PMKRI Yogyakarta: Beri Ruang Masyarakat Ejawantahkan Kegelisahan terhadap Negara

News1418 Views

Yogyakarta. Belakangan ini, berbagai persoalan ekologi di wilayah Indonesia Timur ramai menjadi sorotan di media sosial. Di tengah kondisi tersebut, Tugu Golong Gilig Yogyakarta menjadi saksi aksi panggung rakyat yang digelar Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Yogyakarta, St. Thomas Aquinas. Mereka bergerak secara kolektif dengan Ikatan Keluarga Ile Ape Yogyakarta pada Sabtu, 14 Juni 2025.

Aksi berjalan selama lima jam dengan tujuan menyuarakan aspirasi dengan memberikan ruang terbuka bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang peduli terhadap kondisi di Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT), serta daerah-daerah di seluruh Indonesia untuk menyuarakan keresahan dan solidaritas atas krisis lingkungan yang terjadi di sana.

Arnoldus Paulus Sewa, Presidium Gerakan Masyarakat PMKRI Cabang Yogyakarta Masa Bakti 2024/2025, menyatakan masyarakat harus diberi ruang untuk mengejawantahkan kegelisahan mereka terhadap kebijakan negara yang dinilai makin berpihak pada kepentingan kapitalisme dan oligarki, bukan pada rakyat.

Dalam aksi ini, massa menyampaikan tuntutan kepada Presiden Prabowo dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT GAG Nikel di Raja Ampat, serta menghentikan proyek panas bumi (geothermal) di Flores, Nusa Tenggara Timur, yang dinilai mengancam kelestarian lingkungan dan hak hidup masyarakat adat.

Ketua PMKRI Cabang Yogyakarta, Egidius Ronikung, juga menegaskan bahwa akan ada aksi-aksi selanjutnya jikalau segala tuntutan tersebut tidak terealisasi. “Dipastikan akan mengandeng seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat DIY untuk tetap bersuara atas ketidakadilan yang yang terjadi di negara ini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *