Cinta Kreatif Tuhan lewat Kelahiran-Nya

News1417 Views

Bantul. CV Karya Wahana Sentosa (KWaS), produsen barang jadi berbahan dasar kayu yang beralamat di Jl. Imogiri Barat Km. 17, Bungas, Jetis, Bantul, D.I. Yogyakarta, menggelar perayaan Natal dan Tahun Baru bersama umat Lingkungan Santo Ignatius Loyola Jetis, Paroki Santo Yakobus Bantul pada Selasa, 16 Januari 2024.

Perayaan Natal dengan tema “Menjadi Rumah Tuhan yang Hangat bagi Semua” ini diisi dengan Misa yang dipimpin Rm. Raymundus Sugihartanto, Pr, Pastor Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Bantul.

Rm. Sugi mengatakan, St. Yusuf—seorang tukang kayu—bersama Bunda Maria dengan berkat dari Roh Kudus melahirkan seorang Putra. Kemudian, ia mengajak umat merenungkan bahwa pekerjaan membuat barang berbahan kayu itu tidak mudah. “Ini adalah karya seni dan membutuhkan seseorang yang mempunyai keterampilan serta gambaran bahan kayu itu akan dibentuk menjadi apa,” tuturnya.  

Meski baru pertama kali datang ke CV KWaS, Rm. Sugi membayangkan Robertus Agung Prasetya selaku pemilik perusahaan bersama para karyawan adalah orang-orang kreatif dan mempunyai keterampilan yang luar biasa.

“Kita yang hadir di tempat ini juga menjadi saudara-saudara Yesus, maka kita juga anak-anak dari Bapa Yusuf dan Bunda Maria. Jadi, kita juga anak-anak tukang kayu,” imbuh Rm. Sugi.

Yesus Kristus, lanjut Rm. Sugi, mencintai manusia dengan cara yang kreatif. Saat Ia lahir, yang didekati adalah para gembala. “Ini adalah cinta kreatif Tuhan. Para gembala yang jauh dari orang-orang yang memimpin bangsa, tidak pernah membayangkan seseorang yang mahabesar datang kepada mereka. Ternyata, Tuhan dengan cara yang kreatif mendatangi para gembala itu melalui Yusuf dan Maria serta kelahiran Sang Bayi,” ujar Rm. Sugi.

Robertus Agung Prasetya (tengah). Selalu berkumpul meski hanya setahun sekali.

Usai Misa, Agung mengungkapkan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru bersama umat lingkungan sekitar CV KWaS senantiasa diselenggarakan. “Niat kami adalah selalu berkumpul meski hanya setahun sekali, terlebih umat di lingkungan ini termasuk guyub,” kata Agung yang berkarya di perusahaan ini sejak tahun 2002.

Agung pun menyatakan, karyawan Kristiani (Katolik) di perusahaannya hanya lima orang, termasuk dirinya, dari 60 karyawan. “Jadi, diumpamakan kami ini garam dunia. Kalau kebanyakan, keasinan,” gurau Agung.

CV KWaS awalnya memproduksi furniture, tetapi sejak pandemi COVID-19 mulai merambah alat-alat dapur berbahan kayu. Beberapa tahun sebelumnya, setelah gempa bumi tahun 2006, perusahaan dapat kembali mendirikan bangunan pabrik dengan dana hibah pemerintah Australia. “Jadi, ini gratis. Dari gratis itu kami bisa bekerja dengan kapasitas 60 orang. Ketika COVID kami juga mendapat berkah berupa produksi sothil (spatula-Red.) sehingga tidak mengurangi karyawan malah menambah karyawan,” kenang Agung sembari berefleksi bahwa karya perusahaannya bermanfaat bagi banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *