Karya Tak Berhenti di Kampus, Tapi Keluar Hadirkan Perubahan Nyata

Dies Natalis ke-61 Universitas Atma Jaya Yogyakarta

News502 Views

Sleman. Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) merayakan Dies Natalis ke-61 dengan tema “Sinergi UAJY Mewujudkan Laudato Si’ untuk Semakin Berdampak dan Menjadi Berkat” pada Senin, 28 September 2026 di Student Center lt. 3 Gd. Slamet Rijadi, Kampus II UAJY.

Rektor UAJY Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M. menyatakan perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, penelitian, publikasi, atau berbagai bentuk capaian lainnya.

“Kita perlu melihat lebih jauh apa yang berubah karena keberadaan kita,” lontar Nurhartanto. “Siapa yang merasakan manfaatnya dan bagaimana ilmu serta sumber daya yang kita miliki dapat menjawab persoalan nyata di masyarakat dan lingkungan.”

Ia menyebut semangat ini sejalan dengan arah pendidikan tinggi berdampak yang mendorong perguruan tinggi untuk melihat kontribusinya. “Tidak hanya dari apa yang dikerjakan, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan dalam dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Rektor UAJY Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M. Arah pendidikan tinggi berdampak mendorong perguruan tinggi untuk melihat kontribusinya.

Hal ini, lanjut Nurhartanto, sejalan dengan hakikat perguruan tinggi Katolik yang tercantum dalam dokumen Ex Corde Ecclesiae (Dari Lubuk Hati Gereja). Pendidikan Katolik dipanggil untuk menghasilkan lulusan yang berkompeten sekaligus berintegritas yang mampu menghidupi nilai kasih, keadilan, dan pelayanan bagi sesama.

Menurut Nurhartanto, tema dies natalis tahun ini menjadi ajakan untuk melihat kembali seluruh karya UAJY dan memastikan bahwa yang dilakukan tidak berhenti dalam kampus saja, tetapi keluar dan menghadirkan perubahan yang nyata.

Sejak tahun 2022, UAJY telah berkomitmen untuk menjadi universitas Laudato Si’ dan mewujudkannya melalui berbagai program dan kegiatan. “Semangat menjaga lingkungan sudah kita mulai dari kebiasaan sederhana di dalam kampus,” ungkap Nurhartanto.

Salah satunya melalui smart water station, fasilitas penyediaan air minum siap konsumsi. Fasilitas ini merupakan bagian dari upaya UAJY membangun green campus initiative dan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. “Dosen, tendik (tenaga kependidikan-Red.), dan mahasiswa dibagikan tumbler sebagai tempat minum,” jelas Nurhartanto.

Ignatius Iswanto Santoso. Perguruan tinggi harus menyiapkan mahasiswanya untuk antisipasi teknologi.

Selanjutnya, Wakil Direktur Utama PT Djarum, Ignatius Iswanto Santoso, menyampaikan orasi ilmiah. Ia mengatakan, perusahaan yang berpusat di Kudus, Jawa Tengah ini bekerja sama dengan perguruan-perguruan tinggi mitra mengirimkan para mahasiswa dari berbagai jurusan untuk praktik kerja selama enam bulan. “Salah satunya yang paling banyak dari UAJY,” sebutnya.

Iswanto menyebut strategi di perusahaan jika hendak menuju sesuatu, yang harus disiapkan pertama-tama ialah orangnya (sumber daya manusia/SDM), bukan teknologi. “People-nya harus disiapkan untuk antisipasi teknologi-teknologi ke depan. Saya pikir, perguruan tinggi juga sama, mahasiswanya harus disiapkan,” lontarnya.

Bagi Iswanto, aset terbesar bagi perusahaan adalah SDM dan kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi.

Pada kesempatan ini, Prof. Drs. Bernardinus Maria Purwanto, M.B.A., Ph.D. selaku Ketua Pengurus Yayasan Slamet Rijadi Yogyakarta (penyelenggara Universitas Atma Jaya Yogyakarta) membayangkan UAJY menjadi bagian dari upaya untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera di masa mendatang.

Prof. Drs. Bernardinus Maria Purwanto, M.B.A., Ph.D. UAJY menjadi bagian dari upaya untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera di masa mendatang.

“Itu bisa kita lakukan dari dalam UAJY sendiri. Setiap insan di UAJY bagaimana menjadi keping-keping puzzle yang interlocking (saling bertautan-Red.) hingga menjadi gambar yang indah. Itu masih menjadi cita-cita karena belum sepenuhnya terjadi,” harap Purwanto.

Dalam acara ini pula, UAJY meresmikan Korea Corner di perpustakaan yang merupakan hasil kerja sama dengan Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia. Program ini didukung langsung Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan.

Melalui berbagai koleksi dan fasilitas yang tersedia, pengunjung dapat memperoleh kesempatan untuk belajar secara mandiri sekaligus memperluas pengetahuan mengenai bahasa dan budaya Korea.

Tarian Samgama Nusantara oleh UKM Seni Budaya Nusantara UAJY.

Korea Corner terbuka bagi mahasiswa dan civitas akademika Universitas Atmajaya Yogyakarta yang ingin memanfaatkan berbagai fasilitas dan koleksi yang tersedia.

Tidak hanya itu, UAJY juga memberikan penghargaan kepada para dosen dan tenaga kependidikan berprestasi serta pegawai dengan masa bakti kerja 25 tahun, 30 tahun, 35 tahun, 40 tahun, dan purnakarya.

Sebagai atraksi hiburan, tampil Marching Band Atma Jaya, tarian Samgama Nusantara oleh UKM Seni Budaya Nusantara UAJY, dan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UAJY.

Willy Putranta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *