Rosario, Kebiasaan yang Menggembirakan Umat Allah

Penutupan Rosario Santo Yakobus Paroki Marganingsih Kalasan

News1572 Views

Sleman. Bulan Oktober yang diperingati oleh orang Katolik sebagai bulan Rosario selalu menyelipkan cerita tersendiri bagi umat Lingkungan Santo Yakobus, Paroki Marganingsih Kalasan, Sleman, D.I. Yogyakarta. Lingkungan ini memiliki kebiasaan yang berbeda dengan lingkungan lain dalam bulan istimewa ini.

Kamis, 31 Oktober 2024, Lingkungan Santo Yakobus mengadakan sembahyangan rutin sekaligus penutupan doa Rosario yang bertempat di kediaman Yohanes Darmono, Desa Purwomartani, Kalasan. Sembahyangan ini tidak hanya dihadiri oleh orang dewasa, tetapi banyak juga anak-anak yang mengikuti doa rutin tersebut.

Sembahyangan yang dimulai tepat pukul 19.00 dibuka dengan doa oleh Ketua Lingkungan Santo Yakobus, Ignatius Suyadi, kemudian dipimpin oleh Gabriel Nusa Numba Sera sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Ibu-ibu lingkungan sangat antusias saat menghitung uang kolekte,

Dalam kesempatan itu, Gabriel menyatakan, “Saudara-saudara, kita sekarang berada di akhir bulan Rosario. Sekalipun bulan Rosario akan berakhir, tidak berarti kita tidak berdoa Rosario (lagi) walaupun doa Rosario adalah doa devosional.”

Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa doa rosario harus menjadi kebiasaan yang menggembirakan bagi umat Katolik. “Para bruder maupun suster juga mendoakan itu, terutama mereka yang tidak bisa membaca menulis. Untuk menggantikan doa ibadat harian, mereka berdoa Rosario suci. Maka, Rosario harus menjadi kebiasaan yang menggembirakan bagi umat Allah. Walaupun bulan Rosario sudah berakhir, kita hendaknya tetap berdoa Rosario bersama Bunda Maria untuk memohon berkat kemuliaan Allah,” tutur Gabriel.

Sebagai lingkungan yang belum lama mengalami pemekaran, Lingkungan Santo Yakobus belum melaksanakan doa Rosario bersama secara rutin setiap minggunya. Doa Rosario masih dilaksanakan satu kali dalam satu minggu saja, tepatnya pada hari Kamis dari rumah ke rumah secara bergantian.

Akhirnya, setiap satu kepala keluarga diberikan satu kotak untuk memasukkan kolekte harian selama satu bulan Rosario. Pada saat penutupan bulan Rosario, kotak tersebut dikumpulkan dan dihitung bersama oleh ibu-ibu yang hadir dalam doa bersama. Biasanya, ibu-ibu lingkungan sangat antusias saat menghitung uang kolekte tersebut.

Usai menghitung kolekte yang terkumpul, Anna Setyowati selaku bendahara lingkungan menyampaikan jumlah kolekte yang sudah terkumpul yang menandakan berakhirnya sembahyangan rutin dan penutupan doa Rosario di lingkungan Santo Yakobus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *