Meski Usaha Kecil, Mutu Harus Dijaga

FTb UAJY Gelar Pelatihan Standardisasi Simplisia dan Pengenalan Fitokimia Sederhana bagi Pelaku UMKM

News176 Views

Sleman. Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FTb UAJY) bekerja sama dengan UMKM Jamu Rempah Jogja mengajak para pelaku UMKM jamu dan masyarakat umum untuk mengikuti Pelatihan Standardisasi Simplisia dan Pengenalan Fitokimia Sederhana bagi Pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Pelatihan yang diselenggarakan pada Selasa, 27 Oktober 2026 di Lab. Pembelajaran Biologi, Lt. 6, Gd. Fransiskus Asisi FTb UAJY ini bertema “Simplisia Bermutu, Kandungan Terjaga, Produk Lebih Dipercaya”.

Dua dosen Biologi FTb UAJY yang menjadi narasumber yakni apt. Ines Septi A., S.Farm., M.Sc., Ph.D. dan Dr. Nelsiani To’bungan, S.Pd., M.Sc.

Materi pelatihan yang diikuti sekitar 20 peserta ini meliputi pembuatan simplisia dan cara pengeringan yang baik, pengamatan makroskopik dan mikroskopik, serta pengujian fitokimia kualitatif.

Simplisia adalah bahan alam yang telah dikeringkan dan digunakan sebagai bahan obat tanpa pengolahan lebih lanjut, antara lain irisan kunyit atau jahe, daun kering, kulit jeruk kering, dan serutan kayu secang.

Ines yang juga menjabat Dekan FTb UAJY mengatakan tujuan pelatihan ialah supaya para pelaku UMKM secara sederhana sungguh tahu bahan yang digunakannya baik atau tidak.

“Meskipun skala usahanya kecil, tetapi mutu tetap harus dijaga. Kepercayaan itu harus dijaga. Maka, paling tidak bekal yang kami berikan hari ini semoga memberi insight dan semangat baru, serta nanti bisa diimplementasikan dalam usaha para pelaku UMKM,” harap Ines.

Para peserta mengamati preparat kunyit, jahe, kulit jeruk, dan kayu secang melalui mikroskop.

Selain itu, tujuan pelatihan ini juga membantu pelaku UMKM menyiapkan simplisia dengan benar dan melakukan pemeriksaan awal terhadap bentuk, ukuran, warna, aroma, tekstur, kebersihan, dan kerusakan.

Pada sesi kedua, Nelsi menjelaskan pengamatan mikroskopis simplisia merupakan salah satu metode pemeriksaan mutu dan identifikasi bahan alam (simplisia) dengan bantuan alat berupa mikroskop.

Mikroskop membantu melihat struktur jaringan, sel, atau fragmen pengenal khas pada sediaan (preparat) segar maupun bentuk serbuk yang tidak dapat terlihat tanpa alat bantu ini.

Pengamatan ini bertujuan antara lain standardisasi mutu farmasi, mengetahui fragmen pengenal yang khas, serta mencegah pemalsuan dan substitusi.

“Dan, tidak semua bahan alam itu aman, ada juga yang toksik (mengandung racun-Red.),” tegas Nelsi mengingatkan para peserta.

Usai praktik fitokimia kualitatif sederhana, para peserta diajak untuk mengamati preparat kunyit, jahe, kulit jeruk, dan kayu secang melalui mikroskop.

Willy Putranta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *