Bantul. Momen penuh syukur dan kebersamaan tercipta dalam Perayaan Ekaristi yang istimewa di Gereja St. Yusuf Padokan, Bantul pada Minggu, 12 Oktober 2025. Umat berkebutuhan khusus (UBK), didampingi keluarga, mengikuti Misa yang secara khusus dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan mereka. Perayaan Ekaristi dipimpin Rm. Cosmas Christian Timur, Pr atau akrab disapa Rm. Oot.
Fransiska Santi Lestari, Koordinator Wilayah St. Yusuf Padokan, menjelaskan bahwa Misa UBK dimulai dalam lingkup yang terbatas di Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran, Yogyakarta. Namun seiring berjalannya waktu, kegiatan ini menarik perhatian umat dari berbagai paroki lain. “Kami mengadakan Misa UBK setiap tiga bulan sekali. Di awal, hanya umat Pugeran yang ikut, tetapi sekarang sudah banyak umat dari paroki lain yang ikut serta,” jelasnya.

Secara khusus, Perayaan Ekaristi ini ingin mewujudkan tujuan dari Gereja, yakni memperhatikan yang lemah, miskin, tersingkir, dan berkebutuhan khusus. Perwujudan nyatanya ditunjukkan oleh umat Wilayah St. Yusuf Padokan. Perayaan Ekaristi juga dilengkapi translator bagi penyandang tunarungu.
“Ini wujud nyata dari kepedulian Gereja untuk kita memperhatikan umat yang dalam keadaan butuh sentuhan perhatian dan kita mulai mengadakan Misa UBK, terkhusus di paroki kami,” ungkap Santi, sapaan akrabnya.
Perayaan Ekaristi tersebut tidak hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sebuah panggung untuk menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu dalam iman. Atmosfer khidmat tetapi ceria terasa kuat.

“Jangan sebut ini kekurangan, tetapi ini merupakan sebuah kelebihan. Yang selalu saya katakan setiap kali Misa UBK adalah apa yang kamu terima dari Tuhan adalah yang terbaik bagi kita,” pesan Rm. Oot yang merupakan Pastor Vikaris Paroki St. Yakobus Bantul ini.
Rm. Oot mengajak umat sekalian untuk selalu mengingat bahwa memiliki kekurangan sebagai seorang berkebutuhan khusus merupakan yang terbaik dari Tuhan, maka itu yang harus selalu disyukuri.
“Kita berterima kasih kepada Tuhan atas kekurangan yang dimiliki dengan cara mensyukurinya, jangan menyesalinya,” tegas Rm. Oot.
Maria Clara Yosefanie & Kezie Tsellamitha Andini Makalew














