Yogyakarta– Program Studi Arsitektur, Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bekerja sama dengan SMA Negeri 6 Yogyakarta, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPUPKP) menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Green Ideas, Better Spaces: Student Collaboration for Green Open Space.”
Kolaborasi ini menjadi bagian dari inisiatif Green Eco School Assistance yang bertujuan mendorong generasi muda mengembangkan gagasan desain yang kreatif dan partisipatif. Fokus desain adalah untuk mewujudkan ruang terbuka hijau di Kampung Terban (RW 06), Yogyakarta.
Sebanyak tiga tahap program ini diselenggarakan di SMA Negeri 6 Yogyakarta yakni tahap pertama dilaksanakan Rabu, 15 Juli 2026, tahap kedua Jumat, 17 Juli 2026 dan tahap ketiga pada Jumat 24 Juli 2026. Selama rangkaian kegiatan, para siswa mendapatkan pendampingan dari dosen dan praktisi arsitektur untuk memahami proses perancangan ruang publik yang memperhatikan aspek lingkungan, fungsi sosial, serta keberlanjutan kawasan.

Puncak kegiataan ini ditutup dengan presentasi hasil rancangan yang dinilai langsung oleh dewan juri internasional dari empat negara yakni Prof. Md. Ar. Rafiq Azam dari Bangladesh, Ar. Rebecca Vanessa D.L. Rellosa dari Filipina, Ar. Alan Cheung dari Hong Kong dan Ar. Zannat Jui dari Bangladesh.
Sri Moerni, S.Pd., M.Pd. kepala sekolah SMA 6 Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama UAJY melalui program ini. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa di luar kelas, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab terhadap pengelolaan lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami meyakini pada anak-anak bahwa kamu bisa, kamu punya potensi, kamu hebat,“ ujar Sri Moerni memberikan kepercayaan sekalogius motivasi kepada para siswa.
Tak hanya itu, Moerni juga menambahkan bahwa pendampingan dari UAJY menjadi pengalaman yang membanggakan. Hal ini, katanya, juga menjadi penyemangat bagi siswa untuk terus berkontribusi dalam menjaga, melestarikan, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Dalam program tahap pertama, program ini dilakukan dalam bentu pertemuan daring yang meliputi pembukaan program, pemaparan rangkaian kegiatan, serta pengenalan metode Knowledge Junction (KJ) sebagai bekal pelaksanaan survei lapangan.
Pada program tahap kedua mereka melakukan kegiatan survei lapangan di Kampung Terban dilanjutkan lokakarya analisis hasil survey. Mereka juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk pengolahan data visual, serta penyusunan konsep dan draft poster.
Seanjutnya, untuk tahap ketiga mereka melakuka presentasi hasil rancangan menggunakan format Pecha Kucha. Dalam program ini mereka juga melajutkan sesi penilaian yang dilakukan dewan juri, diskusi, serta pengumuman pemenang sebagai penutup rangkaian program.
Antusiasme berpartisipasi dan mendampingi para siswa dalam ajang kolaborasi ini diungkapkan oleh Clara Noviana Devi, mahasiswa Program Studi Arsitektur UAJY semester 3. Ia mengatakan keterlibatannya menjadi pengalaman pertama yang sangat berharga terlebih mendapat kesempatan untuk dinilai langsung oleh juri internasional.
“Excited banget karena ini pengalaman pertama ikut event sebesar ini, apalagi jurinya internasional. Menurutku ini opportunity yang sangat luar biasa karena tidak semua teman-teman bisa merasakan hal yang sama,” ujar Clara
Lebih lanjut Clara mengatakan ia tidak menyangka akan meraih kelompok terbaik. Ia beralasan karena ia fokus utama timnya sejak awal hanya berusaha menyelesaikan tugas desain secara maksimal.
“Jujur tidak expect bisa sampai dinobatkan sebagai kelompok terbaik. Saat diumumkan jadi pemenang itu bikin speechless, bahkan tadi sempat memproses apakah benar nama kelompok kami yang dipanggil,” tutupnya.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi berkelanjutan antara UAJY, SMA Negeri 6 Yogyakarta, IAI, serta pemerintah. Kerjasama ini juga untuk menciptakan ruang pembelajaran bersama yang mendorong kreativitas, kepedulian lingkungan, serta partisipasi aktif generasi muda untuk mewujudkan ruang terbuka hijau.














