Rumah Bersama yang Dibangun di Atas Kepercayaan

KSP Kopdit Pintu Air (PINTAR) Resmi Buka Cabang di Yogyakarta

News828 Views

Sleman. Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Pintu Air (PINTAR) Yogyakarta pada Rabu, 8 Juli 2026 resmi berstatus kantor cabang setelah sebelumnya beroperasi sebagai kantor cabang pembantu.

Peresmian yang berlangsung di halaman Kantor Cabang KSP Kopdit Pintu Air Yogyakarta di Jl. Tantular No. 339A, Pringwulung, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini dihadiri jajaran pengurus koperasi, pastor Paroki Paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung, jajaran pemerintah daerah, serta ratusan anggota yang hadir dari berbagai latar belakang.

Peresmian dilakukan oleh Yakobus Jano sebagai Ketua Pengurus Pusat KSP Kopdit Pintu Air bersama Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Acara ini merupakan puncak dari perjalanan panjang koperasi yang telah berdiri sejak 1995 dan kini telah memiliki 71 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Beasiswa sebagai bentuk apresiasi koperasi terhadap semangat belajar generasi muda sekaligus wujud peduli pada masa depan pendidikan anggotanya.

Ketua KSP Kopdit Pintu Air Cabang Yogyakarta, Guido Abong, mengenang perjalanan koperasi yang dimulai dari titik yang sangat sederhana. Cabang ini memulai dari satu meja dengan 19 anggota dan dibimbing langsung oleh kantor pusat di Rotat Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seiring waktu, kepercayaan masyarakat terus tumbuh. Pada 31 Januari 2022, jumlah anggota telah mencapai 332 orang dengan aset sebesar Rp6.373.271.482,00. Empat tahun kemudian, pada Juli 2026, jumlah anggota tercatat melonjak signifikan menjadi 1.681 orang, dengan total aset mencapai Rp19.153.344.373,00.

“Hari ini Tuhan menggerakkan kita dengan kantor yang megah, selayaknya cabang pembantu yang kini bertransformasi menjadi Cabang Yogyakarta. Namun, tujuan akhir dari KSP bukanlah semata pertumbuhan aset, melainkan kesejahteraan anggota,” ungkap Guido Abong.

Sementara itu Jano menegaskan budaya menabung menjadi kunci penting bagi kelompok NTTB (Nelayan, Tani, Ternak, dan Buruh ) untuk bergabung dalam koperasi.

“Kami hadir bukan untuk pesta pora, tetapi untuk menabung. Inilah revolusi kecil kita, agar kita tidak terus terabaikan atau terpinggirkan,” tegasnya.

Danang Maharsa (ketiga dari kiri) mengajak seluruh anggota untuk menghormati dan menjaga keberagaman budaya yang ada di dalam koperasi.

Makna mendalam tentang koperasi juga disampaikan Pastor Paroki Gereja Santo Yohanes Rasul Pringwulung Rm. Bernardus Irawan Heryuwono, Pr saat homili dalam Misa yang dipimpinnya bersama Rm. Herman dan Rm. Bernard yang sehari-hari tengah melaksanakan studi di Yogyakarta.

Rm. Irawan menjelaskan, kata “kredit” berasal dari bahasa Latin, credere atau credo, yang berarti percaya atau memercayakan.

“KSP ini pada dasarnya adalah wadah kepercayaan. Kepercayaan untuk mengelola sumber daya manusia sekaligus sumber dana. Semakin koperasi ini dipercaya, semakin masyarakat berani memercayakan hartanya,” tutur Rm. Irawan.

Ia menambahkan, gerakan koperasi seperti ini bukan hanya harapan masyarakat asal Nusa Tenggara, tetapi juga telah menjadi urat nadi kebersamaan bagi warga Sleman yang kini turut bergabung, saling berbagi, dan melengkapi satu sama lain.

Pada kesempatan ini, Danang Maharsa mengajak seluruh anggota untuk menghormati dan menjaga keberagaman budaya yang ada di dalam koperasi. Menurutnya, keberhasilan koperasi sepenuhnya berada di tangan para anggotanya sendiri.

“Koperasi ini tidak hanya berpikir tentang keuangan semata, tetapi juga tentang rasa. Jika semua anggota bisa saling merasakan kondisi satu sama lain, maka koperasi ini pasti akan berjalan baik. Inilah wujud tanggung jawab sosial masyarakat yang bergotong royong membantu sesama,” ujarnya.

Para petani bawang dari Nogosari, Selopamioro, Imogiri, Bantul membawa hasil panennya untuk ditawarkan langsung kepada para tamu.

Di sela-sela acara, suasana kekeluargaan semakin terasa saat para petani bawang dari Nogosari, Selopamioro, Imogiri, Bantul membawa hasil panennya untuk ditawarkan langsung kepada para tamu dan anggota yang hadir. Bawang merah tersebut dijual dengan harga Rp35.000,00 per kilogram dan disambut hangat serta diborong oleh para tamu.

Momen sederhana ini menjadi bukti nyata dari prinsip yang dipegang teguh anggota KSP Kopdit Pintu Air: “Kau susah kubantu, kususah kau bantu.” Bukan sekadar slogan, prinsip gotong royong ini benar-benar terwujud di hadapan mata saat sesama anggota koperasi saling menopang lewat hal-hal kecil tetapi bermakna.

Acara peresmian ini juga diwarnai dengan pemberian beasiswa kepada dua orang perwakilan mahasiswa berprestasi yang merupakan anggota KSP Kopdit Pintu Air. Bantuan berupa sejumlah uang diserahkan sebagai bentuk apresiasi koperasi terhadap semangat belajar generasi muda, sekaligus wujud nyata bahwa koperasi tidak hanya hadir untuk urusan simpan pinjam, tetapi juga peduli pada masa depan pendidikan anggotanya.

Peresmian KSP Kopdit Pintu Air Cabang Yogyakarta menjadi penanda babak baru. Bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai rumah bersama yang dibangun di atas kepercayaan, kebersamaan, dan semangat untuk saling mengangkat sesama anggota dari keterbatasan menuju kesejahteraan.

Salome Ahen Putri & Willy Putranta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments