Gereja Katolik Tidak Mengakui Perkawinan Sejenis

News1225 Views

Roma. Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk Takhta Suci Vatikan, Michael Trias Kuncahyono menegaskan, Gereja Katolik tetap memegang teguh doktrin perkawinan Katolik. Karena itu, Gereja Katolik tidak mengakui adanya perkawinan sejenis.

Meskipun Gereja memberkati mereka, tetapi bukan berkat sebagai tanda atau pengesahan perkawinan. Pemberkatan pasangan sesama jenis tidak sama dengan Sakramen Pernikahan, melainkan berkat biasa sebagaimana diberikan kepada semua orang.

Hal itu disampaikan Trias saat dimintai tanggapannya soal pemberitaan yang menyebut Vatikan memberikan izin pemberkatan terhadap pasangan sesama jenis.

Kata Trias, doktrin dalam Katolik menyebutkan bahwa perkawinan adalah antara laki-laki perempuan untuk selamanya. Doktrin Katolik tentang perkawinan itu abadi, tidak akan berubah dari dahulu hingga sekarang dan mendatang.

Prinsip perkawinan Katolik, seperti yang tertulis dalam dokumen Fiducia Supplicans (Memohonkan Keyakinan), merupakan “persatuan yang eksklusif, stabil, dan tidak dapat diceraikan antara seorang pria dan seorang wanita yang secara alamiah terbuka untuk menghasilkan keturunan”.

Keyakinan ini didasarkan pada doktrin Katolik abadi tentang perkawinan. Maka, hanya dalam konteks inilah hubungan seksual menemukan maknanya yang alamiah, tepat, dan sepenuhnya manusiawi. Doktrin Gereja tentang hal ini tetap dipegang teguh.

Dengan kata lain, ajaran resmi Gereja Katolik sejak dahulu kala tentang pernikahan tidak akan berubah. Pernikahan sah di dalam Gereja Katolik tetap hanya terjadi antara seorang laki-laki dan seorang perempuan dan bersifat monogam demi kelanjutan keturunan dan menghidupi kasih Allah yang tercurah melalui kehidupan keluarga.

“Dari ketentuan ajaran tersebut, jelas kalau pernikahan sejenis itu tentu bukan prinsip perkawinan Katolik,” kata Trias di sela-sela mendampingi Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri, yang mengikuti kegiatan penjurian Zayed Award, di Roma, Italia, Rabu, 20 Desember 2023.

Paus Fransiskus tentu akan mempertahankan doktrin perkawinan yang abadi tersebut. Oleh karena itu, tidak akan mungkin Paus Fransiskus sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia, merestui perkawinan sesama jenis.

Kelompok LGBT

Tentang kelompok LGBT, kata Trias, mereka tidak bisa dinafikan keberadaannya. Misi Gereja ialah memberikan kebaikan hidup manusia dan membawa damai. Maka, Gereja Katolik memberkati semua umat manusia, tanpa kecuali. Kelompok LGBT juga menerima berkat sebagai manusia sama seperti yang lainnya.

Trias mengutip pernyataan Paus Fransiskus, “Pemberian berkat itu bukan tanda pengakuan Gereja Katolik bagi perkawinan sesama jenis. Dengan kata lain, pemberkatan pasangan sesama jenis tidak sama dengan sakramen pernikahan, (yang merupakan) sebuah upacara formal.”

Pernyataan ini juga menekankan bahwa hal tersebut bukanlah pemberkatan dalam hubungan dengan perkawinan. Pemberkatan tidak boleh diberikan selama atau berhubungan dengan upacara perkawinan sipil atau sesama jenis, atau ketika ada “pakaian, gerak tubuh, atau kata-kata apa pun yang pantas untuk pernikahan”.

“Kalau ditanyakan apakah benar Gereja memberkati perkawinan LGBT, jawabannya kembali ke prinsip dasar tadi, prinsip dasar perkawinan Katolik. Jadi, tentu Gereja Katolik tidak memberkati perkawinan sejenis. Tapi, apakah mereka diberkati? Ya. Saya katakan semua orang diberkati. Berkat sebagai manusia biasa, seperti orang-orang yang lain,” jelas Trias.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *