Masa Lansia, Momen Emas Temukan Kedamaian Batin

News487 Views

Sleman. Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sleman, CB. Ismulyadi, S.S., M.Hum., melaksanakan kunjungan pembinaan dan silaturahmi kepada Paguyuban Purnakarya Gereja Santo Yoseph, Medari pada Rabu, 12 Agustus 2026 di Kebon Resto, Brayut, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Acara ini digelar sebagai wujud pendampingan iman dari Yustina Hernarita (Penyuluh Agama Katolik) bekerja sama dengan Roberta Sasanatri dari Tim Pendamping Pendampingan Iman Usia Lanjut.

“Kami ingin mendampingi dan menyapa para purnakarya yang telah lama mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan Gereja dan masyarakat,” tutur Yustina.

Dalam kesempatan ini, Ismulyadi tidak hanya hadir untuk bersilaturahmi, tetapi juga memberikan pembekalan rohani yang mendalam dengan tema “Menjaga Keseimbangan Diri: Belajar dari Kitab Pengkhotbah”.

Di hadapan puluhan anggota paguyuban, Ismulyadi menekankan pentingnya bagi para lansia untuk menerima setiap dinamika kehidupan dengan penuh rasa syukur.

Mengutip kebijaksanaan dari Kitab Pengkhotbah, ia mengingatkan bahwa segala sesuatu di dunia ini ada waktunya, dan masa lansia adalah momen emas untuk menemukan kedamaian batin serta keseimbangan hidup.

“Masa lansia bukanlah waktu untuk berhenti berkarya, melainkan masa untuk menata keseimbangan diri. Baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Kitab Pengkhotbah mengajarkan kita untuk melepaskan kecemasan dan menikmati berkat hari ini sebagai anugerah langsung dari Tuhan,” tutur Ismulyadi.

Para pengurus serta anggota Paguyuban Purnakarya mengaku sangat bersyukur dan diteguhkan melalui kehadiran serta peneguhan iman yang diberikan.

Kehadiran dan pendalaman rohani ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Salah satu anggota paguyuban, F.X. Supardi, menyampaikan rasa terima kasih dan tanggapan positifnya atas kunjungan ini.

“Materi yang disampaikan sangat menyentuh hati kami para lansia. Refleksi dari Kitab Pengkhotbah ini benar-benar menjadi pengingat yang sejuk agar kami bisa menjalani masa tua dengan penuh kedamaian, sukacita, dan tetap seimbang dalam iman,” ungkap Supardi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *