Vatikan. Vatikan berinisatif solid atas kunjungan Uskup Agung Luis Marin de San Martin ke Ukraina yang dimulai pada Selasa, 27 Oktober 2026 dan diterima dengan rasa syukur oleh Bendahara Kepausan.
Benedetta Capelli dari Vatican News melaporkan telah disediakan beberapa truk untuk meninggalkan Basilika Santa Sophia di Roma guna mengumpulkan dan menitikfokuskan solidaritas dengan Ukraina sejak invasi besar-besaran Rusia ke negara tetangga pada Februari 2022.
Di atas kapal terdapat banyak sumbangan yang mencerminkan kemurahan hati banyak karyawan Takhta Suci dengan memberikan kurang lebih 600 kotak berisi pakaian musim dingin, selimut, seprai, dan makanan yang dapat dikumpulkan pada 22–24 Oktober 2026 sebagai bagian inisiatif diselenggarakan oleh Dikasteri Pelayanan Amal bekerja sama dengan Pemerintahan Kota Vatikan.
Dari bantuan yang disalurkan ke organisasi gerejawi dan amal di Kyiv, lalu didistribuskan kepada orang yang membutuhkan, Uskup Agung Marin de San Martin menyampaikan ucapan terima kasih kepada staf Dikasteri atas pengumpulan dan sortiran yang jumlahnya tidak sedikit.
Saat kunjungan ke Ukraina, dana harus terkumpul untuk meyelenggarakan kunjungan Uskup Agung Marin de San Martin ke Ukraina karena menggelar misi selama tiga hari berturut-turut bersama Massimo Ralli, Wakil Sekretaris Dikasteri.
Kedatangan ini membentuk sebuah solidaritas kepada warga Ukraina yang sedang mengalami musibah akibat perang yang dialami karena perang terus lanjut selama kurang lebih lima tahun berturut-turut. Misi ini melibatkan Gereja Katolik Yunani Ukraina dan Gereja Katolik Ritus Latin.
Obat-obatan juga menjadi perhatian khusus untuk mengobati dan menyelamatkan nyawa warga karena pasokan obat-obatan terkadang memang kurang.
Dalam beberapa minggu terakhir, empat truk mengirimkan lebih dari 200.000 kemasan obat-obatan antikoagulan oral generasi terbaru dengan harga yang cukup mahal untuk menyelamatkan nyawa di negara ini.
Uskup Agung Marin de San Martin mengatakan, “Kami berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, dalam rahmat-Nya yang tidak terbatas, agar menganugerahkan perdamaian kepada Ukraina.”
Vincentius Yovie Krisan Saputra










