Doa Ratu Surga

Cermin1295 Views

Doa Ratu Surga, yang dikenal dengan sebutan Regina Caeli, merupakan salah satu devosi kepada Bunda Maria. Doa ini didaraskan pada tiga waktu yang mempunyai makna yang berbeda-beda.

Pada pukul 06.00, doa ini bertujuan untuk mengenang misteri kebangkitan Tuhan. Pada pukul 12.00, doa ini dikenangkan sebagai misteri sengsara Tuhan Yesus. Sementara pada pukul 18.00, doa Ratu Surga dikaitkan dengan misteri inkarnasi (Allah menjadi manusia).

Makna dari Doa Ratu Surga Berdasarkan Kitab Suci

  1. Ratu Surga Bersukacitalah, Alleluya
    Masa paskah merupakan masa penuh sukacita. Kenapa? Karena melalui peristiwa kebangkitan, manusia dapat memperoleh keselamatan. Namun, apakah mudah? Tentu saja, tidak karena Maria melihat Yesus wafat di kayu salib. Oleh karena itu, kita belajar dari Maria untuk mampu melihat rencana Allah.
  2. Sebab ia sudi kau kandung, Alleluya
    Ketika merefleksikan doa ini, saya merasa Bunda Maria menerima kabar malaikat Gabriel dan melakukannya dengan ungkapan Maria yang khas “Aku ini hamba terjadilah pada ku menurut kehendak-Mu” (Lukas 1:38). Ungkapan ini mengungkapkan untuk kesiapsediaan Maria dalam rencana keselamatan Allah
  3. Telah bangkit seperti yang disabdakannya, Alleluya
    Frasa ini menegaskan bahwa Allah setia pada perjanjian-Nya. Apa yang dijanjikan Allah ini ditepati ketika kebangkitan Yesus? Dalam Matius 28:6, kita mendengarkan bahwa makam Yesus kosong. Kebangkitan Yesus ini menjadi pusat dari iman Kristiani. Kenapa? Karena melalui iman kebangkitan, kita memperoleh keselamatan. Oleh karena itu, peristiwa kebangkitan menjadi peristiwa yang vital bagi umat Kristiani.
  4. Doakanlah Kami Pada Allah, Alleluya
    Frasa ini menegaskan bahwa Maria adalah perantara kepada Allah. Dalam peristiwa perkawinan di Kana (Yoh 2:1-11), Maria sebagai perantara kepada Allah. Dalam doa ini, kita memohon perantara Bunda Maria agar mengabulkan doa kita. Maria bukanlah yang tama namun, melainkan sebagai perantara kepada Allah.
  5. Bersukacitalah dan Bergembiralah, Perawan Maria, Alleluya.
    Salam Malaikat Gabriel kepada Bunda Maria (Luk. 1:26) ini tergenapi melalui peristiwa Paskah. Melalui peristiwa Paskah, kita diajak bersukacita karena kematian akan dikalahkan oleh kehidupan. Melalui penebusan Yesus, dosa-dosa kita ditebus oleh-Nya.
  6. Sebab Tuhan Sungguh telah Bangkit, Alleluya
    Melalui kebangkitan Yesus, iman kita tidak sia-sia (1 Korintus 15:17). Maria adalah salah satu saksi kebangkitan. Salam Paskah mengubah kedukaan menjadi sukacita. Oleh karena itu, kita diajak untuk membagikan sukacita.
  7. Doa Penutup “Ya Allah, Engkau telah menggembirakan dunia dengan kebangkitan
    Putra-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus. Kami mohon, perkenankanlah kami bersukacita dalam kehidupan kekal bersama Bunda-Nya, Perawan Maria. Demi
    Kristus, pengantara kami. Amin.” Doa penutup ini mengajak kepada kita untuk mempunyai pengharapan akan hidup kekal. Melalui perantara Bunda Maria, kita belajar untuk mempunyai adanya semangat berpengharapan. Doa ini mengajak kita bahwa Paskah bukan sekadar merayakan peristiwa masa lalu, tetapi membentuk kita untuk mempunyai cara pandang yang baru.
Refleksi

Melalui Doa Ratu Surga, kita diajak untuk setia pada rencana dan karya keselamatan Allah, memohon restu melalui perantaraan Bunda Maria, dan menghidupi sukacita Paskah dengan tindakan konkret yang membawa sukacita bagi sesama. Semoga Doa Ratu Surga membantu kita semakin beriman kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.

Christopher Mikael

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed