Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr. Robertus Rubiyatmoko melantik Ir. Robertus Setiawan Aji Nugroho, S.T, M.Comp.IT, Ph.D sebagai Rektor Baru Soegijapranata Catholic University (SCU) untuk masa jabatan 2025-2029, di Teater Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan, Semarang Rabu, 27 Agustus 2025.
Prosesi pelantikan bersamaan dengan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Rektor sebelumnya, Dr. Ferdinandus Hindiarto yang memimpin SCU dari tahun 2021 hingga 2025 kepada Robertus Setiawan Aji Nugroho.
Saat memberikan sambutan, Uskup KAS yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Sandjojo mengatakan momentum ini juga sebagai momentum yang menandai penerusan kepemimpinan utuntuk perutusan.

“Momentum ini menandai penerusan kepemimpinan untuk perutusan dan pelayanan. Mandat istimewa yang berisi harapan, tanggung jawab, dan panggilan untuk melanjutkan karya pendidikan bagi sesama,” tutur Mgr. Rubiyatmoko dalam sambutannya di kampus 1 SCU) Universitas Katolik Soegijapranata.
Lebih lanjut, Uskup dengan ciri khas berkumis ini mengibaratkan rektor sebagai dirigen dalam sebuah konser orkestra, di mana perannya sangat krusial untuk menuntun arah perguruan tinggi.
“Dirigen tidak pernah memainkan alat musik, namun perannya penting untuk menciptakan harmoni indah dari banyak alat musik yang berbeda,” tandasnya.
Tak hanya itu, Mgr. Rubi juga menilai, rektor harus menekankan semangat sinodalitas (berjalan bersama) di lingkungan kampus. Bukan hanya agar tercapainya visi dan misi universitas, melainkan juga menumbuhkan rasa ‘saling memiliki’ antar sivitas akademika.
“Membudayakan tradisi duduk, berdiskusi, memutuskan, dan menanggung bersama akan menjadi kekuatan untuk menghadapi tantangan terus berubahnya dunia pendidikan,” terang Mgr. Rubiyatmoko sembari menegaskan bahwa rektor semestinya turut berjalan bersama sivitas akademika demi tercapainya tujuan perguruan tinggi.
Mengutip pernyataan Paus Fransiskus, Mgr. Rubiyatmoko menegaskan, seorang pemimpin sejati adalah pelayanan. Kepimpinan yang sejati tumbuh dari kerendahan hati, mendengarkan dan menempatkan diri di bawah semua orang yang dipercayakan padanya.
Pada momen pelantikan rektor baru ini, uskup yang baru saja merayakan 33 tahun tahbisan imamatnya ini juga mengapresiasi kemajuan dan perkembangan SCU saat masa kepemimpinan Dr. Ferdinand. Menurutnya beberapa di antaranya adalah bertambahnya jumlah Guru Besar, masa studi mahasiswa yang semakin tepat waktu, hingga masa tunggu lulusan yang semakin cepat.
“Jerih payah Dr. Ferdinand merupakan persembahan bagi universitas, masyarakat, bahkan Gereja. Semoga menjadi berkat untuk pelayanan beliau ke depan,” Mgr. Rubi yang juga tutur Ketua Dewan Pembina Yayasan Sandjojo, yayasan yang menaungi SCU.

Program dan Fokus
Sementara itu, Robertus Setiawan Aji Nugroho setelah dilantik dalam sambutannya mengatakan bersama jajaran rektorat yang baru akan fokus pada penguatan kolaborasi, khususnya dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk memastikan kesiapan mahasiswa selepas lulus. Hal ini termasuk daya saing dan kompetensi. Pihaknya berkomitmen mendorong relevansi kurikulum melalui keterlibatan langsung industri dalam proses pembelajaran.
“Proyek bersama dengan mitra industri akan terus diperluas agar mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis yang relevan,” tegasnya dan menerangkan bahwa pengembangan program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan industri menurutnya juga akan terus dilakukan, di samping memperkuat program internasional.
Selain pengembangan Pendidikan, rektor dengan panggilan Aji ini juga menaruh perhatian pada pembangunan iklim akademik yang sehat. Konsep “Joyful Campus” yang sebelumnya digaungkan, kini dikembangkan menjadi visi yang menyentuh masa depan mahasiswa.
“Tidak hanya kampusnya yang menyenangkan, tetapi masa depan lulusannya juga harus bahagia. Orang tua perlu diyakinkan bahwa ketika anaknya kuliah di SCU, masa depannya terjamin,” pungkasnya.
Cisya Chrisya, Humas SCU








