Beri Panduan Pilih Pemimpin Bangsa, ISKA DPD DIY Serukan Among Asthabrata

News1241 Views

Yogyakarta. Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) DPD DIY mengingatkan tentang among asthabrata atau panduan untuk memilih pemimpin bangsa, yaitu pemimpin yang memiliki keutamaan moral (jalma kang utama).

Nilai-nilai panduan itu adalah pemimpin bangsa harus:

  1. Konsisten mempertahankan dan mengimplementasikan Pancasila, UUD NKRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
  2. Berpihak dan memberdayakan masyarakat kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.
  3. Menjunjung martabat kemanusiaan dan hak asasi manusia (HAM).
  4. Memperjuangkan kesejahteraan umum (bonum commune) di atas kepentingan pribadi, keluarga, kelompok, dan golongan.
  5. Memperjuangkan keberagaman dan toleransi yang konsisten.
  6. Memiliki komitmen kuat dalam penegakan hukum supaya Indonesia terbebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
  7. Memiliki kompetensi yang unggul dalam menyusun regulasi, kebijakan publik, dan modalitas efektif untuk kesejahteraan rakyat secara demokratis.
  8. Peduli pada kelestarian lingkungan hidup dan keutuhan ciptaan.
    Pesan ISKA DPD DIY itu disampaikan dalam bentuk seruan moral, di Kampus V Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Selasa, 6 Februari 2024.

Pesan ISKA DPD DIY itu disampaikan dalam bentuk seruan moral di Kampus V Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Selasa, 6 Februari 2024.

Seruan moral tersebut didasari fakta bahwa telah terjadi kemerosotan demokrasi dan adanya lembaga negara yang berpihak pada Pemilu 2024.

“Regresi demokrasi itu bersumber pada keprihatinan akhir-akhir ini sehingga membentuk ‘demokrasi yang bengkok’,” kata Ignasius Triyana, S.I.P, M.M, Ketua I ISKA DPD DIY, yang membacakan pernyatan tersebut.

Tidak tiba-tiba
Sementara itu, Ranggabumi Nuswantoro, S.Sos., M.A. yang juga pengurus ISKA DPD DIY menjelaskan bahwa seruan moral ini tidak dibuat mendadak. “Tidak ujug-ujug. Proses pendidikannya sudah dilakukan sekitar satu tahun lalu. Tapi karena semakin mendekati waktu Pemiku 2024, ini perlu disikapi lebih serius,” tegasnya.

“Kami melihat kualitasnya menurun, seperti adanya keberpihakan,” lanjut Rangga. ISKA sebagai organisasi masyarakat sipil, berharap masyarakat melakukan pilihannya dengan kompetensi yang cukup.

Dr. Drs. B. Wibowo Suliantoro, M.Hum, Ketua III ISKA DPD DIY, juga mengatakan seruan moral ini tidak dilakukan tiba-tiba, karena sudah melalui diskusi 14 kali dengan melibatkan praktisi dan tokoh intelektual, serta safari untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Bedanya dengan yang lain (kelompok lain yang sudah mengeluarkan seruan-Red.), ISKA DPD DIY memakai kekhasan Yogya, dengan jalma kang utama.

“Kita tidak memilih pemimpin seperti membeli kucing dalam karung. Tapi among asthabrata ini juga digali dari Ajaran Sosial Gereja. Ini jadi rambu-rambu umum untuk menyiapkan calon pemimpin yang cerdas dan bertanggung jawab untuk bangsa dan negara,” tambah Bowo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *