“Cintailah pekerjaanmu dan bekerjalah sepenuh hati dan cinta. Sebab, dengan cinta sesuatu yang berat akan terasa ringan dan yang sukar akan menjadi mudah” (Chairul Tanjung).
Lagu September Ceria yang dinyanyikan Vina Panduwinata menyambut kedatangan saya di toko buku itu. Memang, bila saya pergi ke pusat perbelanjaan, tempat pertama yang saya tuju adalah toko buku.
Kegemaran memilih buku sudah mendarah daging dalam hidup saya. Saya rutin membeli buku untuk “mengisi” jiwa saya.
Beberapa bulan terakhir saya membeli buku-buku cerita anak untuk menyumbang perpustakaan di desa terpencil. Penggagasnya narasumber naskah feature saya dulu. Seorang ibu penyintas kanker payudara yang kini menjadi pegiat literasi di desanya.
Ketika saya membuka pintu toko buku itu, saya disambut penjaga toko, seorang pria muda berpenampilan rapi. “Mau cari apa, Mbak?” tanyanya ramah.
“Saya mencari buku dongeng untuk anak,” jawab saya. Ia lalu memandu saya ke rak yang berisi buku-buku cerita. Sayangnya, buku-buku itu belum tertata dengan baik sehingga saya cukup kesulitan memilihnya.
Tak disangka, mas penjual toko itu ikut memilihkan buku untuk saya. Dengan sabar ia menjelaskan jenis-jenis buku itu. “Ini cerita rakyat, ini dongeng dunia, ini fabel, Mbak,” jelasnya.
Saya membuka-buka buku itu berulang kali demi mendapat buku yang sesuai. Mas itu tetap berdiri di samping saya, membantu saya menemukan beberapa buku yang saya beli. Lalu, ia membungkus pesanan saya sehingga saya tinggal membayar di kasir.
Saya kagum pada mas pelayan toko buku itu. Ia begitu cermat, teliti, dan sabar membantu pembeli menemukan buku. Bisa saja ia pergi dan tak peduli, toh tidak ada yang mengawasinya. Namun, ia memilih bekerja dengan hati sehingga pekerjaannya yang tampak sederhana itu bernilai tinggi bagi para pengunjung toko buku itu.
Tak peduli apakah pekerjaan kita, semuanya berarti bila mampu mendatangkan kebaikan bagi orang lain. Pekerjaan janitor (tukang bersih-bersih) menjadi mulia bila dilakukan dengan kesungguhan hati. Lebih mulia dari pekerjaan direktur yang melakukan pekerjaannya dengan terpaksa dan marah-marah.
Saya menatap wajah pemuda itu. Saya bertekad dalam hati saya untuk memberikan hati saya pada tulisan-tulisan saya. Saya melakukan pekerjaan saya dengan sukacita dan tidak bersungut-sungut.
Terima kasih, mas penjaga toko yang baik hati, atas keteladanan dalam menjalani pekerjaanmu yang sederhana.













