Sleman. Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Kabupaten Sleman I diselenggarakan pada Sabtu, 24 Juni 2023 di tiga lokasi berbeda tetapi masih dalam wilayah Paroki Keluarga Kudus Banteng, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kategori Paduan Suara, Tutur Kitab Suci, dan Menyanyikan Mazmur digelar di Kompleks Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan. Cerdas Cermat Rohani Anak berlokasi di Skolastikat SCJ, sedangkan Cerdas Cermat Rohani Remaja di Kapel Johanes Bosco, Sengkan.
Thomas Rasul Mujiyana Harjawikarta, Ketua Bidang 1 Penyelenggaraan Kegiatan Pesparani Kabupaten Sleman 2023, menyampaikan pesan Ketua Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Pesparani Katolik (LP3K) Kabupaten Sleman, F. Bambang Sigit Sulaksono, yang sedang ada aktivitas lain di Jakarta.
Menurut Thomas, kegiatan Pesparani Kabupaten Sleman semestinya dilaksanakan pada November 2022, tetapi karena kondisi kurang memungkinkan dan sebulan sebelumnya bersamaan dengan persiapan kontingen DIY untuk Pesparani Nasional, maka diputuskan kegiatan ini dilaksanakan pada Juni 2023.
LP3K Kabupaten Sleman baru terbentuk tahun 2022 dengan SK Bupati bulan Februari 2022. Sekretariat LP3K Kabupaten Sleman masih menumpang di salah satu ruang Paroki Banteng. “Harapannya, demi pelayanan yang lebih baik, mungkin ada tempat yang bisa dijadikan sekretariat untuk lembaga ini,” ucap Thomas.
Thomas melanjutkan, “Kami mengambil tema ‘Bersama Membangun Persaudaraan Wujudkan Iman Sejati’. Semoga dengan kegiatan ini iman kita bertumbuh dan buah iman itu adalah persaudaraan yang semakin menguat.”
Thomas pun menyebutkan, dari 17 paroki di Kabupaten Sleman yang diundang, kegiatan ini diikuti 16 paroki dengan 1.400 peserta. Panitia juga berharap kepada pegiat musik Gereja serta pendampingan iman berjenjang agar kegiatan ini juga menjadi bagian untuk mengembangkan iman.

Selanjutnya, Rm. Matheus Wahyudi, MSF, Pastor Paroki Keluarga Kudus Banteng, menegaskan bahwa yang paling pokok dan penting bagi para peserta Pesparani ada persaudaraan dan juga mewujudkan iman yang sejati.
“Juara itu bonus, tapi yang paling pokok dan penting kita diundang untuk membangun persaudaraan dan mewujudkan iman yang sejati. Saya mengajak supaya umat Katolik semakin menyadari bahwa kita juga bagian dari pemerintah. Mari kita bekerja sama dengan pemerintah, kita wujudkan kedamaian supaya Kabupaten Sleman ini menjadi tempat kita bersama,” tuturnya berpesan.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Aji Wulantara, yang mewakili Bupati Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo, menyatakan kehidupan beragama di Kabupaten Sleman melalui kebijakan bupati maupun wakil bupati selalu mengupayakan komitmen menjaga Sleman sebagai rumah bersama.
Hal itu tercermin lewat visi Kabupaten Sleman, yakni “Terwujudnya Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan, dan memiliki jiwa gotong royong”.
“Maka, kalau di saudara-saudara Muslim ada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Kristen Protestan ada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi), kalau di kita Pesparani,” sebut Aji.
Aji yang sering terlibat dalam kepanitiaan Natal, menyebutkan bahwa lomba-lomba sejenis diadakan menjelang Natal. “Tapi sekarang sudah melembaga dan mohon maaf, Pemkab Sleman baru bisa memberikan dana yang mungkin belum bisa mendanai sepenuhnya, seratus juta rupiah. Namun, yang paling penting bagaimana melalui kegiatan ini bisa turut membantu proses penyelenggaraan pemerintah daerah agar bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.








