Menjadi Pemimpin Peduli, Belajar Mengenal Diri dan Melayani Sesama

Papan Tulis60 Views

Kepemimpinan bukan sekadar jabatan atau kemampuan mengarahkan orang lain. Lebih dari itu, kepemimpinan bertumbuh dari keberanian mengenali diri, kesediaan mendengarkan, dan ketulusan untuk melayani sesama.

Semangat inilah yang mendasari Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) OSIS SMP Kanisius Cabang Magelang, yang melibatkan SMP Kanisius Muntilan dan SMP Kanisius Sumber pada Selasa–Rabu, 27–28 Oktober 2026.

Sebelumnya, para peserta mengikuti kegiatan Pra-LKTD pada Rabu, 21 Oktober 2026 sebagai langkah awal mempersiapkan diri untuk mengikuti proses pembentukan kepemimpinan.

Mengusung tema “Menjadi Pemimpin Peduli”, kegiatan ini dirancang untuk membantu para pengurus OSIS memahami bahwa seorang pemimpin pertama-tama harus mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.

Melalui beragam pengalaman, dinamika kelompok, refleksi, dan aksi nyata, para peserta diajak menumbuhkan kepemimpinan yang berakar pada kesadaran diri, kepedulian, tanggung jawab, dan semangat pelayanan.

Kepala SMP Kanisius Muntilan, Y.B. Sulistyanto T., M.Pd., M.M., menegaskan arti penting LKTD sebagai bagian dari proses pendidikan karakter dan pembentukan kepemimpinan siswa. Kegiatan ini bukan semata-mata mempersiapkan peserta untuk menjalankan tugas organisasi, melainkan juga membentuk pribadi yang mampu memberikan teladan, bertanggung jawab atas pilihan, serta peka terhadap kebutuhan orang lain.

Melalui LKTD, para pengurus OSIS diharapkan mampu membawa perubahan positif di lingkungan sekolah dan menghidupi nilai-nilai Kanisius dalam keseharian.

Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan didampingi Filipus Dimas Darumurti, M.Pd. dan Chr. Danang Wahyu Prasetio, S.Or., M.M., narasumber dari SMA Kolese De Britto Yogyakarta.

Rm. A.P. Danang Bramasti, SJ. Pengalaman selama kegiatan tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi sungguh menjadi awal perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

Proses pendampingan juga melibatkan Zacky Akiva Hidayatulloh dan Novean Kartika Dian Rafael, alumni SMP Kanisius Muntilan yang kini menjadi siswa SMA Kolese De Britto Yogyakarta.

Kehadiran para pendamping dengan pengalaman dan latar belakang yang beragam memperkaya proses belajar, sekaligus menghadirkan teladan bahwa kepemimpinan merupakan perjalanan yang terus bertumbuh melalui pengalaman.

Hari pertama berfokus pada kepemimpinan Ignasian, yang menekankan refleksi, keteguhan hati nurani, dan pelayanan kepada sesama. Para peserta diajak memahami bahwa pemimpin sejati bukanlah orang yang sekadar memberikan perintah, melainkan pribadi yang bersedia hadir, terlibat, dan membantu orang lain berkembang.

Nilai-nilai tersebut kemudian diolah melalui dinamika kelompok dan wide games, termasuk permainan komunikasi serta teater mini yang mengangkat lima nilai utama Kanisius: keunggulan, kejujuran, kepedulian, kedisiplinan, dan kemerdekaan.

Melalui berbagai tantangan, peserta belajar bahwa keberhasilan kelompok tidak hanya ditentukan oleh siapa yang paling cepat atau paling menonjol, tetapi juga oleh kemampuan bekerja sama, menghargai perbedaan, menyampaikan pendapat, dan mengambil keputusan bersama.

Sesi refleksi kelompok membantu peserta menemukan makna dari setiap pengalaman, sedangkan examen mengajak peserta meninjau kembali perjalanan hari itu, mensyukuri pengalaman, menyadari kekurangan, dan merumuskan niat untuk menjadi lebih baik.

Pada hari kedua, pembentukan kepemimpinan diarahkan pada tindakan nyata melalui aksi diri. Para peserta diajak memaknai perjalanan sebagai kesempatan untuk melatih ketekunan, kesederhanaan, dan kepekaan batin.

Semangat kepedulian kemudian diwujudkan melalui aksi yang berkaitan dengan lingkungan hidup, seperti orasi tentang persoalan sampah, kerja bakti, dan aksi sosial di Pasar Muntilan.

Pembentukan kepemimpinan diarahkan pada tindakan nyata melalui aksi diri.

Melalui kegiatan ini, peserta belajar bahwa kepedulian tidak cukup berhenti pada rasa prihatin atau gagasan yang baik. Kepedulian perlu diterjemahkan menjadi tindakan konkret yang membawa manfaat bagi orang lain dan lingkungan.

Citra, salah satu peserta, merefleksikan bahwa LKTD memberinya kesempatan untuk mengenali diri dan memahami arti kepemimpinan dari pengalaman bersama teman-temannya. Proses kegiatan membuatnya menyadari bahwa menjadi pemimpin tidak berarti harus selalu berada di depan atau menjadi orang yang paling banyak berbicara.

Seorang pemimpin juga perlu mendengarkan, bekerja sama, menghargai pendapat orang lain, dan berani bertanggung jawab. Pengalaman tersebut menjadi bekal baginya untuk menjalankan tugas sebagai pengurus OSIS dengan lebih peduli dan terbuka terhadap sesama.

Penutupan LKTD menjadi momentum peneguhan bagi seluruh peserta. Direktur Kanisius Cabang Magelang, Rm. A.P. Danang Bramasti, SJ, memberikan peneguhan agar pengalaman selama kegiatan tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi sungguh menjadi awal perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai yang dipelajari perlu dihidupi dalam cara berbicara, mengambil keputusan, memperlakukan teman, serta menjalankan tanggung jawab di sekolah dan lingkungan masyarakat dengan memiliki keberanian dalam mewujudkannya.

Melalui refleksi akhir atau Renovatio Vitae, para peserta diajak menuliskan pengalaman yang paling bermakna sekaligus merumuskan niat perubahan yang dapat diwujudkan setelah pelaksanaan LKTD ini. Dengan demikian, LKTD menjadi ruang pembelajaran untuk menghubungkan pengalaman, refleksi, dan tindakan nyata.

Kegiatan ini menegaskan bahwa pemimpin peduli tidak dibentuk dalam satu malam. Kepemimpinan tumbuh melalui kesediaan untuk terus belajar, keberanian mengakui kekurangan, dan komitmen melakukan kebaikan meskipun sederhana.

Berlandaskan nilai-nilai Kanisius dan semangat pelayanan yang diajarkan Yesus, para pengurus OSIS diharapkan mampu menjadi pemimpin muda yang unggul, jujur, disiplin, merdeka, dan peduli.

Pengurus OSIS tidak hanya belajar memimpin organisasi, tetapi juga belajar menghadirkan perubahan melalui tindakan nyata, mulai dari diri sendiri, teman-teman, sekolah, hingga masyarakat.

Chr. Danang Wahyu Prasetio
Humas SMA Kolese De Britto Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *