98 Tahun Paroki Santa Theresia Lisieux Boro: Teladan Merasul Rm. Prennthaler

News1401 Views

Kulon Progo. Seluruh umat Paroki Santa Theresia Lisieux Boro, Kulon Progo berkumpul dalam kebersamaan yang penuh kehangatan untuk merayakan hari jadi paroki ke-98 dengan tema “Ngrangkul, Nyumadulur, Mangrasul”.

Perayaan yang jatuh pada Minggu, 5 Oktober 2025 ini menjadi bukti nyata kesetiaan dan komitmen umat dalam membangun persekutuan yang hidup, meneladani semangat St. Theresia dari Lisieux sebagai pelindung paroki.

Sebagai puncak perayaan, panitia menggelar Perayaan Ekaristi yang berlangsung dengan khidmat, dipimpin oleh Rm. Thomas Ari Wibowo, Pr, Rm. Albertus Eka Santoso, Pr, dan Rm. L. Andika Bhayangkara, Pr.

Perayaan Ekaristi diawali dengan perarakan dari Petilasan 5 Roti dan 2 Ikan, yang merupakan tempat Perayaan Ekaristi pertama Paroki Boro, menuju gereja. Perarakan berjalan dengan lancar diikuti oleh ratusan umat.

Rombongan perarakan berangkat dari Petilasan Lima Roti dan Dua Ikan dengan membawa patung St. Theresia Lisieux.

“Sebenarnya, maksud dari perarakan ini adalah untuk menggambarkan perjalanan Paroki Boro. Jadi, kami simbolkan petilasan ini menjadi awal dimulainya Misa perdana, lalu menuju ke Gereja Boro sebagai simbol seluruh perjalanan sampai saat ini,” jelas Gregorius Suka Subagia, ketua panitia.

Sementara itu, Rm. Albertus melihat lebih banyak umat yang tidak mengikuti perarakan, tetapi duduk menanti di gereja. Menurutnya, hal ini tetap baik. Sebab, ini menggambarkan situasi Paroki Boro ketika mengenang jejak Rm. J.B. Prennthaler, SJ-pendiri Gereja Santa Theresia Liseux Boro-yang mendapat sebutan “Pedibus Apostolorum” atau “Rasul Pejalan Kaki”.

“Baik umat yang mengikuti perarakan maupun yang menunggu, ini tidak mengurangi kebahagiaan kita dalam merayakan 98 tahun Paroki Boro,” ucap Rm. Albertus sembari melanjutkan, “Ini menggambarkan banyak saudara kita yang berusaha meneladani karya Rm. Prennthaler dalam merasul.”

Tidak hanya Perayaan Ekaristi, panitia menyediakan santapan yang disediakan dari 12 wilayah dan penampilan-penampilan menghibur dari sekolah-sekolah yang ada di Paroki Boro.

Salah satu penampilan memukau dari siswi sekolah Katolik di Paroki Boro.

“Ada tujuh sekolah, yaitu KB-TK Pangudi Luhur, SD Pangudi Luhur, KB-TK Marsudirini, SD Marsudirini, KB-TK Golontar, SD Golontar, dan SMP Pangudi Luhur,” sebut Gregorius.

Perayaan hari jadi Paroki Boro yang selalu diadakan tiap tahunnya mendapat respons baik dari umat. Hari jadi Paroki Boro kali ini juga menjadi momentum refleksi dan pembaruan komitmen bagi semua pihak untuk terus mendukung misi Gereja dalam berkarya bagi sesama.

“Pesan untuk paroki, semoga semakin menjadi komunitas yang hidup, penuh kasih, dan semakin menampakkan wajah Kristus dalam pelayanan kepada sesama. Kesan untuk paroki tentunya terima kasih atas semangat, ketekunan, dan persaudaraan yang terus tumbuh di tengah umat serta perjalanan iman ini semakin diberkati sampai menjadi berkat bagi banyak orang,” ujar Bayu Abisatya salah satu umat.

Umat lainya, Theresia Budiastuti, menyampaikan kesan, “Hari jadi paroki tahun ini cukup meriah. Kebetulan saya sudah dua tahun mengikuti perayaan hari jadi Paroki Boro. Acaranya begitu meriah dan merakyat juga, jadi semua yang mengikuti pun ikut senang. Harapannya, semoga ke depannya lebih meriah lagi, lebih maju lagi.”

Maria Clara Yosefanie, Dina, Oktavianus Adi Kristiyana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *