Sekolah Iman Paroki Santa Theresia Sedayu: Hidupi Kasih dan Iman dalam Sakramen Ekaristi

News1135 Views

Bantul. Paroki Santa Theresia Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Sekolah Iman pada Senin, 13 Oktober 2025. Pertemuan ini secara khusus mengupas makna mendalam dari Kitab Suci, berkaitan dengan pesan Tuhan yang bertajuk “Lakukanlah Ini Sebagai Kenangan Akan Daku” dengan fokus pada Sakramen Ekaristi.

Mengangkat tema besar “Hidup Mengerjakan Masyarakat” dan mengambil tema khusus tentang pengajaran Ekaristi. Penyelenggaraan Sekolah Iman ini dibentuk dalam rangka Formasi Iman Berjenjang dan Berkelanjutan (FIBB) serta menghadirkan narasumber, seorang ahli devosi, yaitu Y.B. Haryono.

Sekolah Iman diadakan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan berkaitan dengan hidup menggereja dan bermasyarakat. “Tentang hidup menggereja itu punya faith dan knowledge, jadi iman dipahami secara mendalam,” jelas Bernardus Rusmantoro, Tim Pelayanan Sekolah Iman.

Pastor Vikaris Paroki Santa Theresia Sedayu Rm. Antonius Koko Kristanto, Pr  menekankan bahwa Ekaristi adalah sumber dan puncak kehidupan orang beriman. “Ciri orang yang mempunyai iman, harapan, dan kasih adalah senantiasa mengupayakan Sakramen Ekaristi. Sakramen inilah yang menjadi tanda nyata kehadiran Allah yang dapat kita terima setiap hari untuk menyelaraskan diri,” tegasnya.

Rm. Antonius Koko Kristanto, Pr (berdiri). Ciri orang yang mempunyai iman, harapan, dan kasih adalah senantiasa mengupayakan Sakramen Ekaristi.

Ia melanjutkan dengan menggali makna “kenangan akan daku”. Menurutnya, segala perbuatan kasih, iman, dan pengharapan kita tertuju kepada Tuhan, bukan mendapat pengakuan duniawi. “Kita bisa berbuat kasih, menyembuhkan, bahkan mengusir setan, tetapi jika Tuhan tidak mengenali kita, kita tidak akan masuk Kerajaan Surga. Ibaratnya, kita kenal Pak Harto, tapi kalau tiba-tiba masuk rumahnya, kita akan diusir karena tidak kenal. Begitu pula dengan Tuhan,” tutur Rm. Koko.

Sekolah Iman yang diselenggarakan Paroki Sedayu terbuka untuk semua jenjang. Tim Pelayanan mengundang setiap perwakilan dari setiap lingkungan di paroki. “Diharapkan minimal satu atau dua perwakilan dari setiap lingkungan,” sebut Caecilia Rahayu Mulyawati, Koordinator Sekolah Iman.

Tim Pelayanan berharap agar Sekolah Iman tetap berlanjut sebagai bentuk kesadaran umat dalam mendalami keimanannya dan mendalami Sang Pencipta.

“Agar berkembang dan berlanjut, umat semakin sadar bahwa ini penting karena kegiatan ini sudah didukung oleh paroki dan terutama Yesus,” harap Antonius Ananta Nugraha, Tim Pelayanan Sekolah Iman.

Simplisius Calvindoro Ruly Titanio & Maria Clara Yosefanie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *