Masa Depan Butuh Generasi Kreatif, Inovatif, dan Adaptif

Papan Tulis555 Views

Belajar tidak selalu berlangsung di ruang kelas dengan buku dan papan tulis. Kadang, pembelajaran justru hadir melalui perjumpaan, dialog, dan refleksi yang membuka cara pandang baru terhadap diri sendiri maupun dunia.

Semangat itulah yang terasa dalam kegiatan Serba-Serbi Input SMA Kolese De Britto yang berlangsung pada 2–5 Juni 2026. Selama empat hari, siswa kelas X dan XI diajak menyelami berbagai tema yang dekat dengan kehidupan; mulai dari refleksi diri, kecerdasan buatan (AI), dunia bisnis, hingga tantangan kesehatan mental dan literasi media di era digital.

Kegiatan dibuka pada Selasa, 2 Juni 2026, dengan materi mengenai ruang lingkup Examen, sebuah tradisi refleksi khas spiritualitas Ignatian. Romo dan Frater Jesuit, salah satunya Rm. Jacobus Aditya Christie Manggala, SJ (Kepala Campus Ministry Universitas Sanata Dharma) mengajak seluruh siswa kelas X dan XI untuk berhenti sejenak dari rutinitas yang padat dan belajar melihat kembali pengalaman hidup sehari-hari dengan lebih sadar.

Melalui suasana yang hangat dan dialogis, para siswa diajak memahami bahwa mengenali diri sendiri merupakan langkah awal untuk mengambil keputusan yang bijaksana. Di tengah dunia yang bergerak begitu cepat, Examen menjadi ruang untuk bertanya, apa yang sedang terjadi dalam hidupku, apa yang patut disyukuri, dan ke mana aku akan melangkah?

Memasuki hari kedua, Rabu, 3 Juni 2026, para siswa mulai diajak melihat dunia yang sedang berkembang dengan sangat pesat. Siswa kelas X mendapatkan materi tentang Artificial Intelligence (AI) dari narasumber Universitas Bina Nusantara (Binus), Ir. Taufik, S.T., M.M., Ph.D., IPM. (Ketua Jurusan Smart Industrial Engineering).

Narasumber dari Universitas Binus Nusantara.

Para siswa diajak memahami bagaimana AI telah hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari media sosial, aplikasi belajar, hingga dunia kerja masa depan. Diskusi berlangsung hidup karena banyak siswa menyadari bahwa teknologi yang gunakan setiap hari ternyata menyimpan peluang sekaligus tantangan yang perlu disikapi secara kritis.

Sementara itu, siswa kelas XI memperoleh materi tentang dunia bisnis dari Universitas Surabaya (Ubaya), Aris Surya Putra, M. Ak. Narasumber mengajak siswa memahami bahwa bisnis bukan hanya soal mencari keuntungan, tetapi juga tentang kreativitas, keberanian mengambil peluang, dan kemampuan membaca kebutuhan masyarakat. Berbagai contoh usaha yang dekat dengan kehidupan anak muda membuat sesi ini terasa relevan dan inspiratif.

Pada Kamis, 4 Juni 2026, kedua kelompok bertukar pengalaman belajar. Siswa kelas X mendapatkan materi bisnis dari Aris Surya Putra, M. Ak., sedangkan siswa kelas XI mendalami AI bersama Muhammad Rizki Nur Majid, S.T., M.Kom. (Dosen Computer Science Binus ).

Pertukaran materi yang disesuaikan dengan konteks angkatan kelas ini memberi kesempatan bagi seluruh siswa untuk memperoleh wawasan yang seimbang antara perkembangan teknologi dan dunia kewirausahaan.

Para siswa diajak menyadari masa depan membutuhkan generasi yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kreatif, inovatif, dan adaptif.

Narasumber dari Universitas Surabaya.

Rangkaian kegiatan ditutup pada Jumat, 5 Juni 2026, bersama para narasumber dari FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta dengan tema besar literasi media. Bagi siswa kelas X, fokus pembahasan adalah fenomena cyberbullying, judi online, dan pinjaman online yang semakin dekat dengan kehidupan remaja dengan narasumber Olivia Lewi Pramesti. Para siswa diajak mengenali risiko, dampak, serta cara melindungi diri dari berbagai ancaman digital yang kerap muncul tanpa disadari.

Sementara itu, siswa kelas XI diajak mendiskusikan tema yang sangat relevan dengan fase kehidupan, yakni “Tetap Waras di Tengah Tuntutan: Menjadi Sukses tanpa Kehilangan Diri”, dengan narasumber Drs. Mario Antonius Birowo, M.A., Ph.D.

Dalam suasana yang reflektif, para siswa diajak melihat bahwa kesuksesan tidak selalu diukur dari prestasi akademik atau pencapaian yang terlihat, melainkan juga dari kemampuan menjaga kesehatan mental, mengenali batas diri, dan tetap menjadi pribadi yang utuh di tengah berbagai tuntutan.

Melalui Serba-Serbi Input 2026, SMA Kolese De Britto kembali menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang utuh. Tidak hanya membentuk siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga pribadi yang reflektif, kritis, melek teknologi, peka terhadap realitas sosial, dan mampu menjaga kesehatan dirinya.

Sebab pada akhirnya, masa depan bukan hanya tentang menjadi pintar, melainkan tentang menjadi manusia yang mengenal dirinya, memahami zamannya, dan berani melangkah dengan bijaksana.

Chr. Danang Wahyu P, S.Or., M.M.
Humas SMA Kolese De Britto Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *