Mazmur, Doa Abadi bagi Umat Allah

Pelita761 Views

Mazmur dari dulu merupakan sekumpulan lagu-lagu atau sajak-sajak keagamaan terpilih yang digunakan umat untuk nyanyian doa pada saat ibadat atau sembahyang. Menurut kisah dalam Injil, Yesus sendiri memakai Kitab Mazmur untuk sembahyang, baik dalam ibadat maupun di luar ibadat.

Dalam Perjanjian Lama, umat Israel menggunakan Kitab Mazmur sehabis masa pembuangan, masa Perjanjian Baru, dan hingga pada zaman modern ini masih digunakan.

Mengapa isi Kitab Mazmur masih relevan sampai zaman sekarang? Kitab Mazmur merupakan Doa Abadi bagi Umat Allah, karena isinya tetap relevan dengan situasi masa kini. Sampai sekarang, kehadiran Allah masih dapat dialami oleh umat yang percaya.

Kitab Mazmur berasal dari suatu proses yang panjang dan tidak sekali tulis, bahkan bukan hanya oleh seorang penulis. Mazmur pun sudah selesai dibukukan sejak awal abad kedua.

Sebagai mahasiswa teologi, kami mendapat mata kuliah Kitab Mazmur dan Kebijaksanaan yang merupakan bagian dari Mazmur itu sendiri. Materi yang menarik perhatian saya salah satunya proses Mazmur sampai sekarang.

Mazmur juga lahir dari atau dalam lingkungan hidup yang sangat konkret. Mazmur 38 adalah doa orang yang sedang menderita sakit, Mazmur 106:23-32 mengungkapkan kerinduan orang yang berada di pengasingan untuk kembali kepada Allah, dan masih banyak lainnya (Dewantara, 2008).

Dalam arti tertentu, Mazmur adalah karya sastra. Mazmur ditentukan oleh pribadi pengarang, lingkungan budaya, dan nilai-nilai yang ingin diungkapkan di dalamnya. Ada 73 Mazmur yang dalam judulnya juga dipertalikan dengan Daud dan kadang-kadang ditambah berita mengenai Kerajaan. Ada juga judul-judul Mazmur yang pengarangnya berbeda, misalnya Bani Korah (Kelompok Penyanyi), Asaf (Penyanyi), dan lain-lain.

Yesus sendiri juga memakai Mazmur. Setiap tahun Ia pergi ke Yerusalem untuk beribadah (tentu masuk Bait Allah dan menyanyikan Mazmur). Setelah perjamuan Paskah, Ia menyanyikan pujian (Mat. 26:30). Kemungkinan besar pujian itu adalah Mazmur.

Nilai Mazmur mendidik kita untuk dekat dan merindukan Allah, mengajarkan pada kita untuk peka pada kehadiran Allah, mengajar kita bagaimana untuk berdoa dalam segala situasi, karena Mazmur memuat berbagai doa manusia dalam berbagai situasi, dan dapat diartikan mengajarkan kita untuk intim dengan Allah.

Kitab Mazmur juga mengajarkan dan mengingatkan kita tentang relevansi kita dengan Allah, yakni Mazmur merupakan kitab khusus yang berisi berbagai macam jenis lagu nyanyian, berisi pesan tentang situasi yang konkret, situasi yang dialami pribadi maupun kelompok, dan itu menyatakan diri kita melalui doa. Maka, kita hendaknya jangan lupa untuk selalu bernyanyi dalam ibadat dan di luar ibadat, karena Tuhan selalu mendengarkan kita untuk mendengarkan situasi kita dalam pokok sembahyang kita.

Semoga dengan beberapa penjelasan yang membuka mata kita tentang Mazmur, kita sebagai orang yang diberi mulut untuk bersuara dan berbicara hendaknya menggunakan pemberian Tuhan dengan sebaik mungkin dan menggunakan perasaan juga, untuk memuji Allah dalam sembahyang maupun ibadat.

Gabriel Jonathan Barcelona (Mahasiswa STKIP Widya Yuwana Madiun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *