Ganjar Terima Kenangan Replika Tongkat Uskup Agung, Sarat Makna Kepemimpinan

News1237 Views

Semarang. Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menerima kenang-kenangan dari Keuskupan Agung Semarang (KAS), Jumat, 1 September 2023. Kenangan itu berupa replika kepala tongkat Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko.

Replika kepala tongkat tersebut memiliki relief burung pelikan yang sedang melukai dirinya sendiri untuk memberi makan dan minum kepada anak-anaknya. Replika tersebut diserahkan oleh Vikaris Jenderal (Vikjen) Rm. YR. Edy Purwanto.

“Tujuannya (pemberian) siapa pun yang memimpin, atau jadi pemimpin, harus siap memberikan diri untuk keselamatan bagi yang dipimpinnya,” ucap Rm. Edy.

Rm. Edy mengatakan, kenangan ini diberikan secara khusus oleh Mgr. Rubi, sapaan akrab Uskup Agung, kepada Ganjar dengan harapan agar Gubernur Jateng dua periode itu bisa menjaga kepemimpinannya yang rela berkorban bagi rakyatnya.

Dalam kesempatan itu, Rm. Edy menyampaikan apresiasi kepada Ganjar atas kepemimpinannya selama 10 tahun di Jawa Tengah. Umat Katholik, kata Romo Edy, terasa sangat diperhatikan.

“Ini menjadi bentuk konkret kehadiran negara, kehadiran pemerintah bagi Gereja. Utamanya melalui Pak Gubernur yang sampai dengan hari ini tetap memberikan hatinya untuk semua, terlebih untuk Gereja,” ujarnya.

Vikep Kevikepan Semarang Rm. F.X. Sugiyana, Pr mengungkapkan, Ganjar banyak menginspirasi dengan sikapnya yang terbuka dan dekat dengan rakyat sehingga para romo juga tergerak untuk melakukan hal yang sama dalam pelayanan.

“Di bawah kepemimpinan Pak Gubernur, kami jadi lebih sering bertemu pemuka agama lainnya di dalam kegiatan pemerintahan sehingga kami bisa bertukar nomor dan saling berkomunikasi,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang purnatugas pada 5 September 2023 mendatang, mengapresiasi kerja sama dan dukungan yang diberikan oleh para romo, suster, dan bruder di Keuskupan Agung Semarang.

“Selama saya menjadi gubernur, banyak sekali bantuan yang diberikan kepada kita sehingga kerukunan antarumat beragama bagus sehingga damai masyarakatnya,” ucapnya.

Gubernur Jateng dua periode itu juga berterima kasih atas kenang-kenangan yang diberikan. Hal-hal simbolik seperti ini menjadi salah satu yang menginspirasinya dari umat Katolik.

“Ceritanya sangat luar biasa, burung pelikan yang melukai dirinya dengan satu harapan anak-anaknya akan bisa makan dari darah induknya. Jadi, filosofinya ternyata ya jadi pemimpin harus siap melayani, menderita, bahkan sakit sekalipun untuk sebuah pelayanan yang lebih besar. Tentu saja dalam maknanya,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *