Bantul. Kamis, 26 Desember 2024 adalah momen penting bagi umat di lingkungan St. Stefanus, Paroki St. Yakobus Bantul karena memperingati pesta nama St. Stefanus sekaligus penetapan kepengurusan baru periode 2025 – 2028.
Hal ini merupakan implementasi dari pemekaran lingkungan St. Stefanus sebagai program dari Paroki St. Yakobus Bantul yang berhasil dilaksanakan.
Langkah ini didahului dengan ibadat sabda sebagai rasa syukur karena kepengurusan baru Lingkungan St. Stefanus sudah terbentuk bersamaan dengan pesta nama pelindung sekaligus merayakan Natal.
Ibadat sabda di rumah FX Mohadi, Niten, Trirenggo, Bantul dipimpin PC Suratin, prodiakon lingkungan St. Stefanus.
Suratin memaknai kelahiran Yesus sebagai momen bagi umat agar dapat menjadi manusia baru, seperti kembali dilahirkan dengan semangat baru. “Dikaitkan dengan pemekaran lingkungan, hendaknya kita dapat berguna, bertumbuh dalam kasih, dan memberi arti bagi umat, seperti memaknai kelahiran Yesus Kristus sendiri, yang lahir untuk menebus umat manusia di dunia,” ujarnya.
Demikian pula hikmah kehidupan dari St. Stefanus yang gigih menyuarakan kebenaran dan tetap setia akan Tuhan. “Kiranya kita dapat mengambil nilai dan hikmah dari St. Stefanus sesuai dengan teladan dari pelindung lingkungan kita,” pungkas Suratin.
Susunan pengurus Lingkungan St. Stefanus, Paroki St. Yakobus Bantul yakni FX Mohadi (Penasihat Satu), Boni Satria Simarmata (Penasihat Dua), Gratsias Adhi Hermawan (Ketua Satu), St. Edwin Widyatmaka (Ketua Dua), Y. Sudarsono (Sekretaris Satu), FX Danang (Sekretaris Dua), Sisilia Sriyani (Bendahara Satu), dan Ermi Dwilaksmiasanti (Bendahara Dua). Kepengurusan ini dilengkapi dengan sejumlah seksi pendukung lainnya.
Sudarsono menjelaskan, “Pemekaran ini merupakan wujud dari capaian umat yang telah berjumlah tiga puluh tujuh KK (kepala keluarga) dengan jumlah umat sudah mencapai sembilan puluh jiwa. Hal ini sekaligus sebagai perwujudan perpanjangan dari program Paroki St. Yakobus dalam pemberdayaan dan pelayanan umat ke depan agar lebih optimal.”
Lebih lanjut, Sudarsono menyebutkan Lingkungan St. Stefanus terdiri dari beberapa dusun atau kampung, yaitu Niten sebagai base camp, Pasutan, Jedigan, Bogoran, Pepe, Priyan, Tanubayan, Gempolan Kulon, Gempolan Wetan, Klembon, serta Gaten.
Sementara itu, Gratsias Adhi Hermawan mengucapkan rasa terima kasih atas kepercayaan umat yang memilih dirinya sebagai ketua lingkungan baru. Ia berharap nantinya dapat mengabdikan diri sebagai pelayan umat, yang juga wujud amanah umat sebagai ketua lingkungan baru untuk memimpin lingkungan St. Stefanus tiga tahun ke depan.
Memaknai tugas barunya, Adhi berharap semua pengurus dapat bersinergi dalam tugas-tugasnya. “Mohon dukungan penuh seluruh umat di lingkungan untuk kemajuan Lingkungan St. Stefanus, khususnya, dan Gereja pada umumnya, serta demi memuliakan Tuhan,” ucapnya penuh semangat.














