Sleman. Perayaan Natal dan Tahun Baru menjadi momen pembuka bagi gerakan belarasa Berkhat Santo Yusup (BKSY) di Paroki Mlati di awal tahun 2024. Mengusung tema “Berbagi Kasih Seperti Yesus”, acara yang berlangsung di Gereja Santo Aloysius Gonzaga Mlati pada Minggu, 14 Januari 2024 pagi itu berlangsung meriah dengan kehadiran Rm. Aloys Budi Purnomo, Pr.
Acara ini dihadiri lebih dari 250 tamu undangan yang terdiri dari Dewan Harian Paroki Mlati, Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan, serta para peserta BKSY yang ada di Paroki Mlati.
Pastor Paroki Mlati Rm. Lorensius Tata Priyana, Pr menyampaikan pesan belarasa yang menjadi roh dari gerakan Berkhat Santo Yusup. “Bantuan rawat inap sebesar Rp100.000,00 per hari yang diterima oleh mereka yang sakit, serta santunan sebesar Rp8.000.000,00 yang diterima oleh ahli waris peserta, hendaklah jangan dijadikan motivasi utama dalam mengikuti gerakan BKSY ini,” pesan Rm. Tata.
Sekretaris BKSY Paroki Mlati, Agustinus Hario Prabowo, mengungkapkan bagaimana perjalanan BKSY Paroki Mlati sejak awal berdiri pada tahun 2021 hingga saat ini. BKSY Paroki Mlati hadir sebagai jawaban atas gagasan adanya gerakan belarasa yang dapat memberikan manfaat bagi umat Paroki Mlati yang sakit atau meninggal dunia, dalam perjalanannya terus mengalami kenaikan dalam jumlah peserta. Tercatat sudah lebih dari 400 peserta yang terdata dalam sistem BKSY dan berbanding lurus dengan penyaluran bantuan dan santunan yang diberikan oleh BKSY kepada pesertanya.
Rm. Aloys Budi Purnomo, Pr—yang dikenal sebagai tokoh budaya dan pemerhati lingkungan hidup—membahas mengenai makna syukur atas hidup yang diberikan Tuhan serta bagaimana setiap orang sebaiknya selalu berbagi kasih kepada sesama, khususnya kepada mereka yang KLMTD (kecil, lemah, miskin, terpinggirkan, dan difabel).








