Bantul. Dalam rangkaian hari ulang tahun, Paroki Santa Theresia Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar seminar kesehatan mental atau mental health pada Minggu, 12 Oktober 2025 yang bertajuk “Tangguh Mentalku, Trengginas Lakuku”.
Acara ini diikuti Orang Muda Katolik (OMK) dan Pendalaman Iman Remaja (PIR). “Sebenarnya, harapannya itu seluruh umat, khususnya orang-orang muda, karena orang-orang muda ini membutuhkan perhatian dalam hal kesehatan mental,” ujar Pastor Vikaris Paroki Santa Theresia Sedayu Rm. Antonius Koko Kristanto, Pr.
Ia juga menyampaikan tujuan kegiatan ini, yakni menyadarkan umat agar senantiasa melihat mentalnya.
Sementara itu, Priscilla Sugiyati selaku Ketua I Panitia Hari Paroki, menambahkan tujuan khusus acara ini, yaitu mempersiapkan generasi Z untuk menjadi motor penggerak di lingkungan, masyarakat, sekolah, dan kampus. “Mereka harus punya mental baja dan power untuk menghadapi kehidupan yang keras, sebelum akhirnya bisa menggerakkan orang lain,” tegasnya.

Guna mendukung acara ini, Paroki Santa Theresia Sedayu secara khusus mengundang beberapa narasumber yang kompeten di bidang kesehatan mental, “Narasumber kita ambil dari teman-teman, ada yang dari Rumah Sakit Panti Rapih dan juga dosen, Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H. Terus ada psikolog, Mbak Agnes Dewanti Purnomowardani, M.Psi., Psikolog. Sebagai moderator, Dr. Wenny Artanty Nisman, S.Kep., Ns., M.Kes,” sebut Matias Yuswo Prakoso, Ketua Bidang Pelayanan Kemasyarakatan.
Kesehatan mental yang menjadi fokus pada acara ini merupakan hal yang penting. “Mental health itu sangat penting untuk situasi dunia saat ini, karena dari mental itu, biasanya efeknya itu menjadi sakit fisik. Maka, mental health itu sangat diperlukan,” tutur Rm. Koko.
Ia juga mengapresiasi kata “trengginas” dalam tema, yang berarti sikap siap sedia, sigap, atau yang dikenal anak muda “harus sat-set”. “Dengan mental baik, kita tidak mudah terbawa suasana. Ketika diajak maju, kita pun siap,” tambahnya.
“Harapannya, ketika dalam pelayanan dan dalam gerak Gereja yang dinamis, seluruh umat senantiasa mampu berkarya. Karena ketika mentalnya baik, diajak maju juga akan mampu. Jadi, harapan akhirnya sebenarnya adalah agar seluruh umat itu semangat dalam karya keselamatan Tuhan, karena karya keselamatan Tuhan itu harus didasari dengan mental yang baik salah satunya,” pungkas Rm. Koko.
Oktavianus Adi Kristiyana & Simplisius Calvindoro Ruly Titanio








