Klaten. Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala SMP Pangudi Luhur (PL) Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah pada awal Juli 2026 bukan sekadar pergantian jabatan administratif, melainkan sebuah estafet pelayanan yang mengajak seluruh keluarga besar sekolah untuk terus melangkah bersama demi masa depan pendidikan yang semakin bermakna.
Kepemimpinan sekolah secara resmi diserahkan dari Anastasia Dyah Swari Pramastuti kepada Chatarina Tri Murbani. Prosesi dipimpin Kepala Kantor Yayasan Pangudi Luhur (YPL) Perwakilan Klaten Br. Leonardus Paryoto, FIC serta disaksikan perwakilan Komite Sekolah, wakil orang tua murid, seluruh guru, dan karyawan.
Setelah delapan tahun mengemban amanah sebagai kepala sekolah (2018-2026), Dyah Swari mengungkapkan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada semua pihak yang telah berjalan bersama dalam membangun SMP PL Gantiwarno.
“Terima kasih kepada semua orang baik yang sudah mendukung dan membantu saya selama menjabat tugas tambahan sebagai kepala sekolah selama delapan tahun ini,” ungkapnya.

Prosesi penandatanganan berita acara menjadi simbol berakhirnya satu babak pengabdian sekaligus dimulainya lembaran baru. Momen penyerahan dokumen jabatan kepada Chatarina Tri Murbani berlangsung dengan penuh makna, menandai dimulainya tanggung jawab baru untuk melanjutkan perjalanan sekolah.
Br. Leonardus menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi Dyah Swari selama memimpin SMP PL Gantiwarno. “Setiap pemimpin meninggalkan warisan yang berharga, bukan hanya berupa program dan pencapaian, tetapi juga semangat melayani yang menjadi fondasi bagi perkembangan sekolah,” tuturnya.
Kepada kepala sekolah yang baru, Br. Leonardus menitipkan harapan agar kepemimpinan yang baru mampu menjaga berbagai hal baik yang telah dibangun, sekaligus menghadirkan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Ia juga mengajak seluruh warga sekolah untuk berani mengevaluasi berbagai hal yang perlu diperbaiki demi menghadirkan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas.
Br. Leonardus juga menekankan pentingnya membangun sinergi yang semakin kuat dengan berbagai pihak. Sekolah tidak dapat berjalan sendiri, melainkan bertumbuh melalui kolaborasi yang harmonis bersama yayasan, dinas pendidikan, Gereja, komite sekolah, orang tua, alumni, hingga masyarakat.
“Sinergi inilah yang diyakini menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik sekaligus tantangan zaman,” tegas Br. Leonardus.








