Dies Natalis ke-62, PBSI Terus Tunjukkan Dharma Nyata

News1462 Views

Sleman. Perayaan Dies Natalis Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma (PBSI USD) pada Jumat, 28 November 2025 berlangsung meriah di area Student Hall, Kampus I, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Tema yang diangkat pada Dies Natalis PBSI ke-62 ini adalah “Menyatu dalam Irama Bahasa, Seni, dan Sastra”. Tema ini dipilih sebagai upaya untuk mewujudnyatakan dharma-dharma dalam persatuan yang seirama, senada, dan sebahasa di prodi PBSI.

Acara dimulai dengan doa sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang prodi PBSI. Setelahnya dilakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol harapan baru bagi keberlanjutan dan kejayaan PBSI.

Suasana semakin semarak melalui berbagai penampilan dari para mahasiswa PBSI, mulai dari musikalisasi puisi, monolog, hingga tari tradisional yang menghadirkan kekayaan budaya Nusantara.

Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr. Setya Tri Nugraha, S.Pd., M.Pd., membuka acara dengan menyapa mahasiswa seluruh angkatan, dari 2025 hingga 2022. Ia menyampaikan, perjalanan prodi PBSI yang telah menginjak usia 62 tahun bukanlah perjalanan yang sederhana.

“PBSI akan terus menunjukkan dharma yang nyata, tetap berjaya, dan selalu hidup dari generasi ke generasi,” tutur Setya seraya menyelaraskan tema dengan semangat kehidupan keluarga PBSI.

Penampilan tarian Nusantara oleh mahasiswi PBSI USD angkatan 2024.

“Tema Dies Natalis PBSI ke-62 adalah ‘Menyatu dalam Irama Bahasa, Seni, dan Sastra’. Irama ini tidak hanya hadir dalam lirik-lirik musik, tetapi juga dalam kehidupan dari waktu ke waktu. Semuanya disatukan oleh satu semangat dan satu medium yang sama, yaitu bahasa dan sastra,” terangnya.

Ia pun menjelaskan lebih lanjut bahwa tema tersebut menggambarkan kuatnya ikatan kehidupan yang terbangun melalui bahasa dan sastra. Ikatan itu akan tampak melalui dharma yang semakin nyata dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, tema Dies Natalis Universitas Sanata Dharma tahun ini, “Sanyata ing Dharma”, semakin menegaskan panggilan untuk menghadirkan dharma dalam kehidupan.

Setya juga menekankan bahwa perjalanan PBSI selama 62 tahun telah menerima banyak anugerah, tetapi perjalanan ini belum berhenti. Mahasiswa diajak untuk terus melanjutkan perjalanan akademik, kebahasaan, dan kesastraan yang menjadi ciri prodi PBSI. Kehadiran para mahasiswa menjadi bagian penting dari sejarah panjang tersebut.

Ketua panitia Dies Natalis PBSI ke-62, Maria Florida Namus (mahasiswa PBSI angkatan 2022), menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan serta atas kepercayaan para dosen dalam mempersiapkan acara ini. Ia berharap acara ini dapat menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka. “Acara ini kami siapkan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk berani tampil dan mengasah kemampuan,” jelas Rere, sapaan akrabnya.

Acara Dies Natalis PBSI ke-62 ditutup dengan penuh sukacita. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menjadi ruang perjumpaan bagi mahasiswa, dosen, serta alumni untuk merayakan perjalanan panjang prodi.

Perayaan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa bahasa dan sastra selalu hidup melalui karya, kebersamaan, dan semangat pembaruan. Melalui momentum Dies Natalis ini, PBSI terus berkomitmen menghadirkan dharma yang nyata bagi dunia pendidikan, kebahasaan, dan kesastraan.

Agnes Rosemarie & Dionisius Damastya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *