Heran plus Gembira, Halalbihalal di Aula Gereja

News1214 Views

Semarang. Semarak Hari Raya Idulfitri tidak hanya berhenti pada saat salat Id. Di Indonesia, rangkaian syukuran Hari Raya Idulfitri masih berlangsung beberapa hari. Tradisi yang khas di Indonesia adalah acara halalbihalal.

Sesuatu yang unik adalah halalbihalal yang diselenggarakan panitia di RW 09, Kelurahan Bojongsalaman, Semarang. Pengurus RT, RW, dan PKK RW 09 menyelenggarakan halalbihalal di Ruang Aula Gedung Pelayanan Pastoral Gereja Santa Theresia Bongsari Semarang pada Sabtu, 27 April 2024.

Para tokoh yang hadir dalam halalbihalal bertema “Sucikan Hati di Hari yang Fitri dengan Silaturahmi” antara lain Suryono, S.H. (Lurah Bojongsalaman), H.  Hariyono, S.H. (Pendiri Yayasan Masjid Darululum RT 02 RW 09), K.H. Drs. Ahmad Basri (Ketua Yayasan Yatim Piatu Kota Semarang, Rm. Eduardus Didik Chahyono, SJ (Pastor Kepala Paroki Gereja St. Theresia Bongsari Semarang), H. Basuki (Pengurus Musala LDII RT 05 RW 09), Ketua RW 09, Ketua RT 01 – RT 06 RW 09, Ketua PKK RW 09, Ketua PKK RT 01 – RT 06 RW 09, pengurus RT, RW, serta pengurus PKK RT dan PKK RW 09.

Agus, Ketua RT 03 RW 09 Kelurahan Bojongsalaman, mengungkapkan, “Beberapa pengurus RT menanyakan apakah betul halalbihalal kali ini diselenggarakan di gereja. Apakah diizinkan oleh Gereja? Beberapa peserta halalbihalal ada yang merasa heran sekaligus gembira bahwa ternyata halalbihalal bisa diselenggarakan di Aula Gereja.”

“Nganyari” ruangan gedung pelayanan pastoral gereja yang belum diresmikan.

Rm. Eduardus Didik Chahyono, SJ menceritakan, “Pada saat Hari Raya Idulfitri, saya bersama Bapak Uskup Agung Semarang juga bersilaturahmi dengan pengurus dan jemaat di Masjid Agung Jawa Tengah. Selanjutnya, kami juga bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh muslim, seperti Ketua PC NU Kota Semarang, Ketua FKUB Kota Semarang, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kami merasa bangga dan gembira dapat menyambut dan menyediakan tempat untuk pelaksanaan halalbihalal bagi pengurus RT dan RW 09 Kelurahan Bojongsalaman.”

Sementara itu, Eli Yudoyono dari RW 09 mengucapkan terima kasih karena boleh “nganyari” (pertama kali memakai saat masih baru) ruangan gedung pelayanan pastoral gereja yang belum diresmikan. “Selain itu, kami berterima kasih atas donasi yang diberikan Gereja sehingga halalbihalal  berlangsung meriah dan bisa bersantap malam,” ucapnya.

Selanjutnya, K.H. Ahmad Basri dalam tausiahnya menjelaskan, “Presiden Sukarno berperan dalam memopulerkan halalbihalal karena situasi politik saat itu yang masih diwarnai dengan persaingan. Presiden Sukarno mencari cara agar para tokoh politik dan masyarakat dapat bersilaturahmi dan bersatu untuk mencegah penjajah yang berusaha menguasai kembali negara Indonesia.”

Ahmad Bakri juga menekankan, pada saat halalbihalal, warga dapat saling memaafkan atas segala kesalahan diri. Dengan berpuasa selama 29-30 hari, mengakui kesalahan, dan memberi maaf, manusia kembali pada keadaan yang suci.

Sebelum santap malam, para peserta yang hadir saling bersalaman menghaturkan selamat Idulfitri dan menghaturkan mohon maaf lahir batin. Malam halalbihalal diikuti 85 orang hadirin. Tampak suster biarawati Katolik hadir dari awal hingga akhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *