Ibu Paroki Santo Yakobus Bantul Tekuni Literasi dalam Keluarga

News1232 Views

Bantul. “Suka duka dalam keluarga kami lewati bersama. Dengan beberapa kali harus berpindah tempat mengikuti tugas suami, tapi semua kami nikmati dengan kebersamaan. Semua untuk keutuhan keluarga tercinta. Kami bersyukur untuk kemurahan dan kasih Tuhan yang tidak pernah berakhir,” ungkap Sylvia Maria Winahjuningrum Primawati, ibu rumah tangga, dari Lingkungan Alexander Agung, Paroki St. Yakobus Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ibu rumah tangga Angela Ika Megasari dari Lingkungan Ignatius Loyola mengemukakan, pengalaman yang terkesaan dalam keluarga adalah membiasakan untuk ngobrol dan berdoa bersama. “Kami dapat saling menceritakan pengalaman masing-masing, harapan ke depan dan saling mendukung satu sama lain,” tuturnya.

Sementara itu, M.G. Yuliana Triwijayati dari Lingkungan Barnabas yang menjadi karyawan sebuah usaha katering mengungkapkan, dalam membina keluarga ternyata dibutuhkan kesabaran, keikhlasan dan tanggung jawab yang besar sehingga dapat membina keluarga yang rukun dan damai.

Tiga orang ibu tersebut merupakan peserta sarasehan Literasi Keluarga yang diadakan Paguyuban Ibu Paroki Santo Yakobus Bantul di aula gereja pada Selasa, 3 Februari 2026. Agenda yang diadakan bekerja sama dengan Komunitas Literasi Yuk Belajar Menulis (YBM) ini menghadirkan narasumber pegiat literasi Y.B. Margantoro. Tujuan kegiatan untuk menambah wawasan peserta tentang arti membaca, menulis, berpikir kritis, dan berkomunikasi dengan baik.

Ketua Paguyuban Ibu Paroki Santo Yakobus Bantul Sylvia Maria Winahjuningrum Primawati berharap, pada era digitalisasi ini para ibu dapat lebih bijaksana di dalam bersikap dan bertindak, khususnya dalam komunitas paguyuban Ibu Paroki Bantul.

Pada kesempatan ini, narasumber sarasehan Y.B. Margantoro mengajak ibu-ibu paroki untuk mulai menekuni literasi keluarga. Selain untuk menumbuhkan minat membaca anggota keluarga, melalui kompentensi yang dimiliki dapat menghasilkan produk literasi antara lain berupa buku yang memuat tentang sejarah dan silsilah keluarga, tradisi, kenangan, dan hal-hal yang menarik lainnya.

Suasana sarasehan literasi keluarga Ibu Paroki Santo Yakobus Bantul.

“Manfaat literasi keluarga adalah untuk membantu perkembangan anak agar meningkatkan kosakata, pemahaman, dan kemampuan berpikir kritis anak. Selain itu, dengan kegiatan membaca bersama dapat mempererat hubungan antaranggota keluarga, memperluas wawasan, keterampilan soaial, dan kesejahteraan emosional,” papar Margantoro.

Wartawan senior ini menyatakan, literasi keluarga dapat dikembangkan antara lain dengan membuat ruang baca, orang tua menjadi contoh atau teladan membaca, melaksanakan kegiatan membaca bersama, memiliki perpustakan keluarga, melaksanakan kegiatan literasi kreatif antara lain menulis cerita pengalaman keluarga yang menarik serta melibatkan teknologi.

Sambil menanti peserta menuliskan pengalaman menarik di keluarga secara langsung, narasumber memberikan beberapa tip untuk pengembangan literasi keluarga, yakni memilih buku yang sesuai usia, membuat kegiatan yang menarik, mengajak anggota keluarga lain untuk terlibat, dan bergabung dalam komunitas membaca.

Ibu-ibu bersemangat dalam pelayanan

Sylvia mengemukakan, secara umum semua anggota Paguyuban Ibu Paroki Gereja Santo Yakobus Bantul sangat bersemangat apabila mendapatkan tugas dari paroki dalam berbagai event di tingkat paroki.

“Suka duka sebagai Ibu Paroki tentu beraneka warna. Sukacita terasa saat berkegiatan bersama dan tidak ada yang mengeluh, saling support, saling membantu, saling mengingatkan. Namun, terasa sedih apabila sudah berupaya semaksimal mungkin dengan menyediakan waktu, tenaga dan pikiran, masih ada suara sumbang yang terasa kurang mengenakkan di telinga. Entah itu ada yang kurang dalam pelayanan kami atau faktor intern pribadi. Tetapi secara umum, kami bersemangat dalam pelayanan,” kata dia.

Menurut Sylvia, Paguyuban Ibu Paroki adalah satu tim pelayanan yang berada di bawah koordinasi Bidang Paguyuban dan Persaudaraan serta Bidang Rumah Tangga Gereja. Fungsi utama di dalam Bidang Paguyuban dan Persaudaraan adalah sebagai wadah untuk mengumpulkan ibu-ibu dari berbagai lingkungan yang berada di Wilayah Pusat Paroki. Setiap lingkungan mengikutsertakan minimal dua orang wakil untuk mengikuti berbagai macam kegiatan di paroki.

Narasumber Y.B. Margantoro menyerahkan sertifikat peserta kepada Ketua Paguyuban Ibu Paroki Santo Yakobus Sylvia Maria W.P.

“Paling tidak ada sepuluh kegiatan kami, yakni pertemuan rutin setiap tanggal 3 dalam bulan yang berjalan, senam sehat setiap hari Kamis pukul 16.00, cek tensi berkala setiap tiga bulan sekali, pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan setahun sekali, menyiapkan konsumsi untuk setiap kegiatan pertemuan di tingkat paroki. Kami juga menyiapkan konsumsi untuk para tamu yang mengikuti kegiatan di paroki, ziarah setiap bulan Mei dan Oktober, menyiapkan perayaan syukur HUT imamat para romo yang sedang berkarya di paroki, mengadakan sarasehan kesehatan, dan beranjangsana ke keluarga anggota Ibu Paroki yang sedang sakit,” beber Sylvia.

Sedangkan fungsi utama Ibu Paroki di bawah koordinasi Bidang Rumah Tangga Gereja lebih bersifat pengadaan barang-barang keperluan dapur untuk menunjang pelaksanaan kegiatan di tingkat paroki. Antara lain pengadaan gelas, piring, sendok, rak piring, lemari, dan sebagainya.

Saat ini, jumlah anggota Paguyuban Ibu Paroki Bantul tercatat ada 62 orang. Mereka didominasi oleh para ibu muda yang masih usia produktif. Ketua Ibu Paroki sebelum Sylvia adalah Agnes Jumirah (Lingkungan Santo Ambrosius, tahun 1983 – 1990), dilanjutkan Martina Sutirah (Lingkungan Santo Yohanes Pembaptis, tahun 1990 – 2006).

Selanjutnya Maria Magdalena Mudjijanti (Lingkungan Santo Aloysius, tahun 2006 – 2019), dan Maria Magdalena Wientarsih Budi Astuti (Lingkungan Santo Ambrosius, tahun 2019 – 2022). Sedangkan Sylvia menjabat sebagai Ketua Ibu Paroki sejak tahun 2022 sampai sekarang.

Anto Margono
Pegiat Literasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *