Kasih, Satu-Satunya Utang yang Tidak Mengekang

Pelita48 Views

Paus Leo XIV mengajak umat Katolik menyadari bahwa kasih adalah satu-satunya utang yang tidak mengekang. Pesan tersebut ia sampaikan dalam Doa Angelus, Minggu, 6 September 2026 dari Jendela Istana Apostolik. Ia membahas bacaan liturgi hari itu dan menyebutnya sebagai “kriteria dasar” untuk berpikir dan bertindak.

Paus mengawali renungannya dengan mengutip Surat Santo Paulus kepada Jemaat di Roma, yang merangkum semua perintah dalam satu kalimat: “Kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri” (Rm. 13:9). Menurut Paus, gagasan ini menegaskan bahwa kita sebenarnya tidak berutang apa pun kepada siapa pun, kecuali kasih satu sama lain.

Paus mengakui, kita sering merasa terbebani oleh utang, termasuk saat meminta atau menerima pengampunan.

“Namun,” katanya, “ada satu utang yang justru membuat kita makin bebas dan bertanggung jawab, yaitu utang kasih timbal balik. Perhatian, kebaikan, dan kepedulian yang kita terima dari orang lain mendorong kita untuk melakukan hal serupa.”

Paus kemudian merujuk pada Injil hari itu. Menurutnya, ada dua cara bagi umat untuk mewujudkan kasih timbal balik.

Cara pertama adalah berani memberi dan menerima koreksi persaudaraan. Paus mengakui hal ini sulit dan sering dihindari karena menuntut keterusterangan sekaligus kepekaan.

Prosesnya dimulai dengan jujur secara pribadi, lalu bersama kelompok kecil dan terakhir dengan seluruh komunitas. Kesalahan dan konflik tidak dibiarkan membusuk, tetapi, menjadi kesempatan untuk bertumbuh.

“Membicarakan keburukan orang lain memang mudah, tetapi itu tidak menyelesaikan apa-apa dan justru membuat banyak situasi macet,” ujar Paus.

Sebaiknya, Injil mengajarkan kebebasan yang lahir dari kasih.

Cara kedua adalah mengajak sesama berdoa bersama. Dalam Injil, Yesus menjanjikan bahwa permintaan dua orang yang sepakat akan dikabulkan Bapa di Surga (Mat. 18:19).

Paus menjelaskan, janji ini menunjukkan betapa bernilainya kebersamaan, kesediaan saling mendengar, dan harapan yang dibagikan. Doa pun dapat menyatukan orang-orang yang berbeda dalam persatuan.

“Tanpa iman, setiap orang bisa merasa sendiri dan menjadi asing satu sama lain. Melalui rahmat, kita menjadi saudara dan saudari,” tutur Paus.

Menutup renungannya, Paus memohon bantuan Bunda Maria agar umat dapat hidup dalam kasih persaudaraan, saling mengampuni, dan saling mendengarkan dalam Tuhan.

Josephine Manika Risa Saputri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *