Pesparani 2024 Sleman, Ajang Perkuat Persaudaraan dan Cinta Tanah Air

News1922 Views

Sleman. Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Kabupaten Sleman untuk kedua kalinya diselenggarakan di Kompleks Fakultas Teologi Wedabhakti Universitas Sanata Dharma (FTW USD) Yogyakarta pada Sabtu, 6 Juli 2024.

Perhelatan ini mengundang keterlibatan 17 paroki dan lima stasi dari Kevikepan Yogyakarta Barat dan Kevikepan Yogyakarta Timur yang masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Sleman. Dengan 135 peserta, lomba yang dipertandingkan meliputi Mazmur Anak, Remaja, dan Dewasa, Lomba Cerdas Cermat Anak dan Remaja, serta Lomba Tutur Kitab Suci Anak.

Mengusung tema “Memuji dan Memuliakan Tuhan, Mewujudkan Sleman Rumah Bersama”, Pesparani kali ini diharapkan mampu merekatkan persaudaraan umat Katolik di Kabupaten Sleman untuk memuji dan memuliakan Allah.

Bambang Sigit Sulaksono. Berharap semua paroki dapat ikut serta setiap tahunnya. (Foto: Willy Putranta)

Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) Daerah Kabupaten Sleman, Bambang Sigit Sulaksono, menjelaskan seluruh kegiatan Pesparani tahun ini sepenuhnya didanai APBD Kabupaten Sleman. “Tahun lalu, semua cabang lomba berlangsung dengan sangat meriah dan luar biasa. Karena akan dilaksanakan setiap tahun, kami merencanakan perayaan besar setiap dua tahun sekali,” tutur Bambang.

Bambang juga mengajak semua paroki di Sleman untuk berpartisipasi aktif. “Ada 17 paroki dan satu dari (Goa Maria Sendang) Sriningsih yang terlibat. Karena kegiatan ini rutin, kami berharap semua paroki dapat ikut serta setiap tahunnya,” katanya.

Yoseph Agus Seno Prabowo, Ketua Panitia, menambahkan bahwa partisipasi paroki dan stasi dalam ajang ini berarti Pesparani secara khusus menampakkan wajah Umat Katolik di Kabupaten Sleman.

Ditambahkan CB. Ismulyadi, Koordinator Humas/Publikasi, pada Pesparani tahun ini tidak ada cabang paduan suara, karena akan dimasukkan dalam perayaan besar dua tahun sekali seperti yang disampaikan Bambang.

Rm. Alfonsus Rodriguez Yudono Suwondo, Pr. Umat Katolik juga bagian dari masyarakat yang bersama-sama merajut kebersamaan di Kabupaten Sleman. (Foto: Willy Putranta)

Vikaris Episkopal Kevikepan Yogyakarta Barat Rm. Alfonsus Rodriguez Yudono Suwondo, Pr menyatakan Pesparani sangat diapresiasi oleh Gereja. “Pesparani memberikan kesempatan bagi para utusan paroki untuk saling kenal dan berkolaborasi. Relasi yang terjalin akan tumbuh dengan baik,” tuturnya.

Pesparani pun membantu peserta mendisiplinkan diri dalam mencapai tujuan. “Proses panjang dari latihan dan komunikasi menjadi sarana untuk mensyukuri berkat Tuhan. Pesparani adalah wujud nyata perhatian negara kepada rakyatnya. Kita, sebagai umat Katolik, juga bagian dari masyarakat yang bersama-sama merajut kebersamaan di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Seluruh rangkaian acara Pesparani di Sleman diharapkan dapat menjadi wadah bagi umat Katolik untuk berinteraksi, berkarya, dan mengembangkan diri. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, Pesparani dapat menjadi ajang yang memperkuat rasa persaudaraan dan kecintaan terhadap tanah air.

Oleh karena itu, Rm. Suwondo mengingatkan kembali pesan Mgr. Albertus Soegijapranata. “Kita harus menyadari bahwa kita 100% Katolik dan 100% Indonesia. Pesparani adalah salah satu cara untuk mewujudkan pesan tersebut dalam kehidupan nyata,” tegasnya sembari berharap Pesparani dapat terus meningkatkan kualitas hidup dan spiritualitas umat Katolik di Sleman.

Dengan partisipasi aktif dari seluruh paroki dan dukungan penuh dari pemerintah, Pesparani pun diharapkan dapat menjadi ajang tahunan yang makin meriah dan bermanfaat. “Pesparani bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga tentang banyak hal yang membuat kita makin berkualitas,” ujar Suwondo.

Ia kembali mengingatkan, Pesparani 2024 di Kabupaten Sleman bukan sekadar lomba, melainkan sebuah perayaan kebersamaan dan keberagaman yang diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi seluruh umat Katolik di daerah ini.

Danang Maharsa. Yakin peserta dari Sleman bisa meraih prestasi hingga tingkat nasional. (Foto: Willy Putranta)

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Pesparani yang berlangsung setiap tahun. “Ini menunjukkan Kabupaten Sleman mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan dengan baik. Pesparani adalah wujud nyata dari konsep ‘rumah bersama’ yang terus kami kembangkan di Sleman,” ujarnya seraya menyatakan keyakinannya bahwa peserta dari Sleman dapat meraih prestasi hingga tingkat nasional.

“Saya bangga tagline ‘rumah bersama’ yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Sleman terwujud dalam kegiatan ini. Selamat berlomba kepada para peserta, semoga meraih prestasi yang membanggakan,” lanjutnya.

Pemukulan gong pembukaan Pesparani 2024 Kabupaten Sleman. (Foto: Willy Putranta)

Danang juga menegaskan Sleman siap mendukung setiap kegiatan keagamaan. “Pesparani adalah bukti bahwa Sleman dapat menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan dengan baik. Ini adalah rumah bersama kita semua, dan saya yakin peserta dari Sleman bisa meraih prestasi hingga tingkat nasional,” pungkasnya.

Pesparani lantas dibuka dengan pemukulan gong oleh Danang, didampingi Rm. Suwondo, Bambang, dan wakil dari Kapolresta Sleman dan Dandim Sleman.

Hadiah diberikan oleh Epiphana, Kadis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman. (Foto: Anton Adi Prabowo)

Berikut daftar peraih juara Pesparani 2024 Kabupaten Sleman

Lomba Mazmur Kategori Dewasa

1. Paroki Pringwulung atas nama Maria Renita Wuryanti

2. Paroki Nandan atas nama Agnes Tri Pusputasari

3. Paroki Kalasan atas nama MG Anindya Dyah Anjani

Lomba Mazmur Kategori Remaja

1. Paroki Maria Marganingsih Kalasan atas nama Bonifacia Ananda Putri Ariatmaja

2. Paroki Santo Alfonsus De Liguori Nandan atas nama Ilona Christa Putri

3. Paroki St. Yohanes Paulus II Brayut atas nama Fransiska Mutiara Triasa Kartikalia

Peserta Lomba Mazmur Kategori Anak dari Paroki Santo Petrus Warak. (Foto: Anton Adi Prabowo)

Lomba Mazmur Kategori Anak-anak

1. Paroki St. Petrus dan Paulus Klepu atas nama Sekar Jelita Trisdahayu

2. Paroki Tyas Dalem Gusti Yesus Macanan atas nama Kalonica Syesa Artha Elmadellanor

3. Paroki St. Maria Assumpta Gamping atas nama Theresia Anindya Nadine Wardhani

Peserta Lomba Bertutur Kitab Suci Anak-anak dari Paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung. (Foto: Willy Putranta) 

Lomba Bertutur Kitab Suci Anak-anak

1. Paroki St. Petrus dan Paulus Minomartani atas nama Fransiska Lavania Padamani

2. Stasi St. Thomas Seyegan atas nama Robertus Pandu Pradipta

3. Paroki Keluarga Kudus Banteng atas nama Angelic Rhema Prakosa

Lomba Cerdas Cermat Rohani Kategori Anak-anak

1. Paroki Keluarga Kudus Banteng

2. Paroki Santo Alfonsus De Liguori Nandan

3. Paroki St. Yohanes Paulus II Brayut

Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat Rohani Kategori Remaja. (Foto: Anton Adi Prabowo)

Lomba Cerdas Cermat Rohani Kategori Remaja

1. Paroki Santo Alfonsus De Liguori Nandan

2. Paroki Keluarga Kudus Banteng

3. Paroki St. Maria Assumpta Gamping

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *