Setelah penilaian akhir semester (PAS), SMA Kolese De Britto Yogyakarta yang identik dengan pluralisme ini menyelenggarakan kegiatan Hari Rohani dengan mengusung tema “Membangun Semangat Hidup Doa” sebagai wujud nyata pendampingan iman bagi para siswa dalam menghayati relasi pribadi dengan Tuhan di tengah dinamika kehidupan sehari-hari.
Hari Rohani merupakan salah satu program pendampingan khas di SMA Kolese De Britto Yogyakarta yang bertujuan membantu siswa semakin mengenal, memahami, dan menghayati imannya secara konkret.
Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk masuk dalam suasana refleksi dan doa, guna mengolah setiap pergulatan, harapan, serta rasa syukur dalam terang iman. Dengan pendampingan romo, para guru, dan pemuka agama masing-masing, siswa diharapkan mampu menemukan makna dari setiap pengalaman hidup yang dijalani.
Tema “Membangun Semangat Hidup Doa” berangkat dari rasa syukur atas latar belakang keluarga dan agama yang menjadi pedoman hidup para siswa. Perjalanan iman yang telah dilalui membentuk pribadi putra-putra De Britto hingga saat ini.
Setiap ajaran agama mengarahkan umatnya untuk membangun relasi yang erat dan personal dengan Tuhan, tidak hanya dalam kegiatan peribadatan formal, tetapi juga dalam kehidupan sosial, proses belajar, serta pengembangan diri.
Dalam semangat spiritualitas Ignatian, Hari Rohani ini juga mengajak siswa untuk “menemukan Tuhan dalam segala sesuatu”. Sebagaimana diungkapkan dalam Latihan Rohani St. Ignatius Loyola, Allah hadir dan berkarya dalam seluruh ciptaan-Nya, menyertai manusia dalam setiap aspek kehidupannya.

Cara pandang ini sejalan dengan nilai-nilai universal dalam setiap agama, yang mengajak umatnya untuk merasakan kehadiran Tuhan secara nyata dalam keseharian.
Melalui tema ini, para siswa diharapkan semakin mampu memaknai perjumpaan dengan Tuhan, menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Sang Pencipta, serta menghayati iman secara utuh di tengah banyaknya pilihan dan tantangan zaman.
Rasa syukur sebagai umat beriman pun diharapkan dapat diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata bagi kehidupan bersama.
Hari Rohani 2025 diikuti oleh seluruh siswa SMA Kolese De Britto dengan pendampingan romo, guru dan bimbingan pemuka agama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
Perayaan Ekaristi bagi 701 siswa Katolik dipimpin Rm. Aluisius Dian Permana, SJ dilanjutkan pengakuan dosa dengan delapan romo, yaitu Rm. A. Wahyu Dwi Anggoro, SJ, Rm. Andreas Novian Ardi Prihatmoko, Pr, Rm. Herman Yoseph Barurua Kefa, Pr, Rm. Hugo Bayu Hadibowo, SJ, Rm. RP. Robertus Agung Suryanto, OFM, Rm. Stefanus Arief, Pr, Rm. Eko Swasono Budiarto, MSF, Rm. Ch. Christian Timur, Pr.
Sementara itu, siswa beragama lain mengikuti sharing pengalaman iman. Sebanyak 160 siswa Kristen Protestan bersama narasumber Pdt. Devina Widiningsih, 43 siswa Muslim bersama narasumber Ahmad Shalahuddin Mansur, S.Ag., M.Fil., 6 siswa Hindu bersama narasumber I Gede Suwardana, dua siswa Buddha bersama narasumber Totok Tedjomano.
Melalui Hari Rohani ini, SMA Kolese De Britto Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk mendampingi siswa agar bertumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga dewasa dalam iman, mampu merasakan kehadiran Allah dalam proses studi dan hidup hariannya, serta siap mempersembahkan hidupnya bagi sesama dan masyarakat.
Chr. Danang Wahyu P, S.Or., M.M. Humas & Jejaring SMA Kolese De Britto














