SMA Kolese De Britto dalam Project DEEP: Kolaborasi untuk Bumi dan Demokrasi

News1292 Views

Sleman. SMA Kolese De Britto Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya sebagai sekolah yang menumbuhkan semangat kepemimpinan dan kepedulian lingkungan.

Sekolah ini menjadi salah satu tuan rumah kunjungan pelaksanaan Project DEEP (Democracy, Environmental Education and Discursive Participation), sebuah program kolaborasi internasional antara Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Münster University Jerman, dan SMA Kolese De Britto.

Selama dua hari, Senin, 13 Oktober 2025 dan Kamis, 16 Oktober 2025, De Britto menerima kunjungan peserta Project DEEP.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke kampus SMA Kolese De Britto. Para peserta disambut hangat oleh Robertus Arifin Nugroho, Kepala SMA Kolese De Britto dan Ms. Kordula Schulze dari Münster University. Dalam sambutannya, Arifin menekankan pentingnya pendidikan yang mengintegrasikan demokrasi, tanggung jawab sosial, dan kesadaran ekologis dalam pembentukan karakter siswa.

Suasana akrab langsung terjalin saat sesi perkenalan dan campus tour. Para peserta dari Münster University, UNY, serta siswa dan guru De Britto berkeliling untuk mengenal lebih dekat berbagai praktik baik yang dijalankan di sekolah. Salah satu titik kunjungan yang menarik perhatian adalah fasilitas Laudato Si’, pusat pengelolaan sampah sekolah yang menjadi simbol tanggung jawab lingkungan De Britto.

Peserta Project DEEP (Democracy, Environmental Education and Discursive Participation) di Eco-Lab De Britto Pambregan.

Di tempat ini, peserta menyaksikan bagaimana sampah organik diolah menjadi pupuk, sementara sampah anorganik dimanfaatkan secara kreatif. Upaya tersebut menjadi wujud nyata penerapan prinsip care for our common home yang diilhami oleh ensiklik Laudato Si’ dari Paus Fransiskus.

Rangkaian berikutnya berlangsung di Eco-Lab De Britto Pambregan, sebuah laboratorium alam yang terletak di Dusun Kadisobo, Turi, Sleman. Di tempat ini, para peserta dari Jerman dan UNY diajak untuk melihat langsung berbagai aktivitas lingkungan seperti peternakan, pertanian, pengolahan sampah, hingga observasi ekosistem alam.

Para siswa SMA Kolese De Britto menjadi fasilitator utama diskusi kelompok, memimpin dialog, dan mengundang peserta untuk mencoba langsung kegiatan edukasi lingkungan di lapangan. Suasana kolaboratif terasa kuat, ketika para peserta saling bertukar pengalaman dan menggali gagasan baru untuk memperkuat pendidikan lingkungan yang demokratis dan partisipatif.

Rangkaian Project DEEP ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta internasional tentang praktik pendidikan di Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi SMA Kolese De Britto sebagai lembaga pendidikan yang berorientasi pada pembentukan pemimpin yang cerdas, peduli, dan berwawasan ekologis.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama. Para peserta saling berbagi pengalaman, kesan, dan ide untuk melanjutkan kolaborasi di masa mendatang. Dari kegiatan ini, semua yang terlibat sepakat bahwa pendidikan sejati tidak berhenti di ruang kelas, ia tumbuh dalam tindakan, relasi, dan keberanian untuk menjaga kehidupan.

Project DEEP di SMA Kolese De Britto menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah perjalanan bersama untuk membangun manusia yang Pancasilais, berwawasan global, berbelarasa, dan mencintai bumi.

Chr. Danang Wahyu Prasetio 
Humas dan Jejaring SMA Kolese De Britto Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *