Bantul. Festival Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Kabupaten Bantul 2023 telah terselenggara dengan lancar. Oleh karena itu, panitia kemudian menyelenggarakan acara pengumuman pemenang dan penutupan Festival Pesparani pada Sabtu, 27 Mei 2023 di Aula Kantor Pusat Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kementerian Agama Kabupaten Bantul.
Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Bantul Joko B. Purnomo memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Pesparani. Menurutnya, tidak hanya umat Katolik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul juga sangat bangga terhadap Festival Pesparani ini.
Joko menyebut kebanggaan tampak dari kemandirian yang sudah panitia lakukan selama ini sehingga patut menjadi teladan. “Dalam setiap event yang secara rutin diselenggarakan, ada subsidi dari pemerintah atau tidak, Anda semua tetap mengadakan. Itulah yang namanya orang beriman,” ucap Joko sembari menambahkan bahwa pemerintah belum bisa memberikan yang terbaik. “Kita hanya mampu memberikan subsidi, bantuan, donasi untuk memberikan dukungan dan dorongan terhadap kegiatan,” lanjutnya.
Meski demikian, Joko mengajak panitia dan peserta untuk lebih memeriahkan Pesparani 2024. “Karena dana 50 juta untuk tujuh kegiatan itu tidak cukup, maka kami mohon betul kawan-kawan di DPRD Bantul siap (mendukung-Red.) dan tidak akan pernah membeda-bedakan agama. Semua sama untuk kepentingan umat di Kabupaten Bantul,” tegasnya.
Selanjutnya, terkait lomba-lomba dalam Festival Pesparani, Joko mengatakan, “Para peserta tidak hanya menghafal, membaca puji-pujian, mengagungkan nama Tuhan, tetapi lebih pada bagaimana mempertebal nilai keimanan dan ketakwaan di dalam penyelenggaraan Festival Pesparani.”

Tidak hanya Joko, Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bantul, Aminuddin, juga sangat mengapresiasi Festival Pesparani.
“Kegiatan ini luar biasa. Ada fungsinya untuk pendidikan, yakni meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, juga ada fungsi untuk keimanan. Ini adalah bagian dari proses kita untuk memahami firman atau warta Tuhan, kemudian disampaikan kepada khalayak dan bisa meningkatkan keimanan,” sebut Aminudin.
Kepada para peserta, terutama yang meraih juara, Aminudin mengucapkan selamat. Menurutnya, peserta Festival Pesparani sebenarnya orang-orang pilihan terbaik, tetapi ketika ada festival atau lomba memang harus dipilih yang terbaik dari semua yang baik-baik.
“Selamat kepada para pemenang, yang belum menang bukan berarti tidak baik, tapi memang harus berjuang. Perjuangan itu butuh semangat yang kuat, tapi yang jauh lebih berat lagi adalah mempertahankan. Memperoleh mudah, berusaha sekuat tenaga, tapi mempertahankan harus lebih baik lagi,” pesan Aminudin.
Sementara itu, Mercurius Dwi Ismarwanto selaku Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Bantul menyambut undangan Wakil Bupati Bantul untuk rapat merencanakan Festival Pesparani 2024.
Pria yang akrab disapa Totok ini mengajak peserta yang sudah ikut untuk ikut lagi dalam penyelenggaraan tahun depan. “Ajaklah semakin banyak umat kita untuk membuat Pesparani ini menjadi pesta kita semua sebagai masyarakat Katolik di Kabupaten Bantul. Ini harapan kita. Karena dengan cara itu, kita akan semakin menampakkan eksistensi kita sebagai umat Tuhan, umat Katolik di Kabupaten Bantul. Dengan demikian, kita akan turut serta mewarnai pembangunan-pembangunan yang ada di Kabupaten Bantul,” tutur Totok.
Ketua LP3KD DIY YB Jarot Budi Harjo menyebutkan penumpu Pesparani ada tiga pilar, yakni pemerintah, Gereja, dan masyarakat. Kalau ketiga pilar ini tidak kuat, tentu Pesparani, sebagai pembinaan dan pengembangan keimanan Katolik, tidak bisa berjalan sesuai harapan. “Terima kasih, Pemkab Bantul, yang telah menguatkan rekan-rekan kami, kaitannya dengan pembentukan LP3KD di Kabupaten Bantul,” ucap Jarot.
Sebelum pengumuman pemenang, Andriana Wulandari menyatakan proses penyelenggaraan Festival Pesparani kali ini sungguh luar biasa. “Mohon maaf bila ada hal-hal yang tidak berkenan, karena ini baru pelaksanaan yang kedua,” ucap Ndari, sapaan akrabnya.
Ndari berharap, pengalaman dan masukan yang diterima akan menjadi bekal bagi LP3KD supaya pelaksanaan Festival Pesparani dari tahun ke tahun menjadi lebih baik dan pesertanya lebih banyak.














