YOGYAKARTA – Fakultas Teknobiologi (FTb) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berkolaborasi dengan PT Biocare Sejahtera menyelenggarakan Workshop Product Knowledge dan Hands-On Training dengan fokus pada Molecular Detection of High-Risk Human Papillomavirus (hrHPV) DNA. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026 di Gedung St. Fransiskus Asisi, Kampus II UAJY.
Pelatihan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman sekaligus pengalaman praktik kepada peserta mengenai pemeriksaan molekuler high-risk Human Papillomavirus (hrHPV), khususnya melalui metode real-time polymerase chain reaction (PCR).
PT Biocare Sejahtera merupakan distributor peralatan diagnostik dan reagen untuk kebutuhan laboratorium, rumah sakit, maupun klinik. Dalam kegiatan tersebut, Biocare memfasilitasi pelatihan dengan menghadirkan instrumen real-time PCR serta memberikan pendampingan teknis kepada peserta selama sesi praktik.
Kegiatan diikuti mahasiswa dan alumni Program Studi Biologi FTb UAJY, mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi lain, serta tenaga laboratorium medis dari beberapa instansi. Pemilihan topik pelatihan disesuaikan dengan perkembangan pemeriksaan molekuler, sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal penerapan teknologi diagnostik molekuler secara langsung.
Penggunaan sampel urine dalam sesi praktik juga menjadi bagian dari pembelajaran mengenai penanganan sampel biologis. Melalui pendekatan tersebut, peserta dapat memahami tahapan pemeriksaan molekuler dengan prosedur penanganan sampel yang sesuai.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Monika Ruwaimana, Ph.D., selaku Wakil Dekan I FTb UAJY. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi bertajuk “The Clinical Importance of HPV DNA Testing in Cervical Cancer Screening and Diagnosis” yang disampaikan oleh

Materi tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya pemeriksaan DNA HPV dalam skrining dan diagnosis kanker serviks. Setelah sesi materi, Biocare memperkenalkan sejumlah produk dan instrumen yang digunakan dalam pemeriksaan serta penelitian di bidang molekuler.
Kegiatan kemudian dilanjutkan di Laboratorium Biomolekuler FTb UAJY. Peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mengikuti praktik secara langsung dengan pendampingan tim Biocare.
Tahapan praktik meliputi preparasi sampel dan ekstraksi DNA, pencampuran reagen Nex Diagnostic, PCR set-up, amplifikasi PCR, hingga analisis hasil PCR. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempelajari proses troubleshooting terhadap berbagai kemungkinan kendala yang dapat muncul selama pemeriksaan.
Salah satu peserta, Joshela Waworuntu, mahasiswa Program Studi Biologi angkatan 2023, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan kesempatan untuk mengenal teknologi sekaligus memperoleh pengalaman praktik yang belum banyak ditemui dalam pembelajaran sehari-hari.
“Alasan saya datang ke workshop ini untuk mempelajari sesuatu yang baru karena di FTb belum ada alat tes PCR, jadi menurut aku ini kesempatan yang baik untuk belajar dan merasakan experience yang baru,” ungkap Joshela.

Sementara itu, Key Account Manager Biocare untuk wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, Sundri Astuti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi Biocare untuk memperkenalkan produk dan teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan riset maupun diagnostik.
“Kami menyasar Jogja sebagai Kota Pelajar yang tentunya akan ada banyak riset yang dilakukan nantinya. Pelatihan ini kami adakan untuk pertama kalinya, alhamdulillah UAJY menerima dengan baik,” ujar Sundri.
Sundri juga menyampaikan apresiasi atas dukungan UAJY dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi antara Biocare dan FTb UAJY dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi terhadap pengembangan pengetahuan serta keterampilan mahasiswa, akademisi, dan tenaga laboratorium di bidang diagnostik molekuler.
Melalui kegiatan ini, FTb UAJY dan Biocare tidak hanya memperkenalkan teknologi pemeriksaan molekuler, tetapi juga membuka ruang pembelajaran berbasis praktik yang dapat memperkaya pengalaman peserta dalam memahami penerapan teknologi diagnostik molekuler.







