Pernah Bersama di Roma, Lima Sahabat Reuni di Jogja

Feature180 Views

Warung Klangenan 2 di Banyuraden, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis malam, 30 Juli 2026 kedatangan tamu istimewa. Mereka terdiri dari seorang suster dan empat pastor yang pernah satu masa sama-sama tinggal di Roma, Italia.

Secara tak terduga, kelimanya bisa bertemu dan melakukan reuni kecil. Mereka adalah Sr. Maria Matrona Ola O.Carm, Rm. Leo Mali Pr, Rm. Jojo Rusmana Pr, Rm. Agus Keluli Manuk OCD, dan Rm. Markus Solo Kewuta SVD.

Di antara mereka hanya Padre Marco, sapaan akrab Rm. Markus Solo, yang hingga saat ini masih menetap di Roma karena menjadi pejabat di Dikasteri (Kementerian) Dialog Antarumat Beragama Takhta Suci (Vatikan).

Sedangkan empat lainnya sudah tidak di Roma. Sr. Matrona kini bertugas di Bologna, Italia, Rm. Leo Mali mengajar di Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) dan Seminari Tinggi Santo Mikael Penfui di Kupang, Rm. Jojo bertugas sebagai Kepala Museum Misi Muntilan/Pusat Animasi Misioner di Muntilan, sementara Rm. Agus menjadi pembina para frater di Wisma OCD Yogyakarta.

Reuni spontan ini datang dari AM Putut Prabantoro, pendiri sekaligus penasihat Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI). “Rencana Tuhan memang indah. Kebetulan Sr. Matrona pergi ke Yogya, saya kemudian iseng menghubungi Rm. Jojo dan Rm. Agus untuk bertemu. Dari Rm. Agus, saya baru tahu jika Rm. Leo ada di Yogya juga. Sementara Rm. Markus hadir di Yogya atas undangan WUJA (World Union of Jesuit Alumni-Red.),” ungkap Putut.

WUJA yang mengadakan Kongres XI di Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta berlangsung dari 29 Juli – 2 Agustus 2026. Tema Kongres WUJA kali ini adalah “United In Spirit, Leading in Purpose” (Bersatu dalam Semangat, Memimpin dengan Tujuan).

Tema Kongres WUJA tersebut mirip dengan pidato Paus Leo XIV yang menegaskan, “To unite our strength, our spiritual energy, intelligence, and resources to care for creation (untuk menyatukan kekuatan kita, energi spiritual, kecerdasan, dan sumber daya kita guna merawat ciptaan/alam semesta).”

“Saya bisa mengembangkan spirit misi Jesuit ke depan itu menjadi jembatan perbedaan di antara budaya dan agama. Kata kunci (dari tema WUJA) itu bisa saya kembangkan untuk berbicara,” jelas Padre Marco yang menjadi narasumber pada Jumat pagi, 31 Juli 2026 pukul 10.00-12.00.

Rombongan wartawan dan beberapa pastor hadir dalam jamuan malam bersama di Restoran NEIGHBORHOOD, Roma (16/11/2022).

Vatikan, November 2022
Reuni kecil yang meriah itu meski hanya sesaat tidak terlepas dari bulan November 2022. Oleh karenanya, Warung Klangenan2 di Banyuraden, Sleman dipilih menjadi tempat reuni kecil itu berlangsung.

Paguyuban Wartawan Katolik Indoneisa (PWKI) yang terdiri dari 22 anggota, demikian Putut bercerita, pada November 2022 mengadakan kunjungan Vatikan. Kunjungan itu dalam rangka mengkampanyekan Perdamaian Dunia.

Selama di Roma, delegasi PWKI, yang dipimpin Mayong Suryo Laksono dan didampingi Putut Prabantoro itu, menginap di guest house yang dimiliki oleh Ordo Karmelit Maria Teresa Scrilli, tempat tinggal dan sekaligus berkarya Sr. Matrona. Guest house itu terletak di Via Dei Baglioni 10, Roma yang berjarak 15 menit dari Basilica St. Petrus, Vatikan.

Dalam kunjungan itu, PWKI mendapat kesempatan beraudiensi dengan Paus Fransiskus pada 16 November 2022. Dalam audiensi itu, PWKI membawa hadiah untuk Paus Fransiskus berupa gunungan wayang kulit dari Sri Sultan Hamengku Buwono X  dan batik dari GKBRay Pakualam X.

Kedua hadiah itu dibawa oleh Thomas Sukawan Aribowo dan Margaretha Saptaningdyah. Suami istri ini pemilik Warung Klangenan dan tinggal di Yogyakarta. Mereka berdua bertugas mengambil hadiah dari Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKBRAy Pakualam X dari Yogyakarta untuk dibawa ke Vatikan.

Setelah beraudiensi dengan Paus Fransiskus, malam harinya pada hari yang sama, rombongan wartawan, dan beberapa pastor termasuk Rm. Leo Mali, Rm. Agus, dan Rm. Jojo hadir dalam jamuan malam bersama. Jamuan makan malam itu terselenggara atas undangan dari Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Untuk Takhta Suci Lina Yanti Dlliane.

“Makan malam berlangsung di restoran Filipina dengan tembok besar sebagai latar belakangnya tertulis kata NEIGHBORHOOD. Oleh karena itu, selain kelima biarawan-biarawati yang eks Roma, reuni kecil itu juga dihadiri beberapa wartawan anggota delegasi PWKI ke Vatikan pada November 2022. Itu termasuk tuan rumah Thomas dan Retha. Kami semua berteman baik dan sangat dekat hubungannya,” jelas Putut lebih lanjut.

Mengomentari acara reuni kecil di Warung Klangenan itu, Sr. Matrona yang asli Kefamenanu, Atambua, NTT, menyatakan kebahagiaannya. “Saya membawa kenangan indah dari Yogya sebagai bekal kembali berkarya di Roma. Kita semua tidak hanya NEIGHBORHOOD tetapi good neighborhood atau bahkan good friends – teman baik,” ucap Sr Matrona sambil tersenyum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed