Puji Tuhan, atas berkat dan rahmat-Nya, seluruh rangkaian kegiatan Wartawan Cilik atau Warcil di Sekolah Dasar (SD) Marsudirini Yogyakarta 2026 dapat berjalan dengan baik. Banyak kemudahan, pengalaman, dan manfaat berharga yang diperoleh selama kegiatan ini.
Selain itu, kami juga diberi kesempatan melakukan kunjungan edukatif secara gratis dengan pendampingan yang sangat baik. Kami dilayani dengan ramah, diantar ke berbagai lokasi, serta memperoleh penjelasan mengenai sejarah, visi dan misi, makna filosofis, budaya, cara melestarikan, merawat, menyimpan, dan menjaga koleksi benda-benda bersejarah.
Kami juga belajar bagaimana memperkenalkan serta mempublikasikan keunggulan suatu lembaga kepada para peneliti, pelajar, masyarakat, wisatawan, dan berbagai kalangan lainnya.
Kegiatan kunjungan Warcil edisi keempat bertema Menyapa Heritage Yogyakarta kali ini dilakukan ke berbagai tempat legendaris dan bersejarah di Yogyakarta, seperti Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung, Kraton Yogyakarta, Pura Pakualaman, Tamansari, Kantor Pos, serta berbagai museum, antara lain Museum Sonobudoyo, Museum Kotagede, Museum Benteng Vredeburg, Museum Sandi, dan Museum TNI AD Dharma Wiratama.
Kunjungan ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan memperluas wawasan anak-anak tentang sejarah dan budaya bangsa. Selain diterima dengan penuh keramahan, kami juga disuguhi minuman dan makanan ringan yang disukai anak-anak.

Untuk mengenal para narasumber lebih dekat, wawancara selalu diawali dengan pertanyaan mengenai cita-cita, hobi, dan pengalaman mereka dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan lembaga.
Selanjutnya, peserta menggali informasi mengenai sejarah, visi dan misi, fasilitas, fungsi, aturan bagi pengunjung, berbagai tantangan yang dihadapi, hingga diakhiri dengan pesan dan kesan bagi peserta Warcil.
Semua narasumber memberikan kesan yang luar biasa. Mereka sangat terbuka dalam berbagi pengalaman, ramah, berwawasan luas, dan tidak segan memberikan kiat-kiat untuk meraih keberhasilan dalam pelayanan.
Mereka menekankan pentingnya rajin membaca, terus berlatih, memahami karakter orang yang dilayani, serta mampu membaca situasi agar pelayanan yang diberikan tepat sasaran.

Tiga pemerintahan
Salah satu tempat yang sangat berkesan adalah Gedung Agung. Bangunan yang berdiri sejak masa kolonial ini memiliki perjalanan sejarah panjang dan dalam perkembangannya pernah mengalami tiga masa pemerintahan, yaitu Masa Pendudukan Belanda, Masa Pendudukan Jepang, dan Masa Pemerintahan Republik Indonesia.
Hingga kini, Gedung Agung tetap terawat dengan baik, ramah lingkungan, memiliki nilai sejarah tinggi, dan sarat makna bagi perjalanan bangsa Indonesia.
Demikian pula Kraton Yogyakarta dan berbagai museum yang kami kunjungi. Lembaga-lembaga tersebut memiliki peran penting dalam melestarikan budaya Jawa melalui kegiatan pengumpulan, perawatan, penelitian, serta penyelenggaraan program edukasi.
Museum menjadi sarana belajar yang menarik dan unggul bagi para pelajar untuk mengenal warisan budaya Indonesia. Oleh karena itu, generasi muda perlu ikut menjaga, melestarikan, dan mencintai budaya bangsa.
Suasana wawancara yang santai dan menyenangkan membuat anak-anak tidak merasa canggung. Mereka tetap fokus mendengarkan dan mencatat berbagai informasi yang disampaikan narasumber.

Kegiatan wawancara dilaksanakan di berbagai tempat, seperti pendopo, ruang perpustakaan, ruang pertemuan, hingga dalam suasana lesehan melingkar yang akrab. Beberapa wawancara juga dilakukan secara formal dengan fasilitas tempat duduk yang nyaman dan dilengkapi mikrofon untuk memperjelas suara penanya maupun narasumber.
Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar membangun karakter yang baik, menghormati orang lain, berbicara dengan sopan, serta tidak lupa mengucapkan terima kasih setelah memperoleh jawaban dari narasumber. Bahkan, pada akhir kegiatan mereka juga mendoakan para narasumber sebagai bentuk penghargaan atas waktu dan ilmu yang telah dibagikan.
Kegiatan Wartawan Cilik SD Marsudirini Yogyakarta Tahun 2026 menjadi pengalaman yang sangat berharga dan tidak terlupakan. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga melatih keberanian, keterampilan berkomunikasi, kemampuan berpikir kritis, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah, budaya, dan bangsa Indonesia.
Pengalaman yang sangat kaya, berkesan, penting dan menonjol adalah bagaimana kegiatan Wartawan Cilik tidak hanya melatih kemampuan wawancara, tetapi juga membangun karakter, keberanian, rasa hormat kepada narasumber, serta kecintaan terhadap sejarah dan budaya Indonesia.
Semoga hasil wawancara yang kemudian dibukukan itu dapat menjadi dokumentasi yang indah bagi para siswa, guru, narasumber, dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan Wartawan Cilik SD Marsudirini Tahun 2026.
Semoga peserta Warcil terus mengembangkan diri, menimba ilmu setinggi langit dan memperbanyak keterampilan dan potensi diri agar sukses di masa depan.
Pada kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih kepada Y.B. Margantoro, wartawan senior sekaligus pegiat literasi bagi generasi penerus, yang telah mendampingi serta membekali peserta Warcil selama ini tentang cara melakukan wawancara dengan para narasumber secara percaya diri dan profesional.
Sr. M. Rachel, OSF Kepala SD Marsudirini Yogyakarta








