Bagaimana jika kebahagiaan tidak selalu ditemukan dalam pernikahan, melainkan dalam pemberian diri yang total kepada sesama? Artikel “Awam Selibat yang Terlibat” mengajak kita melihat pilihan hidup selibat bukan sebagai keterasingan, melainkan sebagai bentuk kebebasan yang utuh untuk mencintai, melayani, dan menghadirkan Kerajaan Allah di tengah dunia.
Melalui kisah reflektif dan pengalaman nyata, kita diajak memahami bahwa:
- Selibat bukan sekadar “tidak menikah,” tetapi panggilan hidup yang penuh makna dan tanggung jawab.
- Kebebasan dalam selibat membuka ruang untuk pelayanan yang lebih luas—dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat kecil.
- Perjalanan panggilan ini tidak selalu mudah, namun menghadirkan kedalaman relasi dengan Tuhan dan sesama.
- Selibat menjadi jembatan kasih: menghadirkan kehangatan, perhatian, dan harapan bagi mereka yang sering terpinggirkan.
Sebuah narasi yang jujur, hangat, dan reflektif tentang bagaimana manusia bisa menemukan arti hidup melalui pengabdian yang tulus.
Penasaran dengan kisah lengkap dan refleksi mendalamnya?
Baca selengkapnya di Majalah Rohani edisi April 2026
📩 Hubungi via WhatsApp untuk mendapatkan edisinya:
👉 Klik di sini








