Buah Simalakama

Renungan Harian1023 Views

Puncta 01 Juni 2024
PW. St. Yustinus, Martir
Markus 11: 27-33

KALAU ada orang sedang bingung menghadapi suatu dilema, sering diumpamakan seperti “makan buah simalakama.”

Kalau dimakan, bapak mati, kalau tidak dimakan ibu yang mati. Seperti lagunya Edi Silitonga yang “bingung, bingung kupilih yang mana karena semua istimewa.”

Bingung itulah yang sedang dihadapi imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua kaum Yahudi. Mereka memprotes tindakan Yesus yang mengusir para pedagang di Bait Allah beberapa waktu lalu.

“Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?’ protes mereka di depan Yesus.

Yesus tidak langsung menjawab. Ia membuka peluang agar mereka berpikir dan menemukan jawabannya sendiri.

Orang tidak boleh bertanya asal bertanya saja. Seringkali yang terjadi, pertanyaan diajukan untuk memancing atau menjatuhkan orang lain.

Maka Yesus balik mengajukan pertanyaan kepada mereka. Kalau mereka bisa menjawab, maka Yesus juga akan menjawab pertanyaan mereka. Dia bertanya, “Pembaptisan Yohanes itu dari Sorga atau dari manusia?”

Mendapat pertanyaan tak terduga itu, mereka kebingungan. Muncul dilema di sini. Mereka berdiskusi. “Kalau kita katakan dari Allah,’ Ia akan berkata, ‘Kalau begitu, mengapa kalian tidak percaya kepada-Nya?’

Tetapi masakan kita katakan, ‘Dari manusia.” Pasti mereka akan didemo berjilid-jilid oleh orang banyak. Karena orang banyak menganggap Yohanes adalah seorang nabi.

Mereka diliputi persoalan yang pelik dan dilematis. Dijawab Ya, salah. Dijawab, Tidak, juga tetap salah. Seperti makan buah simalakama. Akhirnya mereka menyerah dan mengatakan, “Kami tidak tahu.” Jawaban yang paling gampang.

Jangan sekali-kali mencobai Tuhan Allahmu. Kita kadang meminta kepada Tuhan untuk membuat satu mukjizat. Doa kita kadang menantang Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya.

Ketika Tuhan membuat sesuatu yang tidak sesuai kehendak kita, kita protes, marah dan menghujat Allah. Kuasa Allah itu bisa apa saja. Sesuatu yang tidak sesuai dengan kemauan kita itu juga kuasa-Nya.

Allah sedang berkuasa ketika tidak mengabulkan keinginan kita. Kalau Allah mengabulkan pun itu berkat kuasa-Nya. Allah tidak berada di bawah pengaruh kita.

Jangan pernah mencobai Tuhan Allah dan jangan terus kecewa kalau doa-doa kita belum dikabulkan-Nya. Tuhan Allah berdaulat atas kuasa-Nya.

Makan buah simalakama,
Warnanya merah seperti buah naga.
Tuhan Allah Mahakuasa,
Ia bertindak sesuai kehendak-Nya.

Cawas, tetap percaya saja
Rm. A. Joko Purwanto, Pr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *