besar Katolik UGM menjadi kering di Yogyakarta,” ujarnya.

Dengan penuh semangat dan harapan, peresmian Kapel St. Athanasius Agung UGM menjadi momen yang bersejarah bagi seluruh komunitas UGM. Dengan dukungan dan kerja sama semua pihak, kapel ini diharapkan akan menjadi tempat yang suci dan berkat bagi banyak orang dalam masa-masa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *