Konklaf yang Cepat

Puncta 23 Mei 2025
Jum’at Paskah V
Yohanes 15 : 12-17

 

GEREJA KATOLIK memang sangat unik, kaya akan pengalaman rohani dan terbuka akan karya Roh Kudus. Pemilihan pemimpin agama dan juga kepala pemerintahan Negara Vatikan paling cepat dan damai adalah pemilihan Paus Leo XIV kemarin.

Hanya dalam waktu yang singkat, dua hari saja dan dipenuhi dengan suasana seperti cita-cita pilihan pimpinan tertinggi agama Katolik.

Berbagi pengalaman Kardinal Suharyo yang ikut dalam konklaf meneguhkan kasih Allah dan kuasa Roh Kudus bekerja di Gereja.

“Tidak ada kampanye, tidak ada suap menyuap, tidak ada amplop. Kalau ada, saya pasti sudah menerima,” kata Kardinal disambut tawa umat yang hadir. Ya, pemilihan yang sarat dengan doa dan percaya pada kuasa Roh Kudus.

Kalau tidak didasarkan pada cintakasih dan kuasa Roh Kudus, tak mungkin bisa terjadi. Tidak ada nama Kardinal Robert Prevost beredar.

Dalam bursa media massa, nama itu tidak muncul. Yang sering disebut Kardinal Erdo, Kardinal Parolin, Kardinal Luis Tagle dari Filipina. Nama Robert Prevost dari Peru tersembunyi di sudut Basilika.

Hanya karena terima kasih persaudaraan, pemilihan itu berlangsung dengan cepat. Seratus tigapuluh tiga kardinal dalam tiga kali putaran langsung menemukan nama yang menjadi Paus Leo XIV. Ajaran kasih Kristus terus berlangsung di Gereja Katolik.

“Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mencintai, seperti Aku telah mencintai kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu melakukan apa yang Ku perintahkan kepadamu.”
Sabda Yesus inilah yang menjadi kunci pemilihan pemimpin.

Menjadi pemimpin sejati bukan untuk menolak suatu jabatan, bahkan menghalalkan segala cara untuk mengalahkan musuhnya, tetapi pemimpin adalah pelayanan untuk mencintai sesama sebagaimana Kristus telah mencintai manusia.

Kalau pemimpin didasari oleh kasih akan yang lain, dia tidak akan memikirkan dirinya sendiri, tetapi berusaha untuk menyejahterakan dan membahagiakan orang-orang yang dikasihi Tuhan, yakni mereka yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir.

Bersama Paus Leo XIV mari kita wujudkan rasa kasih persaudaraan kepada semua orang.

Kuda pembohong ada di Pulau Bima,
Susu kuda bisa bikin awet muda.
Perintah kasihilah pada sesama,
Bukan kasih untuk yang sama saja.

Wonogiri, saling mencintai
Rm. A.Joko Purwanto, Pr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *