HUT ke-89 Paroki St. Yakobus Bantul, Makin Guyub dan Nyawiji

News1318 Views

Bantul. Paroki St. Yakobus Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merayakan hari ulang tahun ke-89 dengan Perayaan Ekaristi Syukur pada Minggu, 30 Juli 2023. Nuansa budaya Jawa sangat kental dalam Perayaan Ekaristi ini, mulai dari bahasa, paduan suara dengan iringan gamelan, serta busana yang dikenakan para imam, petugas liturgi, dan sebagian umat.

Perayaan Ekaristi yang diikuti seluruh umat paroki dan wilayah (stasi) ini dipimpin oleh Rm. Agustinus Toto Supriyanto, Pr (Pastor Kepala Paroki), Rm. Laurentius Dwi Agus Merdi Nugroho, Pr (Vikaris Paroki), dan Rm. FX. Tri Priyo Widarto, SCJ.

Rm. Priyo dalam kesempatan pertama untuk memberikan homili bertanya kepada seluruh umat apakah mereka bangga sebagai orang Katolik dan umat Paroki St. Yakobus Bantul. Umat pun menjawab bahwa mereka bangga. “Luar biasa. Saya pun bangga pernah menjadi umat Paroki St. Yakobus Bantul,” ungkap Rm. Priyo menanggapi.

Rm. Priyo mengatakan bahwa dalam usianya yang ke-89, Paroki St. Yakobus Bantul semakin tertata, berkembang, dan berbuah luar biasa. Tidak sebatas bangga, tetapi juga bangga karena bisa mewujudkan dan melaksanakan iman. “Itulah kiranya yang membuat umat Paroki St. Yakobus bisa dibanggakan. Tidak hanya tertata dan berkembang, tetapi juga bagaimana paroki ini menjadi berkat bagi sesama,” tutur Rm. Priyo.

Tarian “Nayaka Lara” persembahan PIA, PIR, dan OMK St. Yakobus. (Foto: Willy Putranta)

Selanjutnya, Rm. Merdi menyatakan bahwa lantaran seluruh umat paroki memiliki hati (perasaan), pikiran, tenaga, dan sebagainya telah menjadi satu atau nyawiji ing Gusti (menyatu dengan Tuhan). “Kita punya tujuan yang sama dan satu, yaitu menyatu dengan Tuhan. Maka, beraneka tugas dan pelayanan kita di Gereja maupun masyarakat adalah menyatu dengan Tuhan sendiri,” ujar Rm. Merdi.

“Nyawiji” memiliki kata dasar “siji” (satu), tetapi bisa juga “wiji” (benih). “Dari hati dan diri kita yang menjadi satu dengan Tuhan, bisa menumbuhkan beraneka ragam keutamaan dalam hidup kita. Tugas kita adalah menyiram, mendidik, dan merawat benih itu,” renung Rm. Merdi.

Donor darah bersama PMI Kabupaten Bantul. (Foto: Willy Putranta)

Kemudian, Rm. Toto menjelaskan bahwa St. Yakobus dalam hidupnya sebagai salah satu murid Yesus sangat dekat dengan Tuhan. Dalam peristiwa-peristiwa penting, St. Yakobus tentu diajak oleh Tuhan untuk terlibat. Maka, Rm. Toto mengajak umat untuk membangun relasi pribadi dengan Yesus melalui doa-doa pribadi maupun bersama, serta beragam cara lain seperti membaca Kitab Suci, merenungkan firman Tuhan, dan sebagainya.

“Bila semua itu kita upayakan bersama, tentu umat Katolik di Paroki St. Yakobus Bantul kian lama akan kian nyawiji. Rm. Merdi punya kata lain dari ‘nyawiji’, yaitu ‘guyub’. Inilah yang kita upayakan bersama, supaya umat paroki semakin guyub dan nyawiji,” pungkas Rm. Toto.

Gebyar Bazar UMKM oleh umat Paroki St. Yakobus Bantul. (Foto: Yohanes Sulistya Wibowo)

Sementara itu, Saverius Vanny Noviandri selaku Wakil Ketua II Dewan Pastoral Paroki St. Yakobus Bantul menyatakan bahwa ulang tahun Paroki St. Yakobus Bantul jatuh pada tanggal 25 Juli. Secara seremonial, pada Selasa, 25 Juli 2023 telah digelar kenduri lintas iman.

Tema tahun ini, sebut Vanny, adalah “Gereja yang Bertumbuh” sebagai lanjutan dari tema 2022, yaitu “Gereja yang Bergerak” untuk menanggapi masa transisi dari pandemi menuju endemi. “Kita menghadirkan kembali suasana-suasana sebelum pandemi supaya bisa kembali seperti semula. Tahun ini, karena masa pandemi sudah diakhiri oleh pemerintah, kita memasuki Gereja yang bertumbuh,” papar Vanny.

Vanny pun menunjukkan banyaknya aktivitas berskala besar yang dipercayakan untuk diselenggarakan di Gereja Paroki St. Yakobus Bantul. Sebagai contoh Festival Pesparani Kabupaten Bantul, Misa Hari Anak Nasional Se-Kevikepan Yogyakarta Barat, HUT WKRI Se-DIY, dan HUT Warasemedi Se-DIY. “Kita juga mensyukuri, Taman Doa Wajah Kerahiman Ilahi di Pajangan telah mempunyai sarana baru, yakni stasi Jalan Salib,” sebut Vanny.

Pesta umat usai Perayaan Ekaristi. (Foto: Yohanes Sulistya Wibowo)

Usai Perayaan Ekaristi masih ada beberapa rangkaian acara, yaitu pesta umat, bazar UMKM, donor darah, serta penampilan tarian “Nayaka Lara”. Tarian “Nayaka Lara” yang menggambarkan situasi pandemi Covid-19 ini dipersembahkan oleh anggota Pendampingan Iman Anak (PIA), Pendampingan Iman Remaja (PIR), dan Orang Muda Katolik (OMK) St. Yakobus setelah sebelumnya tampil dalam Festival Kesenian Tradisional (FKT) OMK Rayon Kulon Progo 2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *