Valentine Day untuk Pemilu 2024

Jendela554 Views

Tanggal 14 Februari identik sebagai hari kasih sayang atau Valentine Day. Ini sudah menjadi tradisi pakem yang setiap tahun dirayakan. Menarik bahwa perayaan Valentine Day diisi dengan beragam acara kecil nan meriah yang bertajuk kasih sayang. Di antara kita tentu ada yang telah merayakan momentum ini di tahun-tahun sebelumnya. Momen 14 Februari 2024 pun menjadi hari yang sedang dan paling ditunggu-tunggu.

Perayaan kasih sayang yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari bukanlah sebuah habitus belaka yang hanya kebetulan telah menjadi tradisi yang diwariskan secara turun-temurun sampai dengan abad ke-21 ini. Namun, penting untuk diingat bahwa Valentine Day merupakan suatu kesempatan dan saat yang khusus, istimewa, yang mengajak kita semua untuk merayakan apa yang disebut sebagai “Kasih Sayang” itu.

Di hari inilah kita diajak untuk menengok kembali ke dalam diri perihal beribu kasih sayang yang telah kita terima baik dari sesama, alam semesta, maupun dari DIA yang adalah Sang kasih sayang. Beragam wujud dan ungkapan kasih sayang telah ditorehkan kepada setiap kita. Demikian pun sebaliknya, sejauh mana kita memberikan kasih sayang kepada yang lain (sesama), alam ciptaan, dan juga kepada Tuhan? Hendaknya, momen Valentine Day kali ini menjadi kesempatan yang tepat bagi kita untuk mengungkap dan memeriksa semuanya itu.

Sebagaimana lazimnya, setiap Valentine Day kita beramai-ramai mengisi momen hari penuh sukacita ini dengan beragam acara, dari yang berkadar kecil-kecilan maupun juga sederetan acara besar lagi meriah. Ada lagi, sesuai dengan tren zaman sekarang, setiap kita pasti sudah menyiapkan sesuatu untuk orang istimewa-orang spesial seperti pacar, tunangan, sahabat, teman, kenalan, anak-anak, orang tua, dan siapa pun itu yang menjadi orang berharga dalam hidup kita masing-masing.

Bagi anak muda sekarang atau yang kerap disebut sebagai generasi Z, momen Valentine Day lebih akrab dengan suatu momen untuk bertukar kado. Entah apa pun bentuk dan isinya bukanlah menjadi soal, intinya mereka dapat memberi sesuatu tetapi juga memperoleh sesuatu. Perasaan senang, sukacita, bahagia, serta ketulusan dalam memberi dan menerima kado di hari kasih sayang menjadi poin penting untuk merayakan dan mengenangkannya setiap saat.

Pada intinya, bukan soal besar atau kecil serta mahal-murahnya hadiah yang diberi dan diterima, tetapi lebih kepada bagaimana kita memberi dan menerima kasih sayang kepada dan dari sesama. Entah itu pacar, tunangan, orang tua, sahabat, kenalan, maupun siapa saja yang dijumpai di hari bahagia ini.

Nah, jika demikian, pemaknaan akan momen Valentine Day sebagai tukar-menukar perasaan kasih sayang, lantas bagaimana dengan perayaan Valentine Day pada tahun 2024 kali ini yang berjalan beriringan dengan pesta Pemilihan Umum (Pemilu) yang telah sekian lama menjadi penantian seluruh masyarakat Indonesia pada tahun ini?

Foto: Canva

Barangkali bukanlah suatu kebetulan bahwa pemilihan tanggal pada pergelaran pesta demokrasi Indonesia kali ini bertepatan dengan perayaan Valentine Day. Bagi saya pribadi, pemilihan tanggal puncak kontestasi politik pada tanggal 14 Februari memiliki pesan mendalam yang hendak disampaikan kepada kita semua sebagai warga bangsa Indonesia.

Kita semua menyaksikan keadaan dan situasi sebelum hari pemilihan umum terjadi. Jauh sebelum hari pemilihan umum (Pemilu), rakyat Indonesia dengan getol dan semangat yang membara baik secara pribadi, dalam kelompok kecil maupun sampai kepada kelompok yang besar telah berkoar-koar mengusung serta mendukung jagoannya masing-masing untuk maju dalam kancah politik, untuk menjadi wakil serta pemimpin di tahun ini.

Entah itu sebagai DPD, DPR (Daerah maupun Pusat-RI), maupun sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Masyarakat Indonesia secara beramai-ramai dari yang muda sampai yang tua mendukung tokoh pilihannya dengan beragam macam cara. Ada yang secara langsung dan terang-terangan dengan cara memasang spanduk, baliho, beragam stiker di pinggir jalan, rumah, maupun pada mobil pribadi. Yang lain lagi, mengungkapkan wujud dukungannya dengan membuat baju yang disablon dengan foto jagoannya.

Di sisi lain, perwujudan dukungan diungkapkan via online seperti membuat konten, video, foto, dan lain sebagainya untuk kemudian diunggah di Instagram, X, YouTube, Facebook, maupun akun media sosial lainnya. Semuanya ini mutlak merupakan wujud dukungan terhadap figur pilihannya. Tetapi lebih daripada itu, merupakan bentuk kesadaran eksistensial sebagai warga negara Indonesia yang memiliki semangat dan antusiasme yang tinggi dalam mendukung dan meramaikan perhelatan pesta demokrasi 2024.

Di tengah merebaknya dukungan terhadap para pemimpin, lahir juga apa yang disebut perbedaan pilihan dan dukungan terhadap setiap calon yang diusung. Patut untuk disebut seperti perbedaan pilihan calon presiden dan wakil presiden yang sedang gencar dan ramai dibahas di khalayak media massa dan online. 

Sebagian besar rakyat Indonesia baik yang sekarang ini berada di Indonesia maupun yang sedang berada di luar Indonesia (luar negeri), misalnya, memiliki pilihan yang berbeda-beda tergantung pada hati nurani dan keyakinan masing-masing pribadi. Kelompok yang satu dengan bulat dan seyakin-yakinnya mengatakan figur pilihannya merupakan calon pemimpin yang baik dan mampu membawa negara ini ke arah yang lebih baik lagi.

Sebagian kubu lain lagi meyakini calon presiden pilihannya menjadi pemimpin bangsa yang terbaik dan berkualitas ketimbang pilihan kelompok lainnya. Perbedaan pilihan dan dukungan ini makin hari makin memanas dan akan berujung pada “perpecahan”, baik itu pilihan maupun pandangan dalam menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin yang terbaik pada periode 2024-2029 nanti.

Perlahan tetapi, pasti inilah kenyataan yang terjadi, rakyat Indonesia terbagi dalam tiga kelompok (kubu) besar dalam mendukung dan menentukan siapa pemimpin bangsa yang pantas untuk menduduki kursi presiden dan memegang tampuk pemerintahan di tahun 2024-2029 nantinya. Penantian ini akan terjawab pada puncak pesta demokrasi pada tanggal 14 Februari 2024.

Saat ini, setiap kelompok dengan gigih mempertahankan pilihannya masing-masing. Padahal, jika ditarik ulur ke belakang, para calon presiden dan wakil presiden, juga sederet tokoh politik lainnya yang dulunya sempat mengisi panggung politik di tahun 2019 dan pada tahun-tahun sebelumnya, telah duduk bersama dalam tampuk pemerintahan dan jabatan yang disediakan oleh presiden yang terpilih, yang dulunya menjadi lawan dalam merebut kursi presiden.

Mereka sekarang mendapat jabatan istimewa dan berjuang bersama untuk bangsa ini. Rivalitas dan persaingan yang ketat pasca-Pemilu seakan diabaikan dan dianggap tidak pernah terjadi. Inilah drama politik yang mesti dipahami dengan baik oleh seluruh rakyat Indonesia, secara khusus bagi kita yang mengisi pesta demokrasi pada hari ini.

Prinsip dan cita-cita demokrasi yang bersih, jujur, dan tenteram hendaknya menjadi landasan yang mesti dijunjung tinggi pada Pemilu 2024 ini. Setiap kita boleh memiliki dukungan yang berbeda-beda, tetapi mesti diingat bahwa kita tetap satu saudara, satu tanah air, dan satu darah sebagai rakyat Indonesia. Pilihan yang berbeda hendaknya tidak menjadi pemecah persaudaraan dan kekeluargaan yang telah kita bangun, yang telah kita jalin semenjak bangsa ini lahir dan merdeka.

Foto: Canva

Lantas, apa hubungannya momen Valentine Day dan Pemilu sebagaimana telah disebut-sebut di awal tadi? Pergelaran pesta demokrasi tahun 2024 untuk bangsa Indonesia yang bersamaan dengan perayaan hari Kasih Sayang sedunia hendaknya menjadi momentum bagi kita semua untuk memetik apa arti penting dari nilai kasih sayang terhadap sesama sebagai saudara sedarah, sebagai saudara setanah air.

Kembali pada pernyataan di atas, perbedaan pilihan sama sekali tidak membuat kita memiliki jalur yang berbeda dengan yang lain untuk selamanya. Perbedaan itu sifatnya sementara belaka, sedangkan persaudaraan dan kekeluargaan bersifat kekal dan tak terlekang ruang dan waktu.

Makna perayaan Valentine Day sebagai hari kita semua sebagai manusia saling tukar-menukar kasih sayang hendaknya disematkan juga dalam ruang politik demokrasi yang diselenggarakan pada momen yang sama.

Hari ini, kita berbondong-bondong menuju tempat pemungutan suara (TPS), hendaknya kita tidak sekadar datang dan memberikan hak pilih, tetapi juga hendaknya kita senantiasa membawa kado kasih sayang dari rumah untuk ditukarkan kepada sesama kita yang berbeda pilihan dan dukungan dalam memilih pemimpin bangsa ini. 

Kita sebagai satu keluarga besar hendaknya tidak saling memusuhi satu sama lain, pun yang berbeda pilihan dengan kita. Di TPS, misalnya, kita hendaknya saling sapa dan tetap menjunjung tinggi pesan dan makna dari persaudaraan serta kekelurgaan yang telah kita rajut bersama selama hidup bersama di bumi Indonesia sampai sekarang ini. Dengan demikian, citarasa dari perayaan kasih sayang mampu mendinginkan bara perbedaan pilihan antarsesama kita.

Perlu diingat dengan baik, perbedaan pilihan bagi kita manusia pada dasarnya menjadi hal yang biasa dan lumrah. Justru dalam perbedaan itulah kita menemukan keunikan dan kekhasan kita sebagai pribadi. Perbedaan pilihan juga menjadi warna tersendiri dalam dunia demokrasi Indonesia. Perbedaan pilihan ini lahir bersamaan dengan hari lahirnya sistem demokrasi di bumi Indonesia. Pesta demokrasi akan makin ramai tatkala terdapat perbedaan pilihan dengan tujuan yang baik bukan semata-mata demi mencapai kepentingan segelintir kelompok tertentu. Begitulah kiranya perbedaan dukungan yang terjadi pada Pemilu 2024 ini.

Akhirnya, pesan perayaan Valentine Day, dengan kita semua saling tukar-menukar kado kasih sayang akan makin terasa dan teresap dalam kalbu masing-masing kita rakyat Indonesia tatkala melaksanakan dan mempraktikannya pada hari Pemilihan Umum (Pemilu). Dengan demikian, momen Valentine Day kali ini bukan semata saat untuk memberi dan menerima kado fisik semata, tetapi lebih dari itu Valentine Day telah menjadi perayaan sukacita dengan saling tukar-menukar kado kasih sayang dalam perbedaan pilihan dan dukungan dalam berpolitik.

Inilah wujud nyata politik yang sehat ketika kita berani memilih dan mendukung pemimpin yang berbeda dengan yang lain tetapi tetap mengasihi dan memberi perhatian dan kasih sayang terhadap orang lain yang berbeda pilihan dengan kita. Inilah momen Valentine Day yang sesungguhnya ketika kita berani berjuang untuk menyeberangkan diri dan berani mengasihi dan memberi perhatian dan kasih sayang kepada sesama kendatipun kepada mereka yang berbeda pandangan dan pilihan dengan kita.

Dari hati yang terdalam, saya mengucapkan selamat merayakan hari kasih sayang 14 Februari 2024. Harapannya kita semua saling memberi kasih sayang kepada sesama. Sebagai warga bangsa Indonesia, tidak lupa juga saya pun mengucapkan selamat merayakan pergelaran Pesta Demokrasi 14 Februari 2024. Kiranya apa yang menjadi pesan perayaan Valentine Day juga menjadi tonggak dalam menyukseskan Pesta Demokrasi untuk membangun Bumi Indonesia ke arah yang lebih baik dan lebih harmonis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *