Belajar Matematika Bukan Belajar Mati-matian

News1544 Views

Yogyakarta. Sebagai salah satu lembaga pendidikan, SD Marsudirini Yogyakarta terus berusaha meningkatkan mutu dengan membuat komunitas belajar. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 26 Oktober 2024 ini dihadiri para guru dari SD Marsudirini Boro dan SD Marsudirini Yogyakarta.

Komunitas belajar dengan narasumber Dr. Chatarina Enny Murwaningtyas ini mengambil tema “Belajar Matematika Kekinian yang Mengasyikkan”.

“Belajar matematika bukan belajar mati-matian,” tegas Enny dalam sesi diskusi.

Dr. Chatarina Enny Murwaningtyas. Pembelajaran STEAM menjadi fokus kegiatan komunitas belajar.

Enny menyadari, setiap anak memiliki keunikan dan kekhasannya masing-masing. Ia pun membagikan pengalamannya mengenai anak yang memiliki gangguan dalam proses belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, atau mengeja.

Kegiatan yang terbagi menjadi tiga sesi ini tidak hanya berfokus pada mata pelajaran matematika, tetapi mengajak para guru untuk melihat dari banyak sisi dalam suatu pembelajaran, seperti science, technology, engineering, arts, and mathematics (STEAM). Selain itu, Enny juga menjelaskan bahwa pembelajaran kontekstual lebih mudah dipahami oleh anak.

Pembelajaran STEAM menjadi fokus kegiatan komunitas belajar hari ini. Pembelajaran ini dianggap menarik karena menggabungkan keterampilan analitis dengan kreativitas yang sangat relevan dalam dunia yang terus berkembang dengan teknologi. Dengan adanya STEAM, siswa belajar untuk berpikir kritis, menyelesaikan masalah nyata, bekerja dalam tim, dan mengaplikasikan teori yang mereka pelajari dalam kelas dengan situasi praktis.

Dalam kegiatan tersebut, guru dibagi ke dalam tiga kelompok kecil sesuai dengan fase yang ditentukan. Fase A diberi tugas untuk membuat jembatan sedotan, fase B kapal koi, dan fase C membuat mobil kincir.

FX Oktaf Laudensius (kanan). Guru penggerak harus sesuai dengan zaman sekarang.

Mereka berdinamika dengan keantusiasannya dalam pembuatan mini project yang diberikan oleh narasumber sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan. Setelahnya, setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya dan menjelaskan dari berbagai sisi STEAM.

Enny selalu memberikan apresiasi dan penegasan yang memperjelas maksud dan tujuan dari setiap pembuatan media pembelajaran. “Media ini sangat cocok digunakan sebagai bahan kegiatan P5,” sebutnya.

FX Oktaf Laudensius, Kepala SD Marsudirini Yogyakarta, menegaskan “Guru penggerak harus sesuai dengan zaman sekarang karena dapat menyesuaikan dengan zaman sekarang ini.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *